BRAVE $ MAN

BRAVE $ MAN
Bab. 50. Kejadian menyeramkan


__ADS_3

"Guys makanan sudah datang, " pungkas Haikal.


"Mana Juan? " tanya Tono.


"Ohh dia katanya mau liput sesuatu pakai drone nya, " ucap Robert.


"Biarkan saja toh nanti juga pulang. "


Panjang umur, orang yang dibicarakan datang dengan tergesa-gesa masuk kerumah dia terlihat sangat gelisah kemudian mengambil sesuatu didalam kamar.


"Lu kenapa Juan? "


Juan menghiraukan pertanyaan Tono ke dirinya yang tampak sibuk mengisi daya ke drone miliknya kemudian segera pergi ke kebelakang ia seperti mencuci mukanya dan bersihkan kaki dan tangannya. Ke empat temannya masih diposisi kebingungan melihat perilaku Juan.


"Dia kenapa sih kesambet? " ucap Robert.


"Huss jangan ngomong gitu nanti beneran loh, " tegur Maria.


Lalu Juan menghampiri mereka yang sedang duduk di ruang tamu. Juan duduk didekat Maria dengan ekspresi yang sedikit takut.


"Ini gue beli nasi campur sama ada tehnya juga dikasih gratis, " pungkas Haikal.


Mereka makan bersama dengan nikmat setelah itu pergi dengan mengurus diri masing-masing Haikal dan Tono sedang bersantai diteras rumah, Robert bantu Maria di dapur kemudian Juan sedang melihat rekaman di drone miliknya.


"Lu ngapain? " tanya Robert yang tiba-tiba ada dibelakangnya. Sontak Juan teriak lalu didatangi Haikal dan Tono.


"Gapapa gue mau keluar cari angin, " ucap Juan yang pergi membawa kamera drone miliknya. Robert menaruh curiga kepada Juan lantas ia selalu pulang larut dan begitu juga saat tidur erat memegang drone nya seperti tak ingin ada orang lain memgetahui isinya itu seperti bukan Juan menurut Robert.


Keesokannya mereka mendatangi rumah korban yang menghilang seorang perawat yang bekerja di puskesmas di daerah itu.


"Selamat pagi, " sapa Maria yang duluan menghampiri sebuah kumpulan ibu-ibu didekat rumah korban. Maria mulai mencari tau dengan mengulik informasi dengan ibu-ibu tersebut sedangkan rekan yang lainnya tengah sibuk mengeledah rumah korban.


Robert pergi ke sebuah galian seperti kolam disamping rumah ia penasaran dengan jaring yang mengingkari tempat itu.


"Padahal engk ada ikan kenapa ini dikasih pembatas, " ucap Robert.


Team J yang berjumlah 6 orang yang ke kota itu ada satu yang engk ada diantara mereka yaitu Pak Zaenal yang sebenarnya harus ikut tapi karena ada masalah di kejaksaan ia lantas diantar menemui Jaksa Lee. Sedangkan ke lima nya mau tidak mau harus tetap berangkat ketempat yang sekarang mereka pijak itu.


"Teman-teman gue punya informasi penting, " ucap Maria menyuruh team mendekatkan kepala mereka. Maria mulai menyalurkan informasi.


"Jadi gue nanti malam akan ikut kemana ibu-ibu itu tuju sapa tau ada kepastian untuk kasus kita, " ucap Maria.


"Baiklah,, kalian semua harus hati-hati saat menyelusuri tempat ini kita tidak tau apa yang terjadi, " pungkas Juan.


*****


Di waktu hari makin malam mereka memutuskan untuk pulang sedangkan Maria mengikuti ibu-ibu kesebuah gubuk di perbatasan antara hutan dan permukiman disana ia terkejut melihat seekor kambing hitam bertanduk ganda berada diatas batu panjang sedang terbaring.


Menurut kepercayaan setempat akan ada keberuntungan jika melakukan ritual di malam purnama dengan mengorbankan ayam hitam.


"Sulit kupercaya mereka tega sekali membunuhnya, " seruan Maria yang didengar samar-samar oleh Pak Nonol si dukun. Berkat Pak Nonol semua hasil panen warga melimpah dan sejahtera.


"Aku melihat ada tamu disini, " ucap pak Nonol.


"Iya tuan mereka datang untuk menyelidiki kematian seorang perawat. "


"Hmmm arwah perawat itu sedang tersesat dia masih bergentayangan kemungkinan dia dijadikan tumbal oleh oknum yang lumayan Disegani di sini."


"Maksud pak dukun,, pak Rt? " ucap blak-blakan Maria kemudian di tegur oleh wanita disebelahnya.


"Saya belum bisa menerawang, kejadian itu sudah hampir 10 orang menjadi korban disini kebanyakan orang pedatang, " ucapnya membuat maria yang mendengar perkataan dukun itu merasa takut apalagi dia dan rekan-rekannya cuman pedatang.


"Kami disini mengungkapkan kematian seseorang bukan menjadi korban, " sunggutnya.


"Panggil saja aku jika kalian butuh bantuan, " ucap pak dukun.


Diruang tamu Robert dan yang lainnya sudah terlelap sedangkan Tono masih fokus memainkan game dihpnya.


Brug pakkk!


Suara seperti panci jatuh di arah dapur, ia menoleh kebagian lorong gelap yang lampunya sudah lama mati.

__ADS_1


"Si Maria sudah pulang? kok gue engk dengar dia masuk yaa, " gumamnya.


Beberapa kali suara berisik terdengar dari arah dapur membuat Tono memberanikan diri memeriksakan nya.


"Mar lu sudah pulangkah?, Mar jangan takutin gue, " seru Tono.


Tiba-tiba lampu berkedip terus menerus seperti ingin mati. "ihhh gue engk berani aaa" ucap Tono langsung berlari kedepan dan memutuskan untuk tidur walau tidak bisa ia tetap memejamkan matanya masih terbayang bagaimana jika beneran tempat itu angker seperti ucapan beberapa orang yang ia temui di jalan tadi siang.


.


.


"Mar lu tadi malam pulang yaa? " tanya Tono.


"Engk gue nginap di rumah mpok Jena soalnya gue takut kalau pulang diatas jam 12 mana seram lagi, " ucap Maria.


"hehehhe berarti yang semalaman hantu dong, " ujar Tono terkekeh tapi juga merasa takut.


"Sudah-sudah bergurau nya kita jalan aja ke tkp gue pengen cepat selesai dari tempat ini, " pungkas Haikal.


Mereka berlima kembali menuju rumah perawat Desy. Mereka juga menanyakan saksi maupun mencari petunjuk dilokasi.


"Emang benar sepertinya sangat sulit ini kayanya berurusan dengan ilmu hitam deh, " ucap Juan membuat Tono menganggukan kepalanya karena ia percaya soalnya pernah diganggu hantu.


"Gue merasa harus percaya sih apalagi ini daerah yang masih kental akan hal-hal mistis, "ucap Maria.


"Jadi mau bagaimana? " tanya Robert.


"Kita minta bantuan orang pintar aja (dukun)" saran Haikal.


Mereka masih mempertimbangkan apalagi mereka orang kota yang sangat jarang terjadi hal seperti itu disana.


"Kalau mau nanti gue panggil orangnya, " ucap Maria.


Malamnya Robert dan Tono sedang bersantai di teras rumah terdengar suara aneh dari gudang milik pak Rt. Mereka tidak ingin meresponnya apalagi pak Rt kadang-kadang selalu datang tiba-tiba di rumah singgah mereka dan menyelipkan ucapan larangan tidak mendekat kearah sana.


"Gue mau masuk aja engk tenang lama-lama disini, " ucap Robert yang diikuti Tono si penakut.


*****


" Maaf pak kedatangan kami mendadak, " ucap Maria.


"Iya gapapa istri saya sedang memasak di dapur nanti sebelum pulang makan dulu yaa, " ucap pak Rt.


"Kami kesini ingin menanyakan soal rumah yang kami tinggalin kami sering digangguin makhluk astral Pak, " jawab Haikal.


"Kok bisa padahal sebelum kalian tempatin ada orang lain disitu aman-aman aja kok, " balasnya.


Sejam mereka berada dirumah pak Rt Robert penasaran dengan ruang di tengah kamar kiri dan kanan yang di segel kebetulan tidak di gembok Robert masuk tanpa meminta ijin dulu.


Sedangkan temannya sudah berada didapur untuk menyantap hidangan tapi kesadaran Maria akan Robert ditempat tidak ada ia mencari sampai ia menemukan kamar di lorong terbuka lebar.


Alangkah terkejutnya saat masuk Robert sudah tergeletak dilantai ia segera memanggil orang rumah agar membantunya tapi lebih mencengangkan kalau Pak Rt malah marah terhadap mereka yang seenaknya masuk tanpa ijin. Mereka diusir dari rumah pak Rt tanpa sebab cuman karena masuk tanpa ijin ke kamarnya.


"Keluar! kalian anak kota tidak ada sopan santunnya masuk ke ruang pribadi saya, bahkan gudang disana juga kalian pasti sudah masukin kan makanya arw- " ucapan pak Rt terhenti merasa naik pita kemudian wajahnya memerah ia segera menyuruh istrinya mengambil ramuan miliknya yang bentuk luarnya seperti gendik sedang diatas meja ruang tamu yang sudah lama Maria perhatikan bahkan keanehan didalam rumah pak Rt hawanya yang aneh membuat Maria merinding.


"Sepertinya pak Rt menyembunyikan sesuatu, kalian tidak perhatian istrinya selalu memakai pakaian tertutup padahal cuacanya sangat panas, " tukas Maria.


"Kita bicarakan dirumah aja, aku sangat keberatan memikul badan gapura kabupaten ini, " ucap Juan yang tertuju ke Robert yang masih pingsan.


Setelah Robert bangun diwaktu itu juga pak Nonol si dukun berkunjung ia cukup terkejut dan mengatakan ke Maria dan lainnya jika rumah itu menjadi tempat penumbalan dan gudang yang dilarang adalah tempat suci pemujaan. Robert dan yang lainnya tampak tidak percaya akan ucapan pak Nonol hingga beberapa kali Haikal menampar wajahnya untuk meyakinkannya lalu juga mencubit tangan Tono.


"auhhh kenapa lu cubit gue. "


"Gue masih engk percaya sama ucapan dukun itu, kaya film horor yang gue tonton menjadi kenyataan. "


"Kalian menjauhlah saya akan membuka segel gudang ini agar si pemilik datang, " ucap pak Nonol.


Beberapa kali pak Nonol membaca mantra agar pintu gudang terbuka untung yang terakhir akhirnya berhasil. Seperti ada cahaya aneh yang melebar yang hanya dilihat pak Nonol ia lantas membukanya, di dalam ada jerami yang berbentuk wanita lengkap dengan asesoris di badannya.


"Ini jelmaan iblis kenapa ada disini, " pungkas pak Nonol.

__ADS_1


"Maksud pak dukun? "


"Ini adalah jelmaan iblis terkuat bahkan aku tidak bisa melihat siapa pemiliknya ambilkan bensin dan korek aku akan membakarnya, dengan begitu kekuatan pemiliknya akan perlahan sirna, " ujarnya.


Setelah Haikal menyiramkan bensin sekitaran jerami itu, pak Nonol membaca mantra yang terdengar seperti berkumur-kumur dan dibuangnya korek api ke jerami itu. Seperti terserang penyakit jantung tubuh pak Rt mendadak tumbang ia merasakan tubuhnya terbakar.


"Orang yang bersekutu dengan jelmaan iblis ini ia akan memberikan hidupnya seutuhnya bahkan setiap sebulan sekali harus memberikan tumbal kepada iblis ini, jika jerami ini benar-benar hangus tubuh sangat pemilik juga akan hangus tapi karena dia abadi jantungnya harus ditusuk oleh tongkat tembaga.


" Hah, mau didapat dimana tongkat itu? " tanya Robert.


"Tenang saja saya sudah membawanya saat orang itu datang kita harus membunuhnya, " ucap pak Nonol.


Sementara dirumah Pak RT.


"Panasss,,, panasss arghhhh panasss, " sunggutnya.


Pak Rt berguling-guling di lantai lalu mencari air sampai masuk ke empang miliknya tapi tetap saja tidak hilang seluruh tubuhnya melepuh. Ia segera berlari lagi entah kemana.


Langit mulai gelap orang yang mereka tunggu tak kunjung datang,, pak Nonol ijin kebelakang untuk wudhu dan sholat sementara Robert dan yang lainnya masih berjaga.


Sebuah bola api menghampiri mereka yang sedang duduk di teras merasa terancam Robert mulai mengarahkan balok panjang untuk menangkis bola tersebut.


"Ternyata kalian yang sudah membuka gudang ku, " teriak seseorang.


"Ternyata pak Rt pelakunya, " ucap Juan.


Pak Rt terkekeh. "Kalian bocah ingusan beraninya merusak rencanaku yang kubangun sejauh ini." Ia mengeluarkan bola api lagi kemudian pak Nonol datang menyerang kembali pak Rt.


"Anda jangan ikut campur aku hanya berurusan dengan anak-anak itu. "


"Mereka juga urusanku jadi bertanding lah dengan yang sepadan denganmu."


"Hahahhaha, siapa takut, " gumam pak Rt.


Keduanya saling menunjukkan kehebatan masing-masing Juan yang geram juga ikut meliput dari atas seperti syuting film dengan drone miliknya. Merasa ada sesuatu diatasnya pak Rt mengarahkan bola api ke drone Juan hingga jatuh.


"Ehh drone mahalkuu, " ucap Juan.


Pertarungan dimenangkan pak Nonol walau nafasnya tersengkal karena kecapean.


"Kau beraninya merusak keindahan tempat ini. aku akan segera melenyapkanmu, " ucap Pak Rt.


Pak Nonol menghampiri pak Rt yang tersungkur kemudian menusuknya dengan tongkat tembaga seketika badan pak Rt menjadi kaku dan perlahan membatu.


"Akhirnya selesai juga, sempat deg-degan lihatnya, " ucap Maria.


Tak berlangsung lama pak Nonol memberi titah kepada warga untuk mencari sekitaran hutan, tubuh perawat Desy. Selain 1 jenazah ada beberapa tulang-belulang disekitar mayat perawat Desy ditemukan.


2 hari kemudian Robert dan yang lainnya pulang mereka juga membawa banyak sekali oleh-oleh dari desa.


"Ayo kal naik," ucap Juan.


"Tunggu gue lagi tunggu Harum. "


"Hah!, lu engk tau kata warga mereka menemukan mayat Harum di tepi sungai sudah sangat membusuk sepertinya dia meninggal sebelum kita bertemu dengannya.


Ingatan kembali ke saat mereka mengunjungi warung Harum bahkan yang mereka makan adalah dedaunan untung saja tidak sakit perut. Kemudian saat beberapa kali kesana Haikal selalu makan masakan Harum ia tidak merasa jika ia mengunjungi gubuk. Lalu yang selalu datang menghantui mereka tiap malam adalah kuntilanak Harum.


" ihhh gue merinding, " ucap Haikal.


Di perjalanan pulang mereka sempat memikirkan jika tidak menyangka mengalami kejadian yang menyeramkan didalam hidupnya, walau begitu. Akan ada cerita menakjubkan yang bisa mereka ceritakan ke orang-orang di kota.


.


.


...Bersambung.......


.


.

__ADS_1


.


...See you in the next chapter...


__ADS_2