
Robert pergi menemui bu Lim di kediamannya karena surat perjanjian pembatalan belum ia tanda tangani.
"Ini suratnya, " ucap Robert.
"Maaf jika selama ini saya berbohong kepada kalian, " tukasnya penuh penyesalan.
"Tidak masalah manusia tidak luput dari kesalahan asal dia menyesal akan perbuatannya dan menjadi lebih baik. "
"Kenapa kalian tidak menjebloskan saya ke penjara bahkan di suratnya ada keterangannya jika terbukti memalsukan pernyataan, " tanya bu Lim.
"Sebenarnya kami ingin melakukannya tapi putrimu memohon kepada kami untuk tidak melakukannya, " jawab Robert.
Bu Lim berlutut di hadapan Robert. "Maafkan saya sudah melakukan hal menjijikkan seperti itu. "
"Iya bu saya tau perasaan anda, " ucap Robert menahan bu Lim berlutut.
*****
Sebuah tempat di perlihatkan di salah satunya terdapat ruangan didalamnya ada seorang laki-laki umur kisaran 20 tahun sedang tertidur.
Tok... tok....
" Bangun nak sarapan."
Laki-laki itu bangun saat mendengar seorang wanita memanggilnya dari balik pintu. " Iya bu, " sahutnya.
Setelah laki-laki itu mencuci mukanya ia hendak sarapan, di hadapannya ada wanita dan pria yang diduga orangtuanya.
"Nak setelah ini apa kegiatanmu? "
"Mungkin aku akan ikut ayah ke ladang. "
"heem boleh kalau kamu mau ikut ayah, " jawab ayahnya.
Singkat cerita ayahnya menyuruh anak laki-lakinya itu duluan pergi ke ladang karena ayahnya sedang mengasah parang terlebih dahulu.
"Pak apa sebaiknya lukas tetap bersama kita saja. "
"Tidak bisa bu, dia sudah besar lusa aku akan mengantarnya ketempat temanku dikota katanya ia bisa kerja di pabrik karena jika dia tetap dengan kita masa depannya akan hilang sapa tau dia bertemu keluarga aslinya disana. " tukas suaminya.
Bisa dibilang Lukas di asuh kedua orangtua angkatnya karena bukan anaknya melainkan ia di bawah dari panti asuhan.
"Ayah ada banyak timun yang rusak, " ucap Lukas saat ayahnya tiba di ladang.
"Nak sudah jangan diambil lagi, kamu mending pulang bantuin ibu aja yaa. "
"Tapi Lukas mau disini saja bantuin bapa. "
Keesokannya
"Lukas besok kamu akan berangkat jadi hari ini kamu beristirahat saja yaa. "
"Iya bu, tapi bu aku mau bantu kan hari ini terakhir aku sama kalian."
"Jangan kamu segera istirahat besok perjalanan jauh, " ucap ibunya lalu pergi menuju dapur, disana ia tak kuasa menahan tangisannya dengan menutup mulutnya dengan tangan.
"Baiklah bu, " ujarnya.
Lukas berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat. Tapi ia sama sekali tidak bisa tidur karena itu dia keluar mencari kenyamanan.
"Kenapa ayah dan ibu belum tidur, kukira sudah pada masuk kamar, aku datangin aja kali yaa, " ucapnya monolog.
"Sudah cukup pak, Lukas walau cuman anak angkat tapi ibu sangat menyayanginya, " ucap ibunya.
"Tapi kalau terusan dia bersama kita, itu akan membuatnya menderita. "
Lukas pelan-pelan masuk ke kamarnya tanpa diketahui kedua orang tuanya.
__ADS_1
Paginya Lukas berjalan keluar rumah dengan perasaan sedih karena bakalan pergi meninggalkan kedua orangtuanya. Saat barangnya sudah dinaikan ke atas mobil.
"Yah, Bu aku tidak ingin meninggalkan kalian walau aku bukan anak kandung kalian, " ucap Lukas.
Ibunya yang mendengarkan hal itu langsung memeluknya bersamaan dengan itu ayahnya dari belakang juga meluk mereka tetapi ayahnya tetap bersikeras menyuruh Lukas ke kota.
"Tapi kamu harus segera pergi karena masa depanmu lebih baik disana, "ucap ayahnya.
"Tidak, bersama kalian adalah hal yang baik untukku dengan berkebun juga bisa membuatku merintis usaha Yah. "
"Tidak Lukas, kamu harus kekota jika kami mati bagaimana apa kamu bisa hidup nyaman, dengarkan ayah di desa sangat sulit kalau kamu kerja dikota kamu tetap bisa mengunjungi kami, " ucapnya menasehati Lukas.
Lukas tetap pergi dengan perasaan sedih ditemani ayahnya yang ikut diterminal ia dijemput oleh kenalan ayahnya. Setelah ia menginap selama 2 hari barulah ayahnya pulang, Lukas masih saja menangisi ayahnya di terminal saat balik mengantarkan kepergian ayahnya.
"Kamu harus bekerja dipabrik kayu ini dengan sekuat tenaga karena karyawannya sangat sedikit tapi gaji sih lumayan, " tukas kenalan ayahnya.
"Baik pak. "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maria semakin lancar dalam menangani pekerjaannya saat ditemui sedang mengawal Pak Kora yang sedang mengunjungi museum sejarah, ditengah pembicaraanya Pak Kora dilempari telur busuk sehingga pengawalnya beramai-ramai mengepung dan meringkus pria yang melempari telur.
"Dasar korup berdasi karena anda saya tidak punya rumah lagi, " teriak pria itu.
"Tuan tidak apa-apa, " tanya pengawalnya.
Pak Kora cemberut sambil menglap pundaknya terkena telur busuk. "Panggilkan maria, " jawabnya.
"Iya tuan, ada yang bisa saya lakukan. "
"Pokoknya kamu harus menangani orang yang tadi melempari saya telur, mau dibunuh sekalipun saya mendukungmu, " ucap Kora.
"Baik t-uan, " jawab Maria dengan gugup.
"Kenapa semakin hari semakin melelahkan, " ucap Maria.
Begitu lama Maria mengendarai mobil dijalan yang minim lampu jalan membuatnya sangat hati-hati. Tiba-tiba saat melewati belokan ia tidak melihat ada orang menyebrang.
"Iya mba hanya kaget aja. "
Maria membawanya ke warung makan terdekat sekalian ia makan karena belum makan malam.
"Mas kita kesini aja yaa, " ajak Maria.
"Saya tunggu disini aja mbak, " balasnya.
"Kenapa? "
"Saya tidak ada uang mbak. "
"Gapapa gue yang teraktir kok. "
20 menit kemudian...
"Makasih mba atas makanannya, " ucapnya.
"Sama-sama, kalau boleh tau rumahnya dimana mas, " tanya Maria.
"Di dekat sini mba. "
"Namanya siapa, kalau saya maria. "
"Saya Lukas mba. "
Maria melihat Lukas dari kaca spion sambil melambai kearahnya.
...----------------...
__ADS_1
Robert meletakkan beberapa surat di mejanya. "Ini kita kapan dapat kasus lagi beberapa minta tolong yang tidak masuk akal ada yang minta carikan peliharaannya, ada yang minta promosikan usahanya dan masih banyak lagi, " tukasnya.
"Untuk sementara kita cuti dulu deh, " ucap Pak Zaenal yang tiba-tiba datang mengejutkan Robert dan Haikal.
"Mulai kapan pak? "
"Sekarang, " ucap Pak Zaenal membereskan barang-barangnya.
"Pak ini ada apa? " tanya Robert menghentikan Pak Zaenal.
"Saya sangat sibuk jadi kalian terserah mau ngapain aja. "
Robert kebingungan akan ucapan Pak Zaenal pintu berbahan kaca itu barusan pecah di lembar batu oleh seseorang, Robert segera keluar memeriksanya sedangkan Pak Zaenal buru-buru melarikan diri.
"Siapa yang berani-beraninya melempar batu, " ucap Robert.
Hingga sore kantor masih buka, Juan dan Tono datang membawa beberapa makanan. "Woy, kalian kenapa engk pulang-pulang sampai tidak makan siang,, atau jangan-jangan kalian di teraktir Pak Zaenal yaa, " tanya Tono.
"Boro-boro Pak Zaenal nya aja kabur, " ucap Haikal.
"Ini ada apa Bert, " tanya Juan.
"Tiba-tiba ada batu nyasar memecahkan pintu kita, " balasnya.
"Pak Zaenal kemana? "
"Dia kabur. "
"Hah..maksudnya."
"Dia melarikan diri karena team J tak kunjung dapat kasus, " ucap Haikal.
"Engk mungkin aku kenal Pak Zaenal seperti apa, " ujar Juan.
"Bahkan sifat seseorang bisa berubah begitu cepat walau sudah mengenal lama, Juan. " Robert merangkul Juan.
"Aissshh siall kalau kayagini mau bagaimana lagi apa kita laporin kepolisi saja. "
"Sudah telat,, mending kita bubarkan aja team ini, " pinta Robert.
"Tunggu jangan gegabah seperti ini,, gue akan terus menghubungi Pak Zaenal," ucap Juan.
Dua hari kemudian Robert dan yang lainnya dihubungi Jaksa Lee tapi tetap tidak ada jawaban hingga mendatangin kantor maupun apartemen mereka. "Sepertinya mereka kabur Pak, " ucap seseorang disebelah Jaksa Lee.
Jaksa Lee hanya termenung di depan apartemen Robert dan yang lainnya. Dari dalam lift keluar Haikal dan Tono.
"Jaksa Lee? "
"Kalian kemana aja. "
Haikal menceritakan semua yang terjadi kepada Jaksa Lee sehingga Jaksa Lee merasa ada yang janggal.
"Kalau begitu kalian istirahat beberapa hari ini mungkin masalah pribadinya."
"Padahal kita sudah seperti keluarga masih aja miliki rahasia diantara team, " tukas Tono.
Handphone Robert berdering terlihat dilayar seorang Jaksa Lee menghubunginya karena tak menjawab akhirnya pesan yang masuk.
"Robert segeralah datang keruangan ku besok ada yang ingin ku bicarakan"
"Apa yang ingin dia bicarakan menganggu saja, " ucap Robert menyimpan kembali handphonenya.
"aku bisa membantumu soal Pak Zaenal"
"Apa omongannya bisa dipercaya? " gumamnya.
.
__ADS_1
.
...Bersambung.......