
"Selamat pagi bu, " sapa Maria ke pemilik toko bunga diseberang gedung tempatnya bekerja.
"Iya pagi, mau beli bunga? " tanya ibu itu ramah.
" Tidak bu, saya hanya ingin menyapa saja, " jawab Maria sangat ramah.
"Emang kamu kerja dimana? toko sembako? " tanyanya lagi.
"Bukan. "
"Toko buah pasti yaa. "
"Bukan juga. "
"Mungkin buka usaha baru yaa? " tanya si ibu.
"Hehe tidak bu, saya kerja di gedung itu. "
"Ohhh, gedung tanpa nama itu," pungkasnya dengan nada ketus.
"Iya, kalau begitu saya permisi dulu, " ucap Maria menyudahi pembicaraan mereka.
"Permisi selamat pagi. "
"Iya selamat pagi, " balas Tono dan Haikal.
"Saya Maria karyawan baru disini, " ucapnya kepada dua laki-laki itu.
Ada efek sebuah cahaya di sekitar Maria dan angin menerbangi rambutnya. Saat dia menyapa kedua pria tersebut.
"Wahh cantiknya. "
"Sudah-sudah tutup tuh mulut lalat masuk, " titah Robert sambil menutup mulut kedua temannya itu.
"Pas banget semua sudah kumpul disini, " sahut Juan.
"Kenalkan ini Maria dia karyawan baru disini dan untuk Maria kenalkan ini Haikal dia dibagian teknisi lalu dan Tono dia dibagian warnet kadang juga membantu yang lain jika diperlukan kemudian ada Robert dia hmmm. "
"Kalau saya kadang sebagai supir, tapi sekarang tidak lagi saya akan lebih di cafe mulai hari ini, " ucapnya agak sombong.
"Kalau gue sebagai pencetus berbagai alat hebat disini kadang juga saya memantau CCTV sih kalau ada yang masuk dengan gerak-gerik mencurigakan alat ini akan berbunyi sangat keras itu salah satu ciptaan saya hehe, " pungkasnya.
"Jadi kamu sudah tau kan kerjaan kamu disini? " tanya Robert.
"Tau kok melayani, menyapa dan memberikan informasi begitukan, " jawab Maria.
"Itu hal yang umum tapi disini kamu hanya memberikan informasi jika ada pelanggan yang datang sedangkan tugas menyapa biarkan suara dari alat ini yang akan bekerja, " ucap Juan menunjukkan sebuah robot kecil di meja repsesonis kemudian diberi contoh oleh Tono.
__ADS_1
"Selamat datang ada yang bisa dibantu" ucap si robot.
"Saya mau kesebuah tempat yang menyediakan relaksasi sambil membaca buku, " jawab Tono.
"Baiklah nona Maria yang akan membantu anda." ucap si robot.
"Nah disini kamu yang melakukan tugasmu seperti mencatat nama orang itu di tab ini kemudian menyelisik apa aja yang dibawahnya atau mengecek hal mencurigakan di berbagai ekspresinya, dan menunjukkan kemana tujuannya, " tukas Juan.
"Bahkan mereka tau aku memiliki penglihatan yang hebat dan mengingat sesuatu walau selama apapun yang hanya diketahui pamanku saja. " Batin Maria.
"Bagaimana kamu sudah pahamkan, " ucap Robert mengagalkan lamunan Maria.
"Iya saya paham, " jawabnya.
Kemudian mereka semua bubar melakukan tugasnya masing-masing.
"Mereka bukan orang sembarang bahkan mereka sedetail itu mencari tau tentangku apa mereka agen rahasia internasional juga, " pungkas Maria yang ternyata ada orang lain yang mendengarkan pembicaraannya.
"Siapa agen rahasia? " ucap wanita pemilik toko bunga sebrang.
"Astaga naga, ibu mengejutkanku. "
"Maaf mbak saya hanya ingin memberikan ini dari karyawan disini katanya untuk menyambut anda katanya, " ucap si ibu.
"Oke makasih bu. "
"Hmmm tadi itu saya lagi membayangkan kalau saya agen rahasia hehe. "
"Ohh begitu, okelah saya permisi dulu, " ucap wanita itu.
Maria menghela nafasnya yang dari tadi ia tahan karena keberadaan wanita pemilik toko bunga. Ia juga menengok kearah buket bunga mawar putih dan merah di dalam pot mini cantik.
"Apa mereka sehebat itu bahkan bunga favorite ku mereka tau, padahal mantanku yang berpacaran denganku 2 tahun mana ingat bunga favoritku, " ucapnya penuh penasaran.
*****
Mc sedang memberikan kata sambutan untuk cafe jinga rooftop milik team J yang di samarkan dengan milik gedung hitam putih yang didalamnya ada beberapa tempat, yang telah di jalankan seperti warnet terlebih dahulu kemudian ruang membaca lalu yang sekarang cafe jinga yang akan di pegang Robert.
"Kita beri tepuk tangan untuk mas Robert selaku pemilik cafe ini. "
Suara tepuk tangan mengantar Robert naik ke podium mini disertai anak-anak remaja mengelu-elukan ketampanan Robert itu.
"Wahh ganteng sekalii, bakalan kesini terus deh, mana harganya murah-murah lagi. " begitulah ucapan mereka.
Maria yang memilih duduk di dekat pembatas rooftop sambil menikmati jus alpukat dan dessert pesanannya sambil melihat pemandangan dari atas yang cukup tinggi karena sudah sore juga ia memutuskan tetap disana sambil melihat matahari terbenam.
Cafe itu di buka dari jam 10 pagi sampai 7 malam dan untuk warnet dibuka 24 jam kemudian perpustakaan buka jam 8 pagi dan tutup jam 4 sore. Walau tetap ditinggal ada beberapa robot pekerja buatan Juan yang mengambil alih seperti repsesonis, warnet dan perpustakaan sedangkan cafe ada 1 manusia yang mengoperasikan kasir dan 3 robot pelayan untuk memberikan pesanan pelanggan. Itu diperuntukkan jika team J pergi melakukan misi.
__ADS_1
.
.
"Karena mbak Maria sudah bekerja selama 2 hari pertemuan ini sekaligus peresmian, " ucap Pak Zaenal mengangkat gelas untuk bersulang.
cheers...
"Selamat bergabung Mar, " ucap Haikal
"Makasih mas Haikal. "
"Selamat-selamat, " ucap Juan dan Tono.
Robert yang sangat pendiam hanya mengangkat gelasnya tanpa mengeluarkan kata-katanya beda saat sedang di waktu kemarin pas opening cafe jinga ia tampak tersenyum lebar mengatakan kata-kata panjang dari lubuk hatinya, itu yang membuat Maria sedikit melirik kearah Robert.
*****
Jam sudah menunjuk ke angka jam 10 malam Maria pamit pulang duluan karena akan mampir ke sebuah tempat.
"Maria mau bareng? " tanya Juan yang didalamnya sudah ada Robert, Tono dan Haikal.
"Engk usah mas saya sudah ada janji dengan orang lain, " pinta Maria.
"Baiklah hati-hati di jalan, " balas Juan.
Maria pergi ke sebuah taman ia juga membawa sebuah minuman alkohol yang dibelinya di market terdekat ia merasa sangat bersemangat hari itu karena beda dengan hari lain entah kenapa ada gejola membara di dadanya ia juga menatap langit seperti merindukan seseorang.
Perlahan bulir-bulir membasahi pipinya ia merasa bahagia tapi juga sedih. "Kenapa aku menangis huhu apa gue sudah mabukk, astagaaa gue mulai ngelantur, " ucapnya.
Ternyata seseorang sedang memperhatikannya dari sudut sana yang jauh di dalam gelap yang tak terkena lampu taman, memang di daerah itu jam 10 keatas agak sepi karena tempat itu sebulan lalu pernah ada kejahatan seorang wanita duduk di taman setelah pulang kerja dilecehkan hingga meninggal. Bahkan penjahatnya belum ditangkap sampai sekarang. Suara kucing keluar dari semak-semak mengagetkan Maria yang hendak bangun dari kursinya.
"Hushhh kucing sialann bikin kaget saja, " sunggutnya.
Maria dengan jalan seok-seok melewati jalan keluar dari taman ia merasa ada yang mengikutinya dari belakang ia pun berjalan cepat mencari tempat keramaian agar terbebas dari orang misterius itu, Maria juga tidak berani menoleh takut disangka setan apalagi jam segini sudah sangat malam.
"Auuwhhh." Ia kesandung oleh kakinya sendiri.
Dari hawa yang Maria rasa sepertinya sesuatu dibelakangnya juga ikut berhenti ia semakin takut ingin rasanya bangun dan lari tapi kakinya tiba-tiba terasa kaku.
Dubrukk... dia pingsan karena ketakutan.
.
.
.
__ADS_1
...See you in the next chapter...