
Sejak 2 hari Robert di rawat intensif di Rumah sakit citra alam. Pada siang ini perawat mengabarkan jika pasien telah siuman membuat semua orang menunggunya melepas lega.
" Syukurlahh Robert sudah siuman. "
" Untuk sementara pasien jangan di ganggu dulu karena masih terbangun dari koma nya," ucap dokter keluar dari ruang perawatan selesai memeriksa keadaan Robert.
"Terima kasih pak dokter. "
" Gue kabarin adiknya dulu lah. " ujar Juan pergi meninggalkan mereka.
Setelah dengar kabar Robert siuman dari balik tembok orang misterius itu pergi mengabarkan ke seseorang yang berada di dalam mobil terparkiran di halaman rumah sakit tak jauh dari pintu masuk.
"Tuan… laki-laki itu telah sadar," jawabnya lirih setelah mendapat bisikan dari pesuruhnya.
Pria itu membalas dengan senyuman. " Segera lakukan rencana yang telah di rancang jangan sampai kalian gagal lagi, dan antarkan aku menuju wanita itu"
*****
Di sebuah gedung kosong yang berisikan banyaknya drum plastik ukuran 500 liter tertata sejajar di pinggir lalu di tengahnya ada kursi yang diduduki seorang wanita dengan penuh darah menempel di pakaiannya. Di depan sudah berdiri seorang pria yang nampak menendang kursi berserta wanita bernama Laila di atasnya.
"Kau tau kan apa yang akan aku lakukan jika kerjaanmu gagal? "
"Tol-ong tuan jangan sakiti mereka. " Ia tak sanggup menahan perih dari injakan pria itu yang membuat Laila merintih kesakitan di bagian lengannya.
Mendengar korbannya kesakitan. "Aku akan membuat kau tenang setelah masuk kedalam drum plastik itu, segera masukin dia," serunya.
"Ohh yaa anak itu tidak akan kusakiti tapi… kujadikan penggantimu untuk melakukan tugas yang belum kakaknya selesaikan. " Ia pergi meninggalkan tempat itu.
"Tolong lepasin aku, " Mohon Laila kepada dua orang suruhan pria tadi.
Setelah membiarkan Laila tenggelam beberapa menit kemudian mereka menutup drum itu lalu pergi meninggalkannya.
"Aku benar-benar akan mati disini sampai melihat sosok bayangan, sepertinya memang malaikat maut yang datang." Batinnya.
"Hei bangunlah. "
"Apa dia masih hidup? " tanya Tono disamping Haikal yang masih melepaskan ikatan Laila.
"Sepertinya dia masih hidup, " ucapnya sambil memeriksa denyut di leher Laila.
Mereka segera membawanya pergi lalu dengan sengaja membakar gedung kosong agar tak ada yang tau jika Laila masih hidup.
"Dasar bodoh, kenapa kalian membuatnya kebakar, " ucapnya begitu kasar dengan kedua bawahannya.
"Wan… kemarilah," panggil Pria itu.
"Iya Tuan."
__ADS_1
"Menurutmu ini hal yang bagus jika wanita itu mati? "
"Kalau saya pikir jika Laila mati kita tak bisa menyuruh adiknya melanjutkan pekerjaannya."
"kau sebagai asistenku yang bekerja lebih lama denganku apa tidak ada menyangkut kepintaranku padamu! " ucapnya yang begitu emosi.
"Maafkan saya Tuan, " jawabnya.
" Pergi… suruh yang lainnya memadamkan apinya jangan sampai meluas hingga keladang ganjaku," pintanya.
"Baik Tuan, " balas Wawan undur diri.
*****
"Sobatku…" sapa Juan.
"Hei kau sudah sehat rupanya. " Tono memberikan pukulan pelan ke pundak Robert yang sedang bersandar di tepi ranjang.
"Aku sudah berapa lama berada disini? " tanya Robert.
"Lumayan lama sih hampir 3 hari, " jawab Haikal.
"Ternyata lama juga, " lirih nya.
"Emang kenapa Bert." Tampak Juan penasaran dengan raut wajah Robert yang begitu ragu.
Wajah Juan sudah sangat dekat dengan badan Robert ia begitu penasaran apa yang ada di pikiran kawannya itu.
Tak terasa waktu begitu cepat, tepat pukul 8 malam semua team masih berada di ruang perawatan Robert termaksud Pak Zaenal dan Jaksa Lee disana.
Tampak kedatangan lagi tamu jauh yang beberapa waktu menolong team J membasmi perusahaan Geuning long.
"Hallo tampan," sapaan Saeron mengagetkan semuanya disana hingga ruang tampak pengap nambah tamu lagi.
"Aku membawakan makanan sehat untukmu… ohh iya tadi aku bertemu rekan yang lainnya diluar ada laki-laki tua yang cerewet lalu 2 anak muda yang cowo dan cewe.
" Hallo semuanya, " ujar Jackson.
"Woy bro…apa kabarnya, " panggil Tono ke Jojo yang tampak semakin dekat setelah peristiwa di bukit tanpa nama. Dan tidak lupa menyapa Clara yang datang bersama Jojo juga.
Ruang semakin pengap dengan kehadiran semua orang disana bahkan beberapa kali di tegur perawat agar tidak menganggu pasien lainnya walau ruang perawatan Robert terbilang VIP.
"Kami balik duluan sampai ketemu Bert dalam misi, " balas Jackson yang terbilang suaranya paling kencang disana sehingga terus-terusan ditegur perawat.
"Untung dia sadar diri sama suaranya."
"Engk sadar elu juga sama Ron," sindir Pak Zaenal mengarahkan sorotan matanya ke samping Saeron yang tampak memperhatikan Robert di dekat ranjangnya.
__ADS_1
"Keluar kalian… noh mba perawat ngintipin kalian, " ledek Jaksa Lee saat melihat Saeron memijit otot lengan kekar milik Robert.
Ketika semua orang sudah pulang tersisa anak Team J saja Pak Zaenal menyuarakan suatu kebenaran setelah Robert telah sadar dari koma nya.
Pak Zaenal mendekat ke tepi ranjang lalu diikuti Juan, Tono dan Haikal.
"Kalian harus tau semenjak tertangkapnya pelaku pembunuhan di rumah sakit ini hidup kita belum sepenuhnya tenang bahkan saat Jaksa Lee mengatakan jika dia harus segera menyusun rencana mencari tau siapa dalang di balik ini semua jadi kalian harus tetap waspada." tukas Pak Zaenal lalu semuanya ikut mengangguk.
*****
Suara hentak boots heels memancar keheningan di jalan kala waktu sudah semakin malam tak ada lagi aktivitas di sekitaran toko semuanya sudah tutup tersisa kedai nasgor yang masih buka sampai dini hari.
"Mas pesan 1 nasi goreng yang tidak terlalu pedas di bungkus. "
"Baik neng ditunggu yaa."
Maria begitu kelelahan setelah menghandel pekerjaan di kantor sampai tidak makan malam ia begitu kepikiran keadaan Robert yang masih terbaring di rumah sakit.
"Bagaimana keadaan Robert sekarang sejak kemarin belum sempat mengunjunginya," ucapnya.
Setelah begitu lama menunggu abang nasgornya memasak, Maria sempat terngantuk-ngantuk sampai kepalanya bersender di meja setelah dibangunin ia bergegas pulang.
Kembali melalui jalan sepi ia sempat menoleh ke beberapa anak muda yang sedang nongkrong diantaranya ada yang mabuk, di dekat tikungan ruko-ruko Maria merasa jika ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Lantas ia mempercepat langkahnya mungkin sudah sambil berlari karena sangat takut.
Hampir mendekati gang rumahnya ia kembali berjalan pelan tidak sabar akan masuk untuk merebahkan dirinya di kasur empuk. Tiba-tiba dari belakangnya ada yang membekap dirinya lalu menariknya ketengah lorong dua ruko yang bersebelahan disana ia memelas takut di apa-apain orang itu kemudian perlahan membuka matanya dilihatnya sosok yang belum menampakan wujudnya.
Sebuah civic hitam berhenti di depan rumah maria terlihat Tono melangkah naik ke tiga tangga lalu mengetuk pintu tak ada pergerakan dari dalam karena memang rumah Maria tampak tak berpenghuni karena gelap.
Toel dari belakang mengagetkan nya. "Eh ayam ayam." Latah Tono tak sadar di kejutkan Maria dari belakang.
"Disini engk ada ayam Ton, " ledek Maria sukses membuat rekannya cemberut.
"Elu jam segini baru balik ngapain kemana aja sih? " tanya Tono.
"Sorry gue abis jalan-jalan dulu cari angin sekalian beli nasgor, " ucap Maria sambil terkekeh. "Ehh itu mobil siapa? " sambungnya.
"Pak Jackson dia nitip mobilnya di apartemen jadi gue pakailah, sekalian nih gue bawakan sate kambing. "
Maria menekan kata sandi untuk masuk kerumah. "Duluan Ton masuk, " tukas Maria. Lalu memalingkan matanya kearah tempat ia di serkap orang misterius tadi.
.
.
.
...Bersambung dulu yaa...
__ADS_1