BRAVE $ MAN

BRAVE $ MAN
Bab. 41. Maria masuk ke team J


__ADS_3

Ingatan akan perkataan Robert selalu melambung dipikirannya.


"Apa gue nerima aja, kan dulu gue mantan pembunuh bayaran kalau berhubungan dengan penjahat gue juga jago bela diri" ucap Maria menyombongkan diri.


Suara ketokan mengagetkan dirinya yang menjatuhkan kartu nama pemberian Robert. "Siapa sih malam-malam menganggu, tunggu dulu perasaan di lantai ini cuman 4 penghuninya deh terus satunya kosong lalu satunya penghuninya balik kampung kemudian sisanya cuman gue tinggal disini lalu sebelumnya ada, jangan-jangan hantunya Dewi lagi, " ucapnya gemeteran.


Kepenasaran Maria sungguh sangat bergejolak ia memberanikan diri memeriksa di lobang pintu kemudian membuka sedikit celah pintu dengan di kaitkan terlebih dulu rantai yang berada di sisi pintu ke tembok, agar jika ada orang jahat yang bersembunyi di samping dan memaksa masuk sehingga ia akan langsung menutup pintu karena bantuan kaitan itu.


Saat maria memeriksa tepat di depan pintu tempat tinggal Dewi ada seorang wanita dari belakang tampak dari belakang penampilan pakaiannya bercorak menabrak warna dengan celana kulot di temani 2 orang pria bertubuh kekar.


"Uuhhh lihat otot-otot itu bagaimana kalau gue mati di siku tuh orang tapi siapa wanita itu apa dia keluarganya atauu bosnya, " ucap Maria yang kemudian kaget melihat sosok wanita itu membalikan badannya.


"Miss lonee!,, dia ngapain ada disini? "


"Segera beresin apa yang dilakukan laki-laki itu aku tidak mau dicurigai oleh banyaknya klien ku cuman gara-gara dia bekerja dengan musuhku, " tukas Miss Lonee yang di dengarkan Maria kemudian langsung merapatkan pintunya karena wanita itu berjalan menuju dekat pintu tempat tinggalnya.


"Apa yang dia katakan? laki-laki itu? musuhnya? "


Maria masih saja memikirkan hingga membuatnya begadang masih banyak tanda tanya dipikirannya sampai berspekulasi jika orang yang membunuh Dewi adalah kaki tangan miss Lonee tempatnya bekerja dulu sebagai pembunuh bayaran cuman ia tidak langsung menghubungi kepolisian ia ingin bertanya langsung kepada miss Lonee jika ia terus terang maka ia juga akan kena.


Sinar matahari masuk melalui celah gorden kamarnya di pagi itu terasa hawa nyengatnya padahal masih pagi Maria bangun saat yang ke-3 kalinya alarmnya bunyi. Ia berangkat dan memutuskan untuk membawa payung di tasnya.


"Biasanya kalau panas gini, nanti siang hujan sih, " ujar Maria.


Membawa totbag sedang yang jarang ia pakai jika keluar rumah kecuali berada seharian di luar ia bergegas menghentikan taxi yang ternyata lebih dulu di berhentikan orang lain. "Maaf saya buru-buru, " ucapnya langsung naik membuat orang yang pertama sangat kesal.


"Pak ke alamat ini, " ucap Maria sambil memperlihatkan kartu nama pemberian Robert.


"Baik mbak, " jawab pak supir.


Hampir 30 menit diperjalanan akhirnya mobil taxi itu sampai di depan kantor team J. Maria tampak tak percaya apa yang dilihatnya sebuah gedung 3 lantai yang sangat cantik di halamannya ada taman kecil yang indah, Maria masuk di koridor disambut pajangan foto formal dari 5 laki-laki menawan tak ada penjelasan apa nama gedung ini seperti kartu nama yang Maria lihat bertuliskan Team J.


"Ada yang bisa saya bantu? " tanya seorang pria yang membuyarkan lamunannya.


Maria cukup terkesima melihat Juan dihadapannya sedang memakai kaos hitam, celana jeans hitam dan sepatu keats putih lengkap dengan kacamata hitam.


"Anu mas ini benar tempatnya team J? " tanyanya.


Juan melepaskan kacamatanya. "Ohh mbak yang mau melamar kerja yaa, " tanya Juan.


"Nah iya mas, " jawab Maria mendekat.


"Ayo saya tunjukkan tapi tunggu saya mau ambil sesuatu dulu, " pungkasnya menuju sebuah tempat kaya repsesonis yang dibelakangnya ada banyak rak kayu. "Ini sekalian bantu bawakan yaa hehe"


"Iya mas. "


Mereka menaiki lift di lantai dua terdapat 3 pintu di pintu paling ujung adalah tujuan mereka. Maria sempat bertanya ke Juan soal maksud dari team J dan apa saja yang dikerjakan mereka tapi juan hanya tersenyum sambil mengatakan. "Nanti kalau kamu diterima bakalan dijelaskan juga kok. "


"Ohiya juga yaa. " sahut Maria sedikit malu.


Sesampainya di dalam tempat itu hanya sebuah rak buku seperti di perpustakaan di dekat jendela ada macam sofa nyaman dan meja untuk sekedar membaca kemudian mereka menaiki tangga besi disebelah rak menuju kebagian atas disana ada sebuah lift yang muat 2 orang saja.


Setelah keluar dari lift barulah Maria sampai ke tempat team J itu yang sebenarnya karena mereka semakin dikenal jadi mereka merancang sebuah manipulasi seakan-akan tempat ini hanya gedung biasa tapi didalamnya ada sebuah tempat rahasia team untuk melancarkan misinya.

__ADS_1


"Saya semakin bingung dengan tempat ini" tanya Maria yang sejak tadi Pak Zaenal sudah duduk dibalik kursi kerjanya.


"Kamu akan tau jika sudah bekerja lama disini, " sahut Pak Zaenal.


"Dia pemimpinnya, " ucap Juan.


"Kemarilah."


Maria menuruti permintaan Pak Zaenal.


"Saya melihat resume kamu tampak sangat mengagumkan sekali, " ucapnya sambil disodori map putih oleh Juan di sebelahnya.


"hah! darimana itu perasaan aku tidak memberikannya ke Robert." Batin Maria.


"Tenang saja mbak kami sudah menyelidikimu, " ucap Juan.


"A-pa berarti kalian tau siapa aku? "


"Kalem, nona ayo duduk lagi, " ujar Pak Zaenal diikuti Maria yang langsung duduk.


"Pasti kamu bertanya-tanya kenapa ada map ini dan ada identitas kamu juga jadi begini sebelum itu kami berniat akan melakukan pekerjaan lebih menantang dikemudian hari jadi Robert memberi saran untuk merekrut seorang wanita untuk menjadi mata-mata dia juga sudah mendapatkan orang tersebut dan tak disangka anda orangnya, " sambungnya.


"Ternyata dia sudah merencanakan dari lama dasar tuh orang." Batin Maria.


" Bagaimana mbak? " tanya Pak Zaenal.


"Saya emang lagi butuh kerjaan sih Pak, "ucap Maria.


"Nah baguslah jadi kamu bisa bekerja mulai besok, " ucap Pak Zaenal mengulurkan tangannya diikuti Maria membalasnya dengan berjabat tangan.


"Terima kasih Pak. "


"Pasti di kepalamu bertanya-tanya yaa soal tempat ini dan bagaimana kerja dan lain-lainnya, nanti kamu akan terbiasa kalau sudah bekerja lama disini dan kalau emang kepenasaranmu memuncak bertanyalah kepada Juan saja, " ucap Pak Zaenal.


"Ayo mba saya ajak berkeliling" ajak Juan.


"saya permisi dulu Pak. "


"Kami mulai membuka sebuah cafe di sini sebagai ladang pekerjaan sampingan," ucap Juan sambil menyodorkan minuman dingin ke Maria.


"Makasih"


"Oke kita bahas darimana ooh iya aku penasaran dengan kamu kok kamu mau sih jadi pembunuh bayaran? " tanya Juan.


"Huss jangan keras-keras nanti kedengeran, " pinta Maria karena kaget dengan tuturan Juan.


"Hehe aman kok disini. "


"Saya penasaran dengan tempat ini kalau sudah mas Juan jelaskan baru saya."


"Oke deh, btw jangan manggil mas emang saya tukang mas panggil nama aja, " ucapnya diikuti anggukan Maria.


"Jadi team J itu dulunya cuman sebuah ambisi aja untuk membantu orang lain mendapatkan keadilannya kita bergerak cuman untuk membantu sesama aja tanpa pamrih lalu kemudian kita di rekrut kejaksaan karena kehebatan kami hingga mendapat penghargaan salah satunya gedung ini lalu jika dapat bonus lagi kami merenovasi tempat ini, pekerjaan kami sekarang yaa tergantung arahan kejaksaan kadang juga dimintai bantuan oleh instansi lain kami ayo aja asal mendapat persetujuan dari kejaksaan. Kemudian kami berpikir bagaimana jika kita sudah dikenal oleh banyak orang yang bisa membuat kami terancam bahkan kami sebelum terjun harus belajar lagi bela diri, menguasai medan pertempuran, mengendalikan emosi pokoknya harus tau jadi kita tidak memberi tanda gedung ini adalah team J jadi oranglain melihat tempat ini sebagai hiburan karena ada pusat membacanya, cafenya, bahkan kami menyediakan warnet juga jadi kadang orang yang engk disangka-sangka masuk kesini juga sebuah perangkap juga, " tukasnya.

__ADS_1


"Ohh aku mengerti sekarang, " balas Maria.


"Dan satu lagi akses yang tadi kita lewati tidak diperuntukkan untuk kita lalui saat ramai pengunjung tapi ada di belakang gedung sebuah basement kita lewatnya disitu kecuali kalau tidak ada pengunjung bisa aja sih lewat jalanan tadi, nanti saya tunjukan. "


Lama sekali mereka berbincang-bincang hingga Juan menawarkan untuk mengantar Maria, tapi ia menolaknya karena Juan juga sekalian pulang ia terus memaksa akhirnya Maria mengiyakan dengan syarat sampai di halte saja karena dekat dengan apartemennya.


"Baiklah ayo kita pulang, " ajak Juan.


"Kita tidak pamit dulu ke Pak Zaenal? " tanya Maria.


"Kalau jam segini beliau sudah balik sih. "


"Baiklah kalau begitu. "


Di perjalanan menuju basement Maria menglontarkan beberapa pertanyaan lagi. "Bagaimana karyawan disini apa kalian juga yang mengoperasikan warnet dan cafe? "


"Saya ternyata belum menjelaskan orang-orangnya rupanya, besok lah akan saya kasih tau sampai semua orang berkumpul, " ujarnya.


"Kalau tentang perpustakaan itu emang banyak yang berkunjung? " tanya Maria.


"Ohh jelas karena cafe mulai di buka besok dan akan banyak pelajar apalagi di dekat sini ada SMP dan SMA jelas mereka tertarik. "


"Hehe rupanya sepi, " ucap Maria.


"Ehh sembarangan, semua ide ku akan berjalan lancar lihat saja nanti, " sunggut Juan.


"Hmmmm aku tidak yakin sih, " ledek Maria yang membuat cemberut Juan.


*****


"Terima kasih sudah mengantarku, " ucap Maria sembari membungkuk tanda terima kasih.


"Iya sama-sama ternyata tempat tinggalmu searah juga lain waktu hubungi aja kita bareng ke kantor, " pungkas Juan.


"Iya aman aja. "


Maria berjalan kearah halaman apartemennya karena tidak jauh dari halte bus ia juga tak lupa menyapa Pak Deto satpam disana.


"Hai Pak Seto, jaketnya bagus, " puji Maria.


"Makasih mbak Maria anda orang ke 1363848@68 yang mengatakannya. "


"Alahh bilang saja saya orang yang pertama yang mengatakannya, " ledek Maria.


"Terserah anda saja, saya tidak mau ribut hari ini. "


"Ternyata dia juga suka mencari masalah dengan orang lain, " ucap Juan yang sedari tadi memperlambat mobilnya dari belakang Maria dan melihat dari dalam mobilnya akan perbincangan Maria dan satpam tersebut.


.


.


.

__ADS_1


...See you in the next chapter...


...♡´・ᴗ・`♡...


__ADS_2