BRAVE $ MAN

BRAVE $ MAN
Bab. 70. Pembajakan di pesawat Part 2


__ADS_3

" Bagaimana mungkin mereka masuk kedalam pesawat padahal melewati pihak keamanan bandara, " tanya seorang pilot yang sedang fokus memegang kemudi.


" Jangan banyak tanya atau akan ku ledakan kepalamu ini, "ucapnya yang sudah berada di belakang mereka dengan mengarahkan senjata di kepala pilot.


" Elu jangan lihat kebelakang atau gue pecahin kepalamu juga, " jawabnya ke arah co pilot.


" Ampun bang saya baru disini seminggu lalu baru nikah juga, " ujarnya begitu ketakutan ingin menangis.


" Gue kaga peduli yang penting keinginan kami tercapai, hapus itu air matamu atau gue terjunin disini, " balasnya.


"Iya bang ini sudah saya hapus." Ia langsung menurut mengusap bulir di pipinya.


Sampai saat ini belum tau apa tujuan dari pembajakan tersebut bahkan pihak perusahaan juga terus menghubungi pilot tapi selalu saja tidak berhasil.


"Bagaimana pak? " tanya seorang ketua kepada bawahannya di ruang kendali sebuah pusat penerbangan yang sedang menghubungi pesawat dengan nomor penerbangan Nusantara airlines 6780.


"Susah pak… kalau menurut saya mereka seperti sudah berpengalaman, dari titik terakhir dilihat pesawat mengarah ke jalur yang berbeda.


" Coba tunjukan peta arah di sekitaran perairan itu, " titah seorang bernama Andreas yang dulunya mantan Angkatan Laut sekarang bekerja di bagian pusat kendali.


Setelah menunjukkan peta yang dimaksud Andreas dan menelisik kesegala arah gambar. "Ternyata mereka berada di daerah pamala dimana Sinyal tak berfungsi saat melewatinya, " tukasnya.


"Lalu bagaimana caranya kita menghubungi mereka, "


" Kita hanya bisa berpasrah kepada yang maha kuasa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk saat ini, " jawabnya.


*****


Situasi di dalam pesawat begitu sunyi, ada yang meminta pertolongan dengan Tuhannya ada yang terlihat pasrah saja dengan keadaan. Sedangkan Jaksa Lee begitu ketakutan menunduk menahan pipisnya sedari tadi.


"Zae gue pengen ke toilet tapi takut, " lirihnya menatap rekannya di sebelahnya. Tanpa berpikir panjang Zaenal mengangkat tangannya ke arah perompak itu.


" Misi… wooah tenang-tenang saya mau izin ke toilet temanin rekan saya dia kebelet ingin buang air kecil, " ujar Zaenal sambil mengangkat tangan.


"Bagaimana? " tanyanya ke teman sebelahnya.


"Izinkan saja dia, yang mau ke toilet silahkan angkat tangan, " tanyanya.


"Lee bawa ini bersamamu jangan sampai mereka tahu dan pastikan lakukan apa yang tadi aku ucapkan, " ucap Zaenal membantu Lee berdiri karena sudah tak tahan ingin segera ke toilet.


" Tunggu, " Ia menghentikan langkah kedua orang itu yang sudah beberapa langkah.


Zaenal menoleh dan mempertanyakan maksud mereka memberhentikan dia.


"Suruh dia yang pergi sendiri punya kaki dan tangan juga, kan? "


"Ohh iya saya lupa, " jawab Zaenal lalu mengedipkan matanya ke arah Lee agar tak lupa misinya.


30 menit berlalu Lee masih berada di toilet membuat dua perompak itu penasaran.


"Periksa orang itu kenapa lama sekali disana, " ucap salah satu dari perompak.


Pria muda itu mendekati pintu toilet dan mengedor-ngedornya.


"Woy kenapa lama sekali di dalam. "


Kreeek…


Pintu terbuka membuat pria itu mengintip keadaan di dalam karena Lee tak keluar-keluar.


"Rasakan ini! "


"Kenapa lama sekali mereka," ucapnya dengan dirinya sendiri kemudian menghampiri rekannya yang tak kunjung datang lalu menuju kesana untuk mencari tahu. Diikuti Zaenal dari belakang untuk melancarkan aksinya.

__ADS_1


Di kursi penumpang ada beberapa orang yang berprofesi dokter, perawat, tentara maupun Intel yang sedang bertugas.


"Bagaimana ini aku tak bisa menghubungi kantor karena harus menghadapi situasi seperti ini, " ucap seorang Intel bernama Robi.


"Hei! kau yang disitu sedang ngapain, " ujarnya mendekat.


"Itu milikku jangan seenaknya mengambil, " pinta seorang pria muda yang tak ingin barangnya disentuh.


Dorr!


Peluru mendarat pada perut bagian kanan seketika beberapa orang sangat ketakutan dan ada yang membantu pria muda itu dari belakang.


"Apa yang kau lakukan, " tanya seorang pria tua yang ternyata dokter.


"Kalian meremehkanku sudah kukatakan jangan bertingkah atau berakhir seperti dia, " jawab keras sambil terbahak.


Di toilet Lee berhasil menikam leher perompak itu dengan sebuah bolpoin rancangan Juan terdapat beberapa tombol yang didalamnya berisikan pisau kecil yang cukup tajam lalu tasik dan jarum yang berfungsi jika mengalami ancaman dapat dipergunakan.


Ketukan pintu toilet membuat Lee sedikit terperangah pasalnya ia telah membunuh orang jika ketahuan mungkin ia yang kena.


"Bro elu di dalam? " tanya salah satu perompak dari luar.


Dengan kepanikan menyerang tubuh Lee ia jatuh lemas sambil melirik ke korbannya yang masih menancap bolpoin di lehernya. Tak butuh lama Pak Zaenal langsung mencekiknya dengan tali yang di dapatinya seketika tenaga Zaenal bertambah karena menahan emosinya yang daritadi duduk menatap seorang pramugari hampir dilecehkan.


"Kau…"


"Pergilah dengan tenang ke neraka, " ucap Pak Zaenal begitu membara di matanya.


Walau tubuh perompak itu lebih gede darinya tapi Zaenal mampu membuatnya jatuh. Lee merasa jika ia mendengar suara rekannya memanggil dari luar ia lantas cepat membuka pintu.


" Zaenal gue takut. " ucap Lee.


Mata Zaenal menyipit tak percaya melihat Lee begitu gemetar memeluknya.


"Lee kau gapapa, kan. " Tanyanya penuh penekanan.


" Kau akan terbiasa dengan situasi ini beda saat berargumen di ruang sidang, " jawab Zaenal dengan nada bercanda lalu mencabut bolpoin di leher perompak.


"Jadi bagaimana kita menghadapi orang di dalam sedangkan mereka berdua sudah kita bunuh, " ucap Lee.


"Kita begitu gegabah ternyata masih ada tiga orang disana kita harus mencari personil untuk melumpuhkan mereka, " ucap Zaenal dengan tatapan tajam.


Situasi semakin mencekam kala perompak itu mulai meresahkan, mengoda beberapa pramugari hingga ingin menyakiti wanita cantik yang bersangul karena tak mau menerima ajakannya.


"Kau cuman wanita ****** yang akan terus berada disini sampai mati, " ucapnya.


"Jaga sikapmu! " ucap pemimpin perompak yang barusan keluar dari tempat pilot.


"Kalian semua hanya tawanan, kami tidak akan membunuh kalian kecuali membuat rencana kami gagal jadi bersabarlah, " tukasnya kembali masuk ke ruang kendali.


" Apa yang mereka inginkan sih sebenarnya? " keluh Lee menatap Zaenal.


Zaenal dan Lee mengendap masuk untuk duduk, didekat kursi ia bertemu seorang wanita yang ternyata perawat ia mengatakan jika perjalanannya kali ini tidak direstui ibunya untuk bekerja di sebuah kota yang sangat jauh dari rumahnya.


Wanita itu setelah bercerita lalu menutup wajahnya karena tak ingin tangisannya di tahu perompak Lee mendekat menenangkannya. Zaenal melihat ke sekeliling untuk memastikan siapa yang akan membantunya.


Sebuah guncangan pesawat membuat semua panik. " Apa kita akan terus memutar disini aku tak bisa mengendalikannya lagi jika pesawat ini bahan bakarnya habis. "


Pesawat mulai keluar dari jalurnya di menara penyelamat mereka mendapat pemberitahuan jika pesawat telah keluar dari pamala.


"Pak mereka sudah menjauhi pamala. "


"Segera kirim pasukan untuk berjaga-jaga kala kita bernegosiasi dengan mereka, " ujar Andreas.

__ADS_1


"Baik Pak."


Empat pesawat penyelamat di kerahkan sementara Andreas bernegosiasi dengan mereka.


"Apa yang kalian mau? " tanya Andreas dengan samar-samar di radio.


" Hahahaha apa kabar komandan kenal saya, " ucap pemimpinnya.


"Siapa kamu? "


"Loh lima tahun lalu pernah mengabdi bersama di lautan usai tragedi di pamala masa kaga kenal, " ucapnya.


" Kau… Rudii? "


"Tepat sekali…ehmm senang bertemu lagi dengan anda, " ucap Rudi tampak terkekeh.


"Apa yang kau inginkan? "


"Yang kuinginkan adalah pembebasan untuk 20 orang penyerangan di gedung biru lalu kirimkan pesawat besar untuk mengatur jadwal ke luar negeri kalau sampai besok jam 5 pagi tak ada pesawat ini akan ku ledakan. "


"Baiklah akan kami lakukan, " ucapnya langsung mematikan komunikasi mereka.


"Pak beneran kita lakukan perintah mereka? "


"Tidak akan semudah itu mereka ledakan pesawat, apa pasukan khusus sudah menemukan titik pemberhentian mereka? "


"Sudah Pak mereka sedang berada di pulau pamala. "


*****


Pada pukul 02.30 waktu setempat, ada gerakan di semak-semak sekitar 400 meter dari pesawat.


Pasukan itu bergerak mengendap dan teratur dalam formasi dua baris mendekati pesawat. Mereka tampak membawa tiga tangga. Dua tangga dilekatkan di masing-masing sayap, satu tangga di bagian belakang pesawat.


Dengan sekejap, mereka bergerak masuk ke pesawat dari pintu darurat dekat sayap dan bagian belakang di bawah badan pesawat.


Tiba-tiba terdengarlah tembakan-tembakan, mungkin dalam waktu dua detik.


Komando itu berteriak. "Semua penumpang tiarap." Dan berjatuhanlah sosok-sosok tubuh campur baru berusaha untuk tiarap ke lantai.


Penumpang yang tiarap berusaha dikeluarkan satu per satu lewat pintu depan. Akan tetapi, upaya penyelamatan itu tak mudah. Ada seorang pembajak yang ikut tiarap bersama para penumpang. Ia membawa granat dan kemudian ia lempar setelah pinnya ditarik.


Beruntung, Zaenal menghentikan granat itu tidak meledak dan diamankan pasukan komando. Pembajak yang melempar granat itu pun ditembak mati saat berusaha melarikan diri lewat pintu depan.


Ada pula seorang pembajak yang disebut bernama Faizal yang melepas tembakan ke arah pasukan komando. Namun, ia berhasil didesak oleh pasukan komando. Pada akhirnya, pembajak tersebut bunuh diri dengan menembak keningnya.


Dua pembajak lainnya juga berupaya melarikan diri, namun mereka ditembak mati. Kemudian pemimpinnya di hari berikutnya langsung dihukum mati di pulau pamala dan dikuburkan disana.


Saat konferensi press Andreas menyebutkan pilot dan seorang pasukan komando mengalami luka-luka.


Selang beberapa hari, pilot bernama Kapten Norman dan anggota Koppasandha bernama Achmad jurk menjadi korban tewas dalam operasi tersebut.


Keduanya menderita luka tembak, dan gagal diselamatkan meski sudah dibawa ke rumah sakit. Lewat operasi itu, 36 orang yang berada 4 hari di pesawat, setelah beberapa penumpang lain dilepaskan pembajak, berhasil diselamatkan.


******


"Pak Zaenal, Jaksa Lee. " Teriakan team J.


Pertemuan mereka di markas penerbangan sangat mengharukan diseluruh tempat dipenuhi penumpang yang melepas rindu dengan keluarga mereka usai turun dari pesawat.


.


.

__ADS_1


.


...Bersambung dulu yaa...


__ADS_2