
Miss Lone memimpin sebuah organisasi besar untuk para pembunuh yang akan di sewa oleh banyak orang kaya untuk keperluan penting mereka. Maria salah satu yang akan dikenalkan banyak petinggi.
"Maria kamu harus kenakan pakaian ini saat nanti ikut makan malam bersama pejabat, " ucap Miss Lone.
"Baiklah miss."
Maria dan miss Lone sedang berada di bar mini milik Lone.
"Saat diriku seusaimu aku selalu dibully karena orangtuaku tidak harmonis dan ayahku mantan napi, ibuku selalu berusaha keras membuatku sekolah setinggi-tingginya tanpa mendengar cacian dari orang lain sampai aku bertemu seseorang yang mengubah pikiranku dia berkata (seberusaha apapun kita menjadi lebih baik dimata oranglain akan tetap dicari letak salahnya jadi aku harus menjadi diriku sendiri). Sejak saat itu aku memutuskan membunuh orang yang telah menghina keluargaku hingga aku mendirikan organisasi ini hingga tidak ada yang bisa meremehkanku,, kamu juga bisa lebih baik saat kamu datang kesini dan mengatakan jika hidupmu tak berarti lagi. Aku merasa kita sama saat itu juga ibuku meninggal dan aku mulai menjadi pembunuh mencari kesenanganku sendiri."
"Terima kasih Miss sudah memperlakukanku dengan baik. "
Keesokannya Maria bangun lebih awal untuk berolahraga. Selain itu di negara Z Robert masih tidur nyenyak hingga Pak Zaenal membangunkannya dengan menyiram badannya dengan air.
"Bangunlah ini sudah sangat siang masih aja tidur kita harus bergegas, " jawab Pak Zaenal.
"Aku dari semalam tidak bisa tidur karena anda mengorok biarkan aku tertidur sementara, " pinta Robert.
"Tidak bisa, kita harus segera menanganin kasus ini aku merasa tidak nyaman berada di tempat ini, " jawab Zaenal.
"heem sudah kubilang harusnya anda tidak usah ikut," gerutunya.
"Tuh lihat Juan menelponmu. "
Robert segera beranjak dari tempatnya.
"hallo Juan"
"Gue sudah mengirim fotonya elu bisa cek"
"oke"
Robert pergi kerumah tuan Jon segera menunjukkan foto yang dikirim Juan. "Ini suratnya. "
"Iya benar ini yang kukirim, terbuktikan bukan aku yang berniat jahat kepada putriku. "
Tiba-tiba seorang gadis masuk kerumah itu. "Ayah aku pulang,,, "
"Ehh putriku sudah pulang. "
"Siapa dia? " tanya putrinya.
"Ohh dia seorang polisi dari negara kita dulu. "
"Salam kenal. " ujarnya.
Robert berdua dengan putri tuan Jon berbicara di tengah ruang.
"Dulu saat usiaku 15 tahun dibawah ibuku kesuatu tempat, aku menurut saja karena sangat percaya dengannya tapi saat ayahku mencegahku dan ribut dengan ibuku aku merasa itu salahku. Sampai ayah mengatakan semua tentang niat ibuku,, aku tidak menyangka krisis ekonomi di keluargaku membuat ibuku ingin menjadikanku gadis malam. "
Robert hanya tertunduk mendengar penjelasan putrinya Jon. "Saya sangat menyesal tanpa melihat lebih detail tentang kasus ini, " jawabnya.
"Tidak apa-apa anda juga korban ibuku, kudengar beliau memiliki usaha di kampung kukira sudah bertobat tapi malah menyusahkan orang lain, bulan depan aku akan menikah bisakah anda memberikan ini kepada ibuku, kadang ku telepon tapi selalu tidak sambung. "
"Baiklah saat saya pulang nanti akan saya berikan kepada ibumu. "
"Terima kasih. "
__ADS_1
Robert dan Pak Zaenal memutuskan untuk pulang di antar oleh tuan Jon.
"Maaf kami merepotkan anda. " ucap Robert.
"Ahh tidak masalah saya senang bertemu orang yang sekota dengan saya. "
"Kami berangkat dulu tuan Jon, " ucap Pak Zaenal.
...----------------...
Juan dan Haikal bertemu bu Lim di kediamannya dan menjelaskan maksud tujuan mereka. "Kami kesini ingin mengakhiri misi ini. "
"Engk bisa gitu dp-nya sudah saya bayar, " balasnya.
"Ini kami kembalikan," ucap Haikal.
"Tidak bisa,,, putriku harus kembali tidak mau tau. "
"Maaf kami tidak bisa bantu lagi karena anda memberikan catatan palsu dan kami bisa memenjarakan anda tapi karena anak anda menyuruh tidak dibawah semakin jauh akhirnya kami melepaskan anda, " jawab Juan.
Bu Lim hanya menangis sejadi-jadinya sampai Robert datang langsung dari bandara. " Bisakah saya berbicara dengan anda, " ucapnya membuat Haikal dan Juan kaget.
"Kami akan memberikan waktu kepada kalian" ucap Juan.
Robert dan bu Lim berbicara 4 mata terkait masalah yang terjadi. "Saya sudah bertemu putri anda sebenarnya team J berniat memenjarakan anda karena kasus catatan palsu tapi karena putri anda selalu menghubungi untuk tidak memperpanjang kasus ini akhirnya kami berhenti, saya juga memberikan ini pesan dari anak anda, " ucap Robert langsung pergi.
Ibu Lim membuka surat tersebut di dalam ada surat dan undangan membuat bu Lim menangis. "Ibu sangat egois memaksakan kehendak ibu,, maafkan ibu nakk, " ucapnya sambil menangis memeluk surat anaknya.
......................
"Jaga baik-baik reputasi organisasi kita jangan sampai kamu salah ucap membuat mereka gagal mengontrak kita, " pinta miss Lone.
"Baik miss. "
Maria lebih dulu jalan menuju ruang yang dituju.
"Tuan,nona Maria sudah datang. "
Mereka semua menoleh kebelakang. "Selamat datang Maria, kami sangat menunggu anda. "
"Terima kasih pak. "
Di meja tersebut terdapat beberapa orang berjas duduk, disekitar juga terdapat pengawal dan beberapa pelayan melayani orang penting tersebut.
"sepertinya orang-orang ini adalah pejabat paling berpengaruh. " batin Maria.
Saat salah satu pelayan mengantarkan menu, Maria melihat dengan teliti ditangannya terdapat benda mencurigakan.
"apa itu" batinnya.
"Nona, apa anda orang kepercayaan miss Lone, setiap saya menghubungi beliau sangat senang dan mengatakan semua bawahannya termaksud kamu, " ucap salah satu pejabat.
Maria hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Di tengah hidangan mereka semua terdapat pelayan yang beratraksi dengan botol anggur dan gelas saat dibuka tudung spesial keluarlah senjata api membuat Maria dan semua pejabat didalam kaget. Di belakang juga beberapa komplotan yang menyamar jadi pelayan.
__ADS_1
"Apa semua ini, " ucap pejabat lain.
Dor...
Orang tersebut terkena tembakan, Maria langsung melindungi orang yang akan memperkerjakannya.
"Pak kita segera menyingkir ke sudut, " pintanya.
Tiba-tiba dia dihadang beberapa orang bersenjata. Maria dengan sigap menghindar dan berkelahi dengan 2 pria itu bahkan Maria sempat jatuh karena disenggol salah satu pria bersenjata itu. Pria itu mendekati pejabat itu ingin menembaki nya, Maria langsung melompat ke punggung pria itu dan mengikat leher pria itu menggunakan kain meja. Suasana menjadi sangat tidak karuan.
Dor... dor
Tembakan terus saja dibunyikan oleh salah satu pelaku membuat Maria tidak akan menyerah walau ia bakalan mati disana.
"Tiarap semuanya, " ucap pria bersenjata itu.
Maria tidak akan menyerah sampai salah satu pria menodongkan pistol dari belakangnya, dengan cepat ia langsung menapisnya lalu merangkak kearah pintu melindungi bosnya.
prok.. prok... prok...
Tepukan tangan dari semua orang, pria senjata terlihat senyum.
"Kenapa semua orang bertepuk tangan? " bisiknya ke bos yang akan memperkerjakannya.
Pria yang ia lindungi juga bertepuk tangan dari arah pintu utama miss Lone datang dengan pakaian merah nyentrik dan kacamata hitam.
"Sayangku selamat kamu kena prank haha. "
"Maksud miss apa? "
Sehari sebelum kejadian...
"Saya ingin menyewa salah satu bawahan anda. "
"Bisa pak, mau yang mana, " tanya Lone.
"Saya ingin seorang yang terlihat kuat dari dalam tapi diluar lemah. "
"heem oke kita lihat dulu. "
Maria lewat dari balik jendela membuat pejabat itu penasaran. "Miss Lone wanita itu anakmu? "
" Wanita itu bawahanku juga tapi masih belum sempurna. "
" Saya punya ide kalau begitu untuk melihat kualitasnya saya akan mengetes nya, " ucapnya membuat miss Lone sedikit terpenjerat.
"heem setuju pak asal ada bayaran tambahannya hehe"
"Saya kurang yakin tuan. "
"Kita lihat saja nanti. "
......................
"Bagaimana dengan laki-laki itu kenapa dia mati? " tanya Maria.
"Ohh saya sengaja membunuhnya karena dia bertindak seenaknya dalam jabatannya, " ucap pak Kora.
__ADS_1
"Mariaku sebelum kamu bekerja, miss akan memperkenalkan siapa tuan Kora, beliau adalah pejabat daerah di pemerintah ia sangat dekat dengan pemerintahan nasional jadi kamu harus hati-hati, soal gaji kamu aman dan beliau memiliki 2 anak yang masih dibilang remaja tapi aman, mereka tidak akan kamu jaga hanya bapaknya aja yang akan kamu jaga dan jabatan kamu adalah pengawal keacara penting." Ia menjelaskan sambil berjalan menuju arah keluar gedung.
"Begini mar ini adalah awal karir kamu sebelum ke tingkat pembunuh jitu jadi ini peluang kamu langsung dapat pejabat besar lagi, " sambungnya. Membuat Maria ada sedih maupun senangnya entah kedepannya bagaimana lagi nasibnya.