BRAVE $ MAN

BRAVE $ MAN
Bab. 56. Mencari Adik Robert


__ADS_3

Hampir dua minggu setelah kejadian di pelabuhan Robert sudah cukup beristirahat ia mulai meminta ijin kesemua team termaksud Maria untuk pergi ke desa tempat adiknya berada kali ini jaraknya semakin jauh dari daerah yang sebelumnya ia pernah datangi mencari adiknya.


"Semuanya saya pamit dulu," pinta Robert.


"Hati-hati Bert."


"Di tas sudah gue taruh bekal," ucap Maria.


Tak terlihat lagi punggung Robert, mereka kembali masuk bekerja. Kali ini perjalanan menggunakan motor karena akan naik kapal yang cukup lama sekitar 28 jam lalu berkendarai lagi sekitar 5 jam untuk sampai ke desa bernama desa mawar. Entah kenapa dikasih nama itu mungkin karena warganya suka nanam bunga mawar pikirnya.


Setelah sampai di pelabuhan merahi yang khusus diperuntukkan untuk kapal-kapal besar membawa penumpang pergi keluar kota maupun akses penyebrangan. Robert telah membeli tiket melalui aplikasi dibantu maria cukup kebagian benda yang berbentuk seperti atm untuk mengambil tiketnya dengan memberi kode yang sudah di screenshot agar lebih mudah tanpa login ke aplikasi. Setelah itu Robert tinggal menunggu jadwal keberangkatan.


"Masih ada waktu sejam hmmm ke warung aja deh sekalian ngopi," pungkasnya. Setelah masuk ke warung terlihat banyaknya pengunjung sayangnya di pelabuhan cuman ada 2 warung yang satunya masih dalam renovasi jadi sisa 1.


"Apa boleh buat, bu pesan kopi susu."


"Iya mass "


Setelah menunggu sejam kapal yang akan berangkat menuju kota ligil telah siap. Pemberitahuan dari operator yang dikumandangkan terdengar diseluruh tempat. Robert beranjak untuk menuju ke kapal tersebut dari keterangan tiketnya ia akan menuju kota ligil lalu 5 jam menggunakan motornya ke desa mawar.


"Silahkan naik jangan ada yang mendahului semua harus taat aturan," ucap penjaganya. Baru diomongin sebuah insiden terjadi seorang wanita umur 40 tahun yang mengendarai motor matic tidak bisa menguasai motornya saat melewati jembatan menuju ke dalam kapal sehingga terperosok kelaut.


"Aaaaahhhhh" semua orang begitu terkejut dan berteriakk kala wanita itu jatuh, penjaga yang berjaga reflek terjun menyelamatkan ibu itu. Memang sangat berbahaya apalagi cuaca buruk membuat gelombang bergejolak sehingga kapal dan jembatan tidak simetris.


"Yang bawa motor dan tak sanggup naik silahkan beri tau crew kapal untuk menyebrang motor kalian, " seru salah satu penjaga. Setelah kejadian itu banyak yang mengandalkan para crew untuk menyeberangkan motor di jembatan.


Setelah melewati rintangan pertama akhirnya kapal tersebut berangkat juga angin yang kencang membuat siapa saja bisa masuk angin, Robert memutuskan sementara di luar untuk menikmati laut sehingga para crew memperingati penumpang untuk segera masuk karena sebentar lagi mereka memasuki wilayah dengan badai yang besar.


"Apa aku salah menentukan hari banyak sekali rintangan? aku takut kali ini susah menemukan adikku," ucapnya.


Badai telah datang membuat kapal besar itu bergoncang semua penumpang dianjurkan memakai pelampung untuk mencegah jika terjadi sesuatu.


Ketegangan mulai memuncak saat kapal semakin tergoncang hingga salah satu crew mengabarkan ada sebuah kerusakan di mesin akibat ombak yang sangat dahsyat. Semua orang memanjatkan doa masing-masing sesuai kepercayaan mereka agar selamat dari badai ini.


*****

__ADS_1


Sebuah berita memperlihatkan perkiraan cuaca di kota Nusantara.


Diberbagai daerah akan turun hujan disertai badai yang besar diharapkan semua orang jika tidak berpentingan di luar rumah jangan keluar. Jangan lupa untuk membawa jas hujan maupun payung saat berpergian. Sekian dari reporter dari jalan xxx xx


Klakk (Maria mematikan tv tersebut) dan bersiap untuk pulang karena sudah menujukan pukul 6 sore. Cuaca di luar juga sudah mulai akan turun hujan yang disertai angin, karena selalu membawa payung di tasnya ia segera memakai mantel tebal dan keluar dari gedung.


Sambil mengecek ponselnya, Maria tidak menyadari ada sebuah petir menyambar sebuah pohon didekatnya yang membuatnya sangat kaget dan terjatuh.


"Awasss." Tiba-tiba seorang pria menyelamatkannya dari pohon yang hampir menimpanya.


"Kamu gapapa? " tanyanya.


Maria yang masih shock hanya mengangguk. Mereka menuju ke sebuah torserba, di dalam Maria memandang kearah luar begitu kencang angin yang menerpa sejumlah pejalan kaki hingga terseret. Jika ia masih di jalan mungkin sudah terbawa karena tubuhnya yang ringan.


"Kenapa anda tertawa? " ucap pria itu membawa dua gelas coklat hangat yang ia seduh di pemanas canggih. Maria langsung terdiam karena keberadaan pria itu menghampirinya.


"Tidak apa-apa. "


Semakin anehlah pria itu. Ia mengira wanita yang dia tolongin adalah orang yang tidak waras.


"Gapapa, silahkan diminum," ucapnya sambil menunjuk ke arah segelas coklat hangat dihadapan Maria.


"Ohh iya makas-ih"


"Namaku lukas," ujar nya lalu Maria sekilas memandang kesamping ia seperti pernah melihat pria itu tapi entah dimana.


"Aku kaya pernah lihat kamu deh," ucapnya sambil memandang pria itu.


"Ahh masa? mungkin wajahku emang pasaran," jawabnya dengan terkekeh.


"Tidak, gue beneran pernah melihatmu."


"Yaa sudah jangan di ingat takut aku orang yang tidak baikk," jawab Lukas.


Maria tidak sengaja berucap aneh.

__ADS_1


"Apa kau seorang perampokk?"


"Heii! sembarangan, aku orang baik-baik tauu," tukas Lukas.


"Tadi bilangnya orang tidak baik, bagaimana sih. "


"Maksudnya kan, aah sudahlah lupain saja," pasrah Lukas.


*****


Kapal berhasil melewati awan badai yang sangat besar dan bertemu cuaca yang cerah di malam itu para penumpang berlepas lega telah selamat. Sisa perjalanan ditempuh sekitar 19 jam akibat badai ternyata perjalanan begitu cepat tidak sesuai perkiraan sebenarnya.


Robert yang tidak bisa tidur memutuskan menuju keluar sejenak menghirup udara malam. Di badannya masih melekat pelampung orange kemudian bersandar di ujung kapal tiba-tiba seorang pria sekitaran umur 70 tahun menghampirinya dan bercerita jika kali ini ia akan menemui istri dan anaknya setelah lamanya ia dipenjara karena kasus tabrak lari.


"Saya dulu seorang supir pribadi majikan saya tinggal di perumahan elit disana tuan rumahnya adalah pekerja keras dan teliti sehingga kami yang bekerja dengannya harus tepat waktu bahkan saya pernah sakit dan diceramahi karena tidak becus itu membuat saya sedikit sakit hati. Di tahun ke-6 saya berniat akan berhenti setelah digaji tapi naas dikala hujan deras saya harus menjemput boss saya karena jadwal ia akan pergi ke salah satu tempat kliennya tapi musibah menimpa saya, hujan yang disertai angin kencang membuat medan jalan yang saya lalui begitu licin sehingga saya menabrak sebuah rumah dan menewaskan 2 orang, " ucapnya.


"Lalu majikan anda reaksinya bagaimana? " tanya Robert.


"Dia begitu marah, dia hanya memperdulikan mobilnya dan memarahi saya habis-habisan padahal saya juga terluka," ucapnya sambil memperlihatkan lengannya yang mati rasa. "Lengan kiri saya lumpuh. "


"Benar-benar orang kaya gitu tidak memiliki perasaan sama sekali kuharap dia menderita seumur hidupnya," greget Robert.


"Waktu di sidang pun majikan saya mengatakan akan bertanggung jawab dan membayar semua kerugian yang saya sebabkan, tapi dia meminta untuk mempenjarakan saya," tukas si kakek.


"Bertahun-tahun saya selalu merenung di balik seruji. Kenapaa hidupku menderita bahkan setiap lantunan doa saya mengutuk orang itu. Tak disangka 15 tahun berlalu anak dari majikan saya mendatangi untuk sekedar bersilaturahmi dia mengatakan jika keluarga mereka setelah kejadian itu bukannya semakin baik malah menjadi buruk bahkan perusahaan yang dijalani keluarganya bangkrut dan ayahnya mengakhiri hidupnya, ia mengetahui saya dipenjara karena sebuah surat pengadilan yang ditemukan di laci kamar majikan saya. Jika dipikir-pikir memang benar jika kita harus memiliki hati yang baik dan menghargai orang lain sekali pun babu kita karena setiap doa yang mereka berikan jika merasa sakit hati bisa menjadi boomerang untuk kita sebaliknya jika kita berbuat baik yaa pasti hal baik yang akan mengikuti kita," pungkasnya.


Dimalam yang panjang itu tak terasa waktu menuju pukul 3 pagi yang artinya sebentar lagi mereka akan sampai di kota ligil.


Robert tidur beralaskan kardus dengan selimut yang dibagi 2 dengan si kakek sepanjang bercerita tadi malam membuat mereka menjadi ngantuk dan memutuskan masuk untuk beristirahat.


.


.


...Bersambung dulu yaa!...

__ADS_1


__ADS_2