
Sebuah pembunuhan terjadi di salah satu rumah sakit terkenal lebih tepatnya di atas atap atau rooftop rumah sakit. Saat kejadian salah satu saksi yang tak di perlihatkan wajahnya masuk kesana, bahkan salah satu berita di televisi hanya menggunakan inisal nama agar tidak diketahui orang lain maupun pelaku.
Kepolisian telah tiba di tempat kejadian salah satu kepala polisi bernama Adit datang mengolah tkp menelisik seluruh tempat itu hingga menemukan bercak darah.
"Jangan disentuh anda akan merusak sebuah bukti, " ucap seorang dokter forensik bernama Maya.
"Bagaimana kabarmu May," tanya Adit yang ternyata mereka saling mengenal satu sama lain.
"Kabarku baik dan kamu bagaimana? "
"Saya malah yang kurang baik. "
Rupanya mereka dulu satu universitas bahkan sejurusan tapi karena Adit lulus di test polisi ia memilih keluar dari kampus dan meninggalkan Maya, mereka terakhir bertemu setahun lalu saat Adit menangani kasus pembunuhan orangtua Maya.
"Aku masih susah menemukan pembunuh itu, " seru Adit.
"Dit sudahlah lupakan masalah itu, " jawabnya meyakinkan kawannya itu.
Rooftop rumah sakit tersebut memiliki kursi yang tertumpuk bahkan ada banyak sekali pot berisikan lidah mertua.
" Disini ada banyak tanaman siapa yang selalu merawatnya, " pungkas Adit.
"Seseorang yang bekerja di rumah sakit ini tapi belum lama sih, " ucap salah satu staf kebersihan yang menemukan mayat itu.
Setelah kejadian Lukas berlari kedapur rumah sakit meneguk segelas air dari galon isi ulang, ia membayangkan kala saat menginjakkan kaki ke rooftop untuk mengambil kursi yang disuruh salah satu perawat disana ia melihat sekilas seorang sosok orang memakai hoodie seperti perawakan laki-laki menghantam bertubi-tubi dengan balok kearah seseorang didepannya.
Saat orang ber hoodie hitam itu menyadari ada yang mengawasinya, cepat-cepat Lukas bersembunyi dibalik tumpukan kursi sambil menutup mulutnya agar tidak kedengeran. Sosok di balik hoodie itu pelan-pelan berjalan kearah tumpukan kursi tapi ia tidak melihat keberadaan orang lain disana.
"Tetap bersembunyi seperti seorang pengecut jangan sampai kamu keluar dan mengatakannya atau aku akan membunuhmu, " tukasnya dengan suara berat seperti laki-laki, karena memang wajahnya tidak nampak karena memakai pelindung mulut tebal.
Lukas merasa frustasi akan hal itu ia sudah meyakinkan diri agar tidak berurusan dengan manusia psikopat itu agar tidak menjadi sasarannya. Tapi ia menolehkan kepalanya ia berusaha menyuruh orang lain ke rooftop dengan meletakkan handphone rekannya dengan maksud dialah saksi yang menemukan korban.
__ADS_1
*****
Di rumah dokter Hunus mereka bersiap akan berangkat ke rumah sakit Lukas yang duluan berada disana ia tampak lemes karena semalaman tidak bisa tidur ia selalu bengong dan mengatakan jika ada hantu di kamarnya dokter Hunus yang ada di seberang merasa bingung.
"Lukas kamu kenapa? "
"Ehh pak,, saya engk lihat bapa sudah disini aja" seru Lukas.
"Saya baru beberapa menit disini dan melihat kamu tampak lemes apa kamu sakit? "
"Tidak pak saya kepikiran soal kemarin. "
"Ohh yang di rooftop,, katanya dia salah satu pasien rawat jalan tapi entah kenapa ada seseorang yang mengajaknya keatas, " ucap dokter Hunus.
"Bapa tau darimana? "
"Kan kronologisnya di cantumkan di berita, " jawabnya.
"Maaf mas saya tidak melihat, " ucapnya.
"Iya mba, " balas Lukas.
Ia menyadari hal ganjal dan langsung mengecek tasnya alhasil benar saja apa yang ia firasatkan.
"Mba dompet saya, " serunya.
"Apasih pegang-pegang mau melecehkan saya yaa, " pungkasnya dengan menyilang tangan ke dadanya.
Untung saja beberapa orang tidak menolong perempuan itu malah penasaran apa yang akan di lakukan Lukas. Ada yang berucap jika gadis itu sengaja memamerkan buah dadanya agar menarik perhatian untuk berbuat jahat.
"Kemarin saya dicopet disini, kurasa wanita ini sulit mencari pekerjaan makanya mencuri, bahkan wajahnya sangat familiar seperti sudah terbiasa melakukannya, Jangan-jangan uang tabunganku dia lagi yang ambil di toko bangunan, " ucap seseorang lainnya.
__ADS_1
" Siall" kesalnya.
Copet itu melarikan diri saat bus berhenti Lukas juga mengejarnya. "Engk cape-capenya dia mengejarku. "
"Kembalikan dompetku. "
"Siall, ini punyamu ambil aja engk ada uangnya juga, " ucap wanita itu.
"Dompetkuu, " pungkas Lukas melompat menyelamatkan dompetnya walau ia terluka. "Untung saja tidak kotor ini sangat berharga karena buatan ibu. "
Lukas berbalik badan tanpa melihat keadaan telah menyenggol seorang pria.
"Apa masalahmu, " serunya dengan suara yang samar-samar di telinganya seperti mendengar seseorang yang tampak familiar.
"Maaf saya tidak sengaja. "
"Mata harusnya dipakai, " lirihnya.
*****
Dirumah sakit Lukas merasa sedikit mendapat guncangan batin kala membayangkan orang yang ditemui membuatnya frustasi hingga Amel rekannya menegurnya.
"Lukas engk makankah itu nanti habis di kantin stoknya, " ujarnya.
"Saya lagi galau Mel. "
"Janda mana yang nyakitin kamu Kas, " terkanya.
"Apasihh saya bukan galauin wanita. "
"Oawlah saya kira masalah perempuan, " jawabnya.
__ADS_1
Lukas memberanikan diri menuju rooftop rumah sakit untuk mencari udara segar sekaligus melupakan kejadian di hari itu, ia akan melakukan sebuah kesibukan seperti lebih rajin bekerja agar melupakan hal terburuknya.