BRAVE $ MAN

BRAVE $ MAN
Bab. 53.


__ADS_3

Di malam hari 2 kapal terlihat diperairan yang sangat jauh. Sebuah kapal besar tengah mendekat ke kapal nelayan mereka berhasil naik untuk mencuri persediaan makanan dan membuat solar nelayan tumpah bahkan salah satu perompak mata satu menusuk 2 orang, selain membawa makanan mereka juga menculik seorang gadis.


"Tolong...tolong ayahh," teriakan gadis itu saat di bopong perompak.


"Anakku," ucap pria yang suaranya hampir habis karena terkeluar banyak saliva berisi darah dari mulutnya.


*****


Team J mulai berangkat menuju pelabuhan dengan menggunakan 1 mobil yang cukup besar dengan banyaknya peralatan. Pak Zaenal memberi informasi dari pos keamanan jika dilaut lepas kapal angkatan laut menemukan sebuah bangkai kapal nelayan yang sudah terapung selama 2 hari tutur salah satu awak kapal.


Sesampainya disana Robert dan yang lainnya bergegas pergi sesuai arahan Pak Zaenal untuk memeriksa kapal nelayan sebelum keduluan pihak polisi. Saat masuk tercium aroma tidak sedap didalam kapal, semakin masuk bau anyer menusuk hidung sampai kerongkongan membuat siapapun mual. Untungnya Juan, Maria dan Robert tidak mengubris aroma itu dan tetap melangkah mencari petunjuk. Di hadapannya penuh barang yang berantakan seperti terjadi pembegalan dan pebunuhan di tempatnya berdiri. Kemudian dibawah pijakannya Robert memeriksa sebuah cairan merah yang sudah mengering lalu Juan mulai memotret temuan mereka.


"Gess kalian kesini dulu, " teriak Tono dari luar.


"Ada apa Ton?" ucap Juan.


Robert dan Maria juga ikut keluar.


" Lihat temuan gue, ini ada tumpahan solar."


"Sepertinya memang terjadi pencurian dan pembunuhan di kapal, " sahut Halal.


Setelah memeriksa kapal mereka segera turun karena sebentar lagi kepolisian akan datang. Dan menuju ke sebuah tempat dimana para korban berada.


"Bagaimana ada hasil? " tanya Pak Zaenal ke teamnya dengan suara kecil.


"Iya pak."


"Mereka diduga dirampok saat mencari ikan dilaut oleh kapal besar tak dikenal, dari 6 awak kapal ada yang sudah meninggal dan sisanya di bekap dibawah tempat bahan bakar, kemudian ada satu gadis berusia 16 tahun anak dari pemilik kapal nelayan di culik oleh perompak."


" Sepertinya kita akan benar-benar berjaga di dermaga semalaman takutnya para perompak datang apalagi kita tidak tau berapa jumlah mereka," ucap inspektur Deni.


"Benar itu Den, kita tidak tau siapa mereka dan seberapa kuat," ucap Pak Zaenal.


Di malam hari brimob dan tentara militer berjaga diberbagai sudut dermaga sedangkan Robert dan yang lainnya menunggu di luar pos penjagaan.


"Gue pakai sinyal dari bulan melacak keberadaan kapal di laut," pekik Juan.


"Bagaimana caranya tau kalau kapal perompak berada dimana? " tanya Maria.


"Pertanyaan bagus, jadi kita bisa menghitung seberapa jauh jarak kapal itu dengan sinyal dari satelit dan bantuan bulan ini dilakukan pada waktu malam saja. Lalu jika sudah mendekati dermaga kita bisa pakai alatku yang lain untuk diterbangkan melihat seperti apa mereka."


" Kaya memantau jarak jauh yaa," ucap inspektur. Yang berada tepat disamping Maria.

__ADS_1


"Iya benar sekali," jawab Juan terkekeh.


"Wajahmu sangat familiar sepertinya kita pernah bertemu yaa? " tanyanya lagi dibelakang telinga Maria. Sontak pupil matanya membesar rasa takut, gemeteran, membisu menjadi satu membuat Maria teroleng kebelakang.


"Jua-n gue pergi nemuin Robert dul-u. "


"Ohh iya Mar," jawabnya.


Maria berjalan semakin cepat tanpa melihat disekitarnya lalu mengapai sebuah dinding dan bersandar disana. Nafas yang ia tahan sedari tadi langsung dihembuskannya seperti menahan oksigen didasar laut untuk naik kepermukaan.


"Apa dia sudah tau aku siapa, " lirih nya hingga mengingat kejadian dimana ia bertemu dengan inspektur tersebut.


Di ingatan di masa lalu saat masih bekerja dengan miss Lonee ia tidak sengaja berpapasan dengan polisi berpangkat mayor di sebuah lorong ruang tempat organisasi pembunuh bayaran yang dipimpin miss Lonee berada.


"Apa kau seorang wanita penghibur," tanyanya saat melewati Maria.


"Apa matamu buta lihat pakaian yang ku kenakan," ucapnya sambil menunjukkan pakaian serba hitam yang ketat memperlihatkan lekukan tubuhnya yang seksi dengan dikedua sisi kantong ada senapan dan ditangannya ada bujur panah.


"Maafkan aku, disini agak gelap jadi tidak terlalu kelihatan," ucapnya kemudian pergi meninggalkan Maria. Tidak sampai disitu Maria yang diselimuti amarah menantang laki-laki itu dengan mengarahkan panahnya hingga membuat topinya tertancap di dinding dan laki-laki itu menghindar dengan cepat.


" ck katanya gelap tapi bisa tau jika ada serangan, " cibir Maria.


" Aku seorang perwira jadi bukan hanya penglihatan tapi telinga juga harus bekerja dan mengetahui keberadaan ancaman. "


"Alasannn. " Maria langsung berlari, melompat layaknya ninja yang begitu cepat dan sudah berada di hadapan polisi itu dengan mengencam kerahnya.


"Dasar laki-laki, kau salah berhadapan dengan kuu," jawabnya ketus.


" Kalian sedang ngapain disitu, " teriak miss Lonee.


Diruang pribadi miss Lonee kedua orang itu berhadap di depan si pemilik organisasi.


"Maaf kedatangan saya disini untuk-k" belum selesai polisi itu berbicara miss Lonee menghentikannya.


"Apa kau tidak punya tata krama datang kesini mencari keributan," ucap mida Lonee


"Maksudnya apa yaa? "


"Kau mencari wanita penghibur atau mencari pembunuh bayaran? " tanyanya.


"Oohh itu haha maafkan saya kalau begitu saya tidak tau dia seorang pembunuh," ucapnya sambil menunjuk jarinya ke Maria.


"Bagaimana anakku apa kau menerima permintaan maafnya," ucap miss Lonee terhadapnya.

__ADS_1


"Aku tidak mau."


"Apa-apa ini bisanya kalian memperlakukanku seperti ini, camkan ini akan aku hancurkan tempat ini jika aku sudah menguasai kota ini," ucapnya yang langsung pergi begitu saja.


"Dasarr... mereka seenaknya memperlakukan organisasi ini dengan semena-mena, dikira kita cuman mata duitan aja mau diperalat sesuka hati mereka, organisasi ini bukan budak enak sajaa! " amarah miss Lonee memuncak dan langsung ditenangi Maria.


"Aku sangat senang miss Lonee memperlakukanku seperti anak. "


"Yaa beginilah aku mendirikan organisasi ini untuk orang-orang tak berdaya yang bisa membalas dendamnya dan untuk orang lain meminta bantuan kita membalaskan dendam mereka, tapi akhir-akhir ini banyak orang yang menyepelekan organisasi ini, walau kita mempunyai orang penting yang membantu kita tapi jika kita bertemu orang seperti tadi kita bisa dibuat binasa, jadi saat kamu berhadapan dengan orang macam tadi jangan mau di perbudak lawan saja," ucap seorang miss Lonee kepada Maria.


.


.


Tapi sekarang prinsip organisasi itu sudah tidak dilakukan lagi semenjak miss Lonee bergabung dengan penjahat kelas kakap. Itu adalah salah satu alasan Maria memutuskan meninggalkan organisasi tersebut.


Lamunannya tersadarkan saat Robert datang. "Mar kamu ngapain disini."


"Bert aku mau cerita soal inspektur itu."


"Inspektur Deni? " jawab Robert yang kemudian di anggukan Maria.


Mereka berjalan menuju mobil mini van disana Maria mulai menceritakan apa yang dia ketahui di masa lalu tentang pak inspektur.


"Begini Bert gue harus bicara pelan takut diluar dengar karena ini bersifat rahasia hanya kita berdua saja," ucap Maria.


"Iya bicara saja, saya pastikan mobil ini kedap suara soalnya sudah didesain. "


"Begini dulu gue pernah ngomong kalau sebelum bekerja bersama kalian gue seorang pembunuh bayaran? "


"Iya benar"


"Nah jadi gue baru ingat kalau waktu pak inspektur masih tingkat mayor datang ke organisasi untuk menyewa pembunuh tapi gue kaga tau siapa yang akan dia balas, lalu dia gagal merektrut karena gue dengan dia beradu mulut pada waktu itu dan miss Lonee mempergoki kita berkelahi langsung tidak akan menerima si orang itu lagi masuk, dia menuntut dan marah akan menghancurkan organisasi jika dia berhasil menguasai kota."


"Jadi kamu mengira ini juga bagian dari rencananya," jawab Robert.


"Iyappss benar soalnya tadi dia tiba-tiba seperti ngenalin gue, jadi kemungkinan dia mulai curiga dan sewaktu-waktu kita bisa dalam bahaya, " balas Maria.


"Pokoknya kita harus bicarakan masalah ini dengan team."


"Gue setuju." Mereka berdua segera mencari keberadaan team J yang berpencar. Kemudian scene diperlihatkan dimana Juan sedang berada di sebuah ruang yang penuh dengan barang-barang aneh dalam keadaan pingsan dikepalanya terdapat darah. Entah bagaimana ia berada disana terakhir dia lagi mencari sinyal kapal perompak.


.

__ADS_1


.


...Bersambung dulu yaa......


__ADS_2