
Malam minggu Robert mengajak adiknya ke taman pinggiran dekat jembatan untuk menikmati pemandangan laut.
"Dek mau beli telor puyuh engk? " tanya Robert.
"iss pergi sana dasar wanita tua," ucap seorang wanita di sebelah Robert dan Lukas yang duduk jaraknya masih jauh tapi suaranya terdengar.
"Mboh saya mau beli," panggil Lukas saat wanita tua itu melintas di belakang mereka.
"Iya nak silahkan," ujar si nenek begitu senang.
"Sudah laku berapa mboh? "
"Baru laku sedikit tapi tidak apa-apa yang penting bisa makan dan buat modal besok, " balasnya dengan senyuman.
Robert melihat perilaku adiknya yang begitu baik hati. Ia juga tergerak hatinya untuk membeli semua dagangan si ibu.
"Bu saya beli semuanya yaa. "
"Betulan nak? alhamdulillah kalau begitu" mereka membungkus semuanya selain telur puyuh ada lemper, tahu genjot maupun hidangan kue basah lainnya.
"Ini bu uangnya."
"Ini kebanyakan nak."
"Gapapa kok, itu rejeki ibunya sudah," ucap Robert.
"Semoga kalian diberkati selalu dalam kesehatan maupun rejekinya," pinta ibunya.
"Amin " sahut Robert dan Lukas.
.
.
Sampai di depan rumah kontrakan Lukas.
"Terima kasih bang sudah ajak jalan tadi, baru kali ini pergi kebanyak tempat."
"Kalau begitu besok lagi kalau mau bagaimana? " tanya Robert.
"Hmmm kayanya engk bisa soalnya sudah mulai kerja shift malam."
"Tapi itu masuknya jam 10 malam. "
"Engk juga sih masuknya jam 8 malam terus pulangnya jam 6 pagi yaa gajinya lumayan banyak sesuailah," tukasnya.
"Ohh emang ada yang dibersihkan sampai dini hari? " tanya Robert.
"Banyak kerjaannya selain bagian pagi bersih-bersih, kami juga ada bagian buatkan minuman pegawai terus bantuin tenaga medis yang lain emang rumah sakit itu agak lain tapi gapapa sih gajinya yang terpenting," ucap Lukas.
__ADS_1
"Salut loh abang sama kamu."
"Biasa aja btw kalau ada waktu luang sering-sering kesini kalau perlu nginap," tukasnya membuat Robert sedikit terpenjerat.
"Seriusan? "
"Hmmmm "
Lukas segera masuk tanpa menoleh kebelakang setelah membuat kakanya terkejut.
*****
Wajah Robert begitu berseri saat masuk kerja di esokannya.
"Bert kenapa dengan hari ini wajah elu sangat bahagia sekali? " tanya Tono.
"Pastilah dia senang kan sudah bertemu adik kandungnya," ujar Maria.
"Wahh gue ikut senang deh."
"Morning gess." Suara yang tampak tak asing membuat Tono, Robert dan Maria memutar kepalanya.
"Juann? " pekik Tono.
"Ini beneran Juan? " tanya Maria sekali lagi.
"Lahh kenapa sih kaya lihat hantu aja ini gue Juan si ahli membuat peralatan canggih di team J," ucap Juan terkekeh.
Sedangkan Haikal dan Pak Zaenal tampak sunyi melakukan aktivitas masing-masing tengah membaca sebuah dokumen yang di ambil di kejaksaan untuk memperlancar kasus mereka selanjutnya. Suara riuh dari dapur terdengar hingga ke ruang tempat mereka tempati.
"Haikal ada apa itu kenapa mereka berisik sekali."
"Saya datangi mereka dulu, " jawabnya.
"Iya sana datangi." Kemudian beberapa menit Haikal keluar suara mereka semakin ribut dan mendekat ke ruang dimana Pak Zaenal berada.
Robert sampai di ambang pintu terdengar Pak Zaenal menegur kebisingan mereka.
"Kenapa berisik sekali kalian," ucapnya dengan sangat kesal.
"Maaf Pak Zae saya membuat keributan di kantor," balas Juan membuat Pak Zaenal mengenali suara itu lalu memeluk Juan yang telah kembali. Melihat pemandangan didepannya semua anggota juga ikut mendekat.
"Mari kita makan enak nanti malam," pungkas Haikal.
"Yeeeahhh" (sorakan bahagia.... )
"Haikal yang bayarr," seruan Pak Zaenal meledek.
"Huuuuu." Kemudian semuanya terkekeh
__ADS_1
*****
Di hamparan pasir yang begitu putih Robert melintasi jarak 10 meter dari tempatnya tadi bangun. Ia menemukan mayat saat dibuka penutup wajahnya ternyata .....
Plakk!
"Aduhh kenapa aku di tabok sih," keluh robert bangun dari tidurnya.
"Lu ngapain tidur disini mana susah dibangunin lagi," sunggut Tono.
"Ayo gaiss balik sudah malam banget nihh," ujar Maria.
Di perjalanan pulang Robert masih melamunkan mimpi yang dia lihat karena pipinya masih mengeringis di buat Tono. Sambil mengepal tangannya sebagai penyanggah pipinya.
"Lu masih aja pegangin pipi elu, " tanya Tono sambil menatap Robert di sampingnya.
"Ton berkendara dengan fokus kedepan kalau engk bakalan aku pukul kamu," pinta Robert yang langsung di turuti Tono tanpa bicara lagi.
Tiba-tiba mobil yang dikendarai Tono berhenti mendadak karena seruan Juan yang menerima telepon dari kejaksaan.
"Kita disuruh kesana ada Pak Zaenal juga," pungkas Juan.
Tanpa menyuarakan pendapat mereka Tono langsung memutar balikkan mobil menuju kejaksaan. Sesampainya disana semua ruang sangat sepi mereka diminta lewat di pintu belakang gedung dibantu oleh penjaga yang membukakan.
"Kalian langsung saja menuju ruang atas tempat mereka melakukan pertemuan," ucap si akang penjaga.
Mereka menuju ruang yang pencahayaan lebih dominan. Disana mereka bertemu dengan beberapa orang yang tak dikenalnya.
"Perhatian semuanya mereka anggota team yang saya bentuk dibawah perintah Pak Zae, " ucap Jaksa Lee.
"Ternyata ada pria tinggi yang sangat menawan rupanya," pungkas seorang wanita yang berpakaian sangat elegan dan berwibawa perawakannya.
"Kenalkan juga orang-orang yang ada diruang ini adalah rekan. Mereka juga akan membantu untuk menangkap Long cho si pemilik Geuning long." Pernyataan Jaksa Lee tampak membuat 4 orang yang dikenalkannya tersenyum.
Tapi ekspresi yang bingung terpasang di raut wajah ke lima orang yang berdiri membelakangi pintu, rupanya Pak Zaenal belum sempat memberitahukan kepada mereka akan kasus geuning long karena tak mau menganggu hari bahagia kedatangan Juan kembali.
"Maaf Pak Jaksa kami belum tau apa yang akan dibahas? " tanya Maria.
"Memang Zaenal tak dapat diharapkan rupanya," ucap Saeron tampak tertawa kecil di sampingnya.
"Diam kamu," gumam Zaenal ke sebelahnya.
"Sebelum kalian semakin bingung kita berkenalan dulu aja, (mendekat ke arah team J) nama saya Jackson seorang detektif dari kota sebrang disini mendapat panggilan karena Jaksa Lee membutuhkan bantuanku," ucapnya sambil mencium punggung tangan Maria yang membuatnya sedikit geli dan mundur dekat Juan.
"Sedangkan aku Saeron seorang desainer ternama salam kenal (dengan suara lemah lembutnya). Jauh-jauh datang untuk menghabisi, memotong tangan dan kakinya Long cho itu (suara khodamnya keluar dan sangat nge-bass)" ucapnya yang begitu menyimpan dendam di dalam hatinya.
"Ohh iya mbak," seruan Robert yang tangannya digengam Saeron lalu di paksa untuk dilepas. Pak Zae membisik ke arah Robert jika wanita itu dulunya pernah mendekatinya juga dan seprofesi dengannya dulu.
"Untuk kedua orang ini mereka juga salah satu mata-mata yang paling handal di kejaksaan. Mereka sering mengintai di luar kota nusantara karena lebih banyak penjahat sering melarikan diri jadi kalian jarang bertemu di kejaksaan," ucap Jaksa Lee.
__ADS_1
"Benar sekali namaku Clara dan dia Jojo kami sangat jarang mengunjungi kota Nusantara dan ternyata sudah banyak yang berubah," ucapnya terkekeh.
"Baiklah sekarang kita akan melakukan rapat, jadi mendekatlah sekalian ku jelaskan secara detail kepada kalian yang baru datang," ucap Jackson yang mengebu-gebu kepada Robert dan yang lainnya.