
Hutan dipenuhi rimbunan pohon yang begitu lebat setiap jalan yang dilalui gadis itu tampak sama dan kembali ketempat awal saat ia siuman.
"Kak Ros... kaka dimana Sandrina takut, " rengeknya. Setiap potongan ingatan mulai merasuki nya di rumah tempat mereka beristirahat di lokasi bukit itu ia membayangkan masih berada disana tapi Sandrina susah mengingat kejadian sebelum sampai kehutan. Hingga kepalanya sangat sakit dan terjatuh beberapa kali ia mengingat tetapi sangat susah.
"Kak Lela.... kak. " Sandrina memanggil dan terus berjalan hingga sampai di tepi jurang ia hampir terpleset. Tiba-tiba ingatannya kembali saat tak sengaja bertemu seekor rusa di sana.
"Duhh, bikin kaget saja tuh rusa," ucapnya seraya memegang kepalanya yang terasa denyut nya membuatnya lemas.
Di dalam ingatanya ia melihat sebuah dinding ruang tempatnya beristirahat di pendengarannya banyak orang ribut di luar tempatnya istirahat.
"Kenapa diluar sangat ribut sekali," ujarnya lalu berjalan menuju pintu.
Ciut (bunyi pintu terbuka)
Terlihat beberapa staf sedang menikmati makan siang mereka.
"San sini makan," panggil Ros asisten sementara Sandrina.
"Iya kak." balasnya sambil melirik ke semua arah orang-orang sana dan makanan di hadapannya.
"Jangan malu-malu dek," seruan staf lainnya.
Dengan pelan Sandrina meraih sebuah piring lalu mengambil nasi maupun lauk, di kepalanya selalu teringat pesan managernya untuk menjaga sikapnya selagi di lokasi. Dengan gaya makan anggunnya sambil menoleh kesegala arah ia merasa itu bukan dirinya karena memang kelakuannya berbeda di rumah maupun di luar.
"Tuan Cho." Sutradara menunduk hormat kepada orang yang baru saja datang di tengah mereka menikmati makanan.
Selesai makan dan melanjutkan sesi bagian akhir dari syuting. Sandrina harus menyelusuri hutan sesuai dengan dialognya di script kemudian bertemu pemeran lain untuk merebut sesuatu dan nantinya jalan cerita Sandrina akan memakai sebuah mahkota lalu mengeluarkan sebuah produk terbaru Geuning long sebuah face mask maupun sheet mask dari ekstrak kulit pohon pinus untuk membantu mempertahankan kelembapan paling efektif pada wanita dengan kulit kering.
Namun, kelembapan adalah bahan utama dalam semua jenis kulit karena kulit yang dilembabkan mampu menyerap bahan aktif lainnya dengan lebih baik. Pohon pinus juga dapat membantu memperlambat proses penuaan pada kulit. Dan Kandungan antioksidan dalam minyak kayu pinus pun diketahui dapat membantu meningkatkan perlindungan kulit dari berbagai masalah kecantikan. Seperti melawan hoperpigmentasi, bahkan mencegah kerusakan sel-sel kulit.
" Oke cut. semuanya terima kasih atas kerja kerasnya, " ungkap pak sutradara.
Syuting berakhir hampir sebulan lamanya banyak crew yang mulai berpamitan usai selesai kerjaannya sedangkan sandrina lagi-lagi mencari keberadaan Ros entah kemana.
Melewati ruang pribadi khusus Long cho, Sandrina mendengar sebuah percakapan dari dalam.
"Tuan kita telah selesai melaksanakan syuting iklannya. Apa kita akan langsung pergi melakukan misi? " tanya Reno.
"Tunggu sampai minggu depan baru kita lakukan misi tersebut karena aku harus mengeluarkan gadis-gadis itu dari sana," sahut Long cho.
"Gadis-gadis? yang dimaksud pak Cho siapa? " ucap Sandrina dengan ekspresi penuh tanda tanya.
"Apa yang kau lakukan disini? " ucap seorang pria berjas hitam dengan kacamata hitam menghentikan Sandrina menguping.
"Tidak! saya hanyaa." Belum selesai Sandrina melanjutkan ucapannya dari belakangnya pintu terbuka menampakkan wajah Reno tanpa ekspresi. Dan pandangannya terasa gelap kala sebuah dekapan bius dari kain arah sampingnya membuatnya pingsan.
"Berikan saja ke binatang buas di hutan, aku tidak menginginkannya lagi," jawab seorang pria yang agak buram dilihat Sandrina masih setengah sadar lalu pandangannya menghilang.
.
__ADS_1
.
Kembali ke keadaan dimana sekarang Sandrina sedang duduk bersandar di pohon besar ia masih merasakan pusing di kepalanya. Beberapa kali juga mendengar lolongan serigala karena waktu juga sudah gelap.
"Bagaimana jika aku di makan binatang buas itu? kalau tidak. Mungkin aku akan mati di tempat ini," sunggutnya penuh ketakutan.
*****
Ros masih berada di lokasi untuk mencari keberadaan Sandrina lalu menghubungi seseorang atas hasil yang ia dapat.
Beberapa hari yang lalu. Sebenarnya selama ini Ros seorang informan yang menyamar menjadi asisten sementara sandrina saat menyergap seorang asisten wanita yang asli menggunakan identitas si korban untuk mengelabui Reno.
"Maaf Pak saya telat," ucapnya kepada Reno.
"Kamu seorang pekerja dari perusahaan jasa kan? " tanya Reno.
"Iya Pak saya Ros," ucapnya sambil menjabat tangannya dengan Reno tanpa dicurigai Reno langsung mengijinkan Ros palsu masuk kedalam lokasi yang cukup tertutup itu, didalam sana Ros palsu melihat ke sekeliling apa yang akan ia sampaikan ke atasannya. Karena memang Ros palsu ini adalah seorang mata-mata yang ditugaskan.
Setelah Reno mengajaknya berkenalan dengan Sandrina ia juga tak lupa memberi peringatan untuk Ros.
"Kamu jangan mencari tau apa yang ada disini lebih jauh karena ke penasaranmu bisa membuatmu terjerumus. Mengerti? " Perintah Reno langsung meninggalkan tempat setelah Ros mengangguk.
"Fiuhh, sepertinya aku harus berhati-hati sama orang itu auranya mengerikan sekali," ucapnya.
Untuk pencarian pertama ia gagal karena banyaknya crew lalu lalang disana kemudian dilanjut saat Sandrina syuting sesi terakhir di hutan itulah kesempatan untuknya pergi.
Dalam pergerakannya ia menemukan sesuatu di dalam hutan setelah pohon pinus lalu di sebuah lapang luas seperti telah di babat habis setengahnya. Wanita berparas cantik itu menggunakan kayu untuk memeriksa dibawah rumputan.
"Apa yang sebenarnya mereka sembunyikan kenapa ada beginian disini? " ucapnya sambil membukanya dengan penuh kekuatan tapi tak sanggup karena sangat keras sehingga ia harus mendapat bantuan dari orang lain. Pergilah ia menuju tempat syuting disana ia tak menemukan orang lain.
"Sepertinya sudah selesai deh. "
"Ehh mas lihat Sandrina engk? " tanyanya ke seorang laki-laki yang sedang mengangkat kardus berisi peralatan. Lalu si pria mengelengkan kepalanya tanda tidak tau.
"Kemana tuh anak," pekiknya lalu mendapat telepon dari atasannya.
"Iya nyonya? "
"Baiklah akan saya share lock lokasinya."
*****
Mobil mini van dan mobil sedan hitam sampai di lokasi bukit dengan gelaganya mereka memeriksa sebuah pintu dari lapisan seng lalu membukanya agar mobil bisa masuk.
"Gue akan periksa lebih jelas dulu baru semuanya bisa langsung turun " ucap Haikal. Robert, Tono dan Haikal keluar untuk mengecek keadaan sesudah aman baru kembali memberikan informasinya.
Mereka mengendap-endap menuju kesegala arah memastikan situasi yang membuat Saeron geregetan.
"Heii biar aku saja yang memimpin, sebelum itu kita panggil seseorang yang sudah lebih dulu kesini," lirih nya menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Kamu dimana kemarilah... " Tidak butuh lama mereka menunggu seorang wanita datang dengan tergesa-gesa.
"Salam nyonyaa," hormatnya dengan menunduk kepada Saeron.
"Apa kau menemukan sesuatu? " tanya Saeron.
"Iya nyonya disebelah sana," ucapnya seraya menunjuk ke bagian hutan.
"Ayo kita kesana."
Barisan belakang Robert berbisik kepada Pak Zaenal mengenai Saeron.
"Dia adalah detektif yang handal dulu di kepolisian ia sangat hebat memecahkan kasus tapi karena ia menerima cinta seorang duda kaya di luar kota sehingga ia memutuskan keluar begitu saja dalam 7 tahun kariernya."
" Heii aku mendengar ucapan kalian, " sahut Saeron di paling depan.
"Walau umurku tidak lagi muda tapi pendengaranku masih hebat," sambungnya.
"Iyo kau memang paling bisa diandalkan beruntung kami memanggilmu," ledek Pak Zaenal.
"Di sebelah sini nyonyaa," ucap si Ros.
"Para lelaki angkat... " pintanya.
Seketika dengan kekuatan 5 pria muda (Robert, Juan, Haikal, Tono, Jojo) yang tangguh besi bulat itu bisa di angkat walau agak susah. Di detik terakhir Pak Zaenal dan Jaksa Lee ikut serta.
Di dalam sana sangatlah gelap untungnya Robert membawa senter yang cukup terang menyelusuri terowongan bawa tanah.
"Bert itu apaan? " tanya Juan.
"Hah. mana Juan, " balas Robert.
"Ituu di pojokan yang dibungkus," ucap Juan.
Robert dan Juan memeriksa sebuah karung saat mendekat bau menusuk hingga kedalam hidung mereka.
"Aaaaaaaa." Teriakan terdengar hingga keatas.
"Robert, Juan kalian gapapa? " tanya Pak Zaenal.
Tak terdengar suara dari bawah lagi Pak Zaenal menyuruh sisanya ikut turun membantu.
Keheningan pecah setelah Tono, Haikal dan Jojo ikut masuk. Mereka tampak kaget dengan apa yang ada dihadapannya.
.
.
.
__ADS_1
...Bersambung dulu yaa.......