
Robert sudah berada di depan kantor dengan beberapa sambutan dari team J, tetangga sekitar bahkan pihak Jaksa Lee , Saeron, Jackson, Clara dan Jojo.
"Si Juan kemana sih beli bunga aja lama bener ya ampun, " keluh Tono mengotak hpnya.
"Tunggu dulu…" Semua orang menoleh kearah suara.
Juan datang membawa buket bunga untuk diberikan ke Robert atas kedatangannya setelah siuman.
"Elu kemana aja sih Juan," bisik Tono.
" Tadi nyasar gara-gara Haikal kasih alamat engk betul. " Ia menunjuk kearah Haikal yang sedang menyicip berbagai hidangan di depannya.
"Eehemm kamu dari tadi makan terus noh bosmu panggil, " ujar Clara berlaga tidak selera melihat tingkah laku Haikal yang berantakan.
Haikal tak memperhatikan jika tali sepatunya tak begitu terikat sehingga terjatuh membuat Clara langsung membantunya.
"Makanya kal makan tuh duduk bukannya berdiri, " celetuk Jaksa Lee. Membuat semua orang tertawa.
Maria yang sedang duduk sendirian di tengah keramaian mulai bosan ia juga pergi kebagian ruang baca niat untuk tidur tapi Robert malah mengikutinya.
"Hei ngapain disini, " tanya Robert kepada Maria yang tengah bersiap menutup matanya.
"Gue lagi suntuk disana terlalu berisik, " jawab Maria begitu ketus.
Tanpa bertanya lagi Robert diam-diam beranjak untuk pergi tapi dicegah Maria dengan mengenggam tangannya.
"Bert sudut ruangan itu gelap dan lembab jadi gue rasa elu disini aja, " pintanya tanpa membuka mata tapi tahu jika Robert tengah berdiri untuk pergi.
Robert menjadi nurut dan duduk di sofa berbeda yang sejajar dengan Maria. Ia menatap kearah wanita cantik itu yang tengah tidur lalu mengalihkan pandangannya keatas langit-langit ruangan.
"Bert tau engk gue sejak kecil selalu tidur sendirian dan sangat pemberani entah mengapa semenjak bersama team J gue susah tidur apalagi di rumah seperti ada yang sedang mengintai gerak-gerikku, " tukas Maria lalu membalikkan badannya, Robert hanya menatap punggung wanita itu dengan datar.
Tidak ada yang tau jika Maria mengalami hari yang menyedihkan setelah bertemu seseorang yang membuatnya sedikit ketakutan yang selalu memantau pergerakannya bahkan setiap pulang kerja.
"Mar bareng gue balik yuk, " ucap Robert meraih tangan Maria dan membawanya kebagian depan kemudi.
Di perjalanan Robert meminta Maria untuk terus bersamanya apalagi akhir-akhir ini kejahatan tengah mengintai mereka ia berpikir jika seseorang yang sangat berkuasa akan membuat team J hancur.
__ADS_1
"Mar kalau kamu punya masalah ceritakan saja dengan kami atau setidaknya ke aku, " ujarnya kepada Maria yang sedang menatap keluar jendela. Dari balik kaca spion Maria seperti abis menangis saat berada di ruang baca tapi Robert belum mengetahuinya.
"Hmmm tapi belum waktunya, " ucapnya.
Tiba-tiba mobil sedan menyerobot kebagian depan mobilnya sehingga Robert harus mengerem dadakan, terlihat orang misterius dengan stelan berjas hitam keluar dari sana lalu meminta maaf ke arah mereka dari dekat jendela.
"Sorry bro saya tadi lagi menghindari kucing jadi malah banting stir, " jawabnya berlalu memandang Maria disebelah Robert.
"Ya sudah lainkali hati-hati mas ini juga sudah malam jangan mengemudi dalam keadaan mabuk, " balas Robert dengan ketus saat mencium aroma dari tubuh pria itu.
Maria yang tengah ketakutan sambil memandang ke arah belakang dari kaca spion sontak Robert melajukan kendaraan dari jalan itu.
Sesampainya di rumah Maria mereka berdua bersamaan masuk kedalam, Robert yang daritadi melihat Maria melamun di ruang tamu lalu menegurnya.
"Mar aku sudah pakai kamar mandinya, kalau mau masuk silahkan, " ucapnya membuat Maria lekas berdiri untuk pergi mandi.
20 menit kemudian Maria keluar dari kamar mandi yang sekalian menganti baju di dalam.
"Bert kamu belum balik? " tanya Maria.
"Ohh iya benar, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku, " titahnya lalu keluar dari rumah Maria. Setelah menghilang dari pandangannya, Maria cepat-cepat mengunci pintu lalu menuju kamarnya.
Tiba-tiba suara menganggu menghancurkan ketenangan Maria yang sudah terlelap. Di bagian dapur miliknya Maria sudah berada di sana untuk mengecek keanehan dengan menyalahkan keseluruhan penerangan di segala arah. Tak sadar seseorang dibalik gorden menampakkan wujudnya membuat Maria tersentak ke lantai.
"Apa maumu kenapa selalu saja mengangguku! " jawabnya dengan sangat emosi bahkan wujud laki-laki itu sudah berada sangat dekat dengannya.
******
Pak Zaenal dan Jaksa Lee akan melakukan perjalanan menuju kota yang cukup jauh dari Kota Nusantara menggunakan pesawat semua team mengantar kepergian mereka.
"Hati-hati Pak Zae jangan lihat kebawah nanti pingsan, " ledek Tono.
"Kamu ini suka sekali menggodaku, awas engk kukasih oleh-oleh baru tau rasa kamu, " ujar Pak Zaenal.
" Siap Pak engk lagi deh, " jawab Tono yang masih mengledek bosnya itu.
" Sudah-sudah kalian ini pokoknya saat kami berpergian jangan lupa selalu bersikap baik, " ucap Jaksa Lee menghentikan gurau Tono terhadap Zaenal.
__ADS_1
Setelah mengantar mereka pergi dengan kendaraan masing-masing menuju ke kantor tapi Haikal dan Tono yang satu mobil memilih ke jalur berbeda untuk mampir ke suatu tempat dulu.
"Mar mau makan engk? " tanya Robert sambil menunjuk kearah warung makan di dekat bandara.
"Boleh gue tadi pagi belum makan juga sih, "
"Juan kita mampir kesana dulu, " teriak Robert ke arah samping mobil Juan yang sejajar dengannya.
"Iya ikut saja gue, " sahut Juan.
Saat duduk di warung terlihat mata melotot Maria menghadap ke arah televisi yang bergantung di sudut. Begitu Robert dan Juan kembali dari wc ia memberitahukan apa yang sedang ditontonnya.
"Mar lihat apaan sih sampai begitu tatapannya, " tanya Juan.
"Itu bukannya pesawat yang dinaiki Pak Zaenal dan Jaksa Lee , " ucap Maria seraya menunjuk kearah siaran berita yang menampilkan tentang pesawat yang mengalami pembajakan hingga ancaman pembom-an di atas langit kepada perusahaan penerbangan Nusantara Airlines melalui rekaman amatir dari penumpang.
Dua jam yang lalu saat Pak Zaenal dan Jaksa Lee akan masuk ke dalam pesawat mereka bertemu salah satu komplotan penjahat yang tak sengaja menjatuhkan tas yang mencurigakan terlihat dari dalam barang yang aneh.
"Maaf mas saya tidak sengaja, " ucap Pak Zaenal yang dengan tatapan menyelidiki saat tas itu berada di genggamannya. lalu direbut oleh orang itu lagi.
"Jangan sembarangan lihat milik orang lain itu tidak sopan, " jawab pria yang keliatan lebih muda dari Zaenal.
"Maaf mas saya cuman bantu doang, " tukas Pak Zaenal.
Usai menyelesaikan masalah kesalahpahaman diantara mereka akhirnya Pak Zaenal dan Jaksa Lee duduk dengan tenang lalu memperhatikan kearah orang yang tadi bermasalah dengan mereka.
"Zae gue curiga mereka komplotan penjahat, " ucap Jaksa Lee.
"Lee jangan ngadi-ngadi kita lagi di atas, mau pesawat ini dalam bahaya, " tukas Zaenal begitu takut sambil menutup kedua matanya setelah lepas landas.
Beberapa menit kemudian setelah tenang para perompak itu melancarkan aksinya dengan mengajungkan senjata kepada semua orang lalu menarik pramugari disampingnya untuk jadi tawanan agar semua orang tidak histeris.
"Bagaimana ini Zae, " tanya Jaksa Lee kepada Zaenal yang tampak menatap tajam kearah lima perompak di depan sana.
.
.
__ADS_1
.
...Bersambung dulu yaa......