BRAVE $ MAN

BRAVE $ MAN
Bab. 35. Hal yang memalukan


__ADS_3

Maria keluar dari ruang sidang dengan wajah sedu ia tidak menyangka jika ia akan mendapat kejutan saat ia ingin menghancurkan hidup mantan bosnya.


"Arghhhh." Maria mengacak-acak rambutnya mungkin orang sekitar yang melihatnya menganggap ia sedang gila.


"Woy" ucap seseorang sekitar 2 meter di depannya.


"Mau ngapain lu" tanya Maria.


Robert mengajaknya ke restauran terdekat dari kejaksaan. Sambil menuangkan minuman rendah alkohol ia menanyakan perihal soal yang diungkapkan Jack dipersidangan.


"Maksud dari bos kamu apa tadi, " tanya Robert.


Maria tak menjawab pertanyaan dari Robert.


"Kamu engk lupakan soal masalah tadi, " ujar Robert lagi.


Maria langsung tersadar akan lamunannya dan merengek akan hal itu untung saja tidak terlalu banyak pelanggan ditempat itu.


"Cukupp... nanti orang kira saya bikin kamu menangis lagi. "


"Pelayan berikan aku minuman alkohol lagi, " ucap Maria.


"Husss ini masih tau, " cetus Robert.


"Gue mau melupakan masalah dengan alkohol, " ucap Maria.


Dengan seksama Robert mendengar semua yang di celotehkan Maria dalam keadaan mabuk, hingga ia membicarakan soal kasus pembunuhan yang ia lakukan agar tidak semakin jauh pembahasannya Robert menyumpal mulut Maria dengan gorengan didepannya.


Tiba-tiba hari sudah gelap saja terlihat Robert mengendong Maria di punggungnya.


"Kau sangat berat padahal dilihat-lihat kurus aja. "


"Enak aja gue tidak kurus tapi aku seksii, " ucap Maria.


"Woyy jangan goyang-goyang napa, " ucap Robert yang mengendongnya hampir oleng.


"Gue mau pipis turunkan gue."


"Duhh sebentar kita cari toilet umum dulu. "


Robert dengan berlari mencari keberadaan toilet.


"Engk tahan, gue pipis disini aja yaa. "


"Woyy jangan ngadi-ngadi sebentar pipisnya dibalik semak-semak aja, " ucapnya sambil menurunkan Maria.


Cepat-cepat Maria ke sebelah mobil yang ada semak-semak di lokasi itu agak sepi dan penerangan minim sehingga Robert tidak was-was akan ada orang yang lewat. Dengan kelegaan Maria melepaskan air seni yang dari tadi ia tahan tak sadar Robert yang sedang menunggu, seperti ada air yang mengalir kearahnya karena jalannya yang terlihat miring salah satu faktor kencing Maria mengalir kearahnya bukan ke selokan.


"Sudah selesaikah? " tanya Robert.


"Iya hehe. "


Sejak berjalan Robert seperti mencium bau pesing dan melihat sekitar dan kaget jika air seni milik Maria ada dibawahnya.


"Sepertinya aku akan lama di tempatmu nanti, " pinta Robert kembali menuntun Maria jalan.

__ADS_1


"Memangnya kenapa, " ucap Maria yang masih diselimuti kemabukan.


"Taksi." panggil Robert.


Mobil taksi berhenti Robert menuntun Maria pelan-pelan kemudian didudukan lebih dulu agar tidak terkena bagian atas taksi lalu Robert terakhir yang masuk.


"Mau kemana mas? " tanya sang supir saat Robert masih belum duduk nyaman.


"Sebentar saya lihat kartu pengenalnya dulu, kita ke Jalan Saswarti No. 23," pungkasnya.


Mobil sempat melewati gubangan membuat kepala Maria jatuh ke bahu Robert. Selama perjalanan ia merasa taksi yang ditumpanginya berputar-putar saja sehingga sampai di kediaman Maria. Tapi uangnya habis untuk membayar taksi bodong tersebut, itupun uangnya masih kurang beberapa ribu.


"Taksi sialann, " pekiknya.


Robert masih harus mengendong Maria melewati lift ke lantai 4 apartemen. Sesampainya didepan pintu apartemen Robert menyuruh Maria memencet kata sandi miliknya agar bisa masuk tapi malah orang yang ia suruh celengak-celenguk sampai menyapa tetangga yang sedang keluar buang sampah.


"Maaf mbak ini orang emang agak lain. "


"Mar cepat pencet sandinya sebelum kita dikira orang gila, " bisiknya.


"ihh apaan sih kamu siapaku dan aku siapamu, " celoteh Maria.


Kesabaran Robert mulai habis akan tingkah gadis itu tapi beberapa menit kemudian Maria mulai memencet tombol rumahnya dan berhasil masuk. Robert membawa Maria ke kamarnya sedangkan ia merebahkan diri di sofa ruang tamu.


"Akhirnya bisa melepas lelah membawa wanita mabuk itu. "


*****


Sinar pagi masuk kedalam jendela kamarnya, matanya perlahan membuka rasa sakit di kepalanya membuat Maria enggan beranjak dari kasurnya, tiba-tiba ia merasakan ada seseorang selain dia di apartemennya.


Dilihatnya seorang pria dari belakang tampak asing baginya saat berbalik Robert menggunakan celemek warna pink membuat Maria teriak diikuti Robert yang kaget juga ikut teriak.


"E-lu...ngapain ada di apartemenkuu, " ucapnya dengan tegas.


"Aku cuman bikinkan sup ayam,, tapi tunggu dulu kenapa kau memarahiku setelah apa yang kau perbuat saat semalam aku yang mengendongmu pulang, sampai uangku habis, " tukas Robert.


"Maksudmu? " tanya Maria mulai mengingat akan yang terjadi ia juga melihat ke pakaiannya yang juga terganti ia mulai berteriak lagi.


"Ini ke-napa gue pakai baju ini padahal semalam bukan ini pakaianku, " ucapnya sambil merengek.


"Suaramu membuatku kesal, " celoteh Robert sambil menutup telinganya.


"Itu ibu-ibu yang sering pagi-pagi membersihkan rumahmu dia ku suruh sekalian mengantikan pakaianmu, " sambungnya.


"Beneran? "


"Iya benar, lagi pula aku engk bisa pulang tadi malam karena ketiduran disofa lalu hujan juga turun. "


Perut Maria berbunyi karena lapar.


"Kau lapar sini sup ku sudah jadi, " pinta Robert.


Setelah perdebatan mereka akhirnya makan bersama-sama di meja makan karena menikmati makanannya, Maria sampai nambah beberapa kali.


"Ohh yaa ini kamu belanja pakai uangmu sendiri? " tanya Maria.

__ADS_1


"Bukan ini pakai kartumu ada di mejamu. "


Maria menjatuhkan makanannya dari mulutnya.


"Kau harusnya berterima kasih karena aku sudah mengantarmu pulang dan memasakimu kalau aku jadi orang lain sudah ku rampok, " ucap Robert.


"Yaa santailah, kan gue engk tau, " jawab Maria. Selang beberapa menit ia kaget mengingat sesuatu saat melihat wajah Robert.


"Kamu kenapa? " tanya Robert.


"Tidakkk." Maria bergegas berlari ke kamarnya.


"Itu sangat memalukan kenapa bisa begitu sih sangat memalukan sekali. "


Di pastikan jika Maria mengingat kejadian ia pipis di malam itu.


Robert mengetuk pintu kamarnya karena ia harus pulang. "Mba saya mau balik nih. "


"Iya pulang aja gapapa, " ucapnya dari balik pintu.


"Tapi saya engk ada ongkos. "


Maria menyelipkan uang di bawah pintu.


"Makasih mbak btw masalah semalam soal sepatu saya kena air kencing. Tak perlu merasa bersalah kok setiap orang memiliki kenangan buruk, kalau sama saya aman kok Mar. "


Maria menutup telinganya saat sudah tidak terdengar suara Robert ia membuka pintu kamarnya.


Robert menaiki bus agar hemat uangnya lumayan pemberian Maria bisa ia pakai jajan di warung.


Tak lupa ia juga membungkusnya untuk team J. " Selamat pagi semuanya, " sapa Robert.


"Pagi Bert. "


"Wihh harum banget nih apa tuh di kresek hitam, " ucap Tono yang dari tadi mencium aroma sedap saat Robert masuk.


"Ini bakso makanlah btw Pak Zaenal kemana. "


"Ada sih tadi kalau sekarang entah kemana. "


"Lu semalaman kaga di rumah? " tanya Haikal.


"Iyaa saya nginap di tempat kawan, " jawab Robert ketar-ketir.


"Emang teman yang mana? " tanya Haikal lagi.


"Adalah pokoknya, sudah makan itu keburu dingin lagi nanti. "


.


.


.


...Bersambung dulu yaa...

__ADS_1


...(◍•ᴗ•◍)...


__ADS_2