
"Tono, Haikal, " panggil Robert.
"Kalian harus ikut ada yang ingin kami sampaikan," ucapnya lagi sambil menarik kedua tangan temannya.
"Wah...wah... kalian mau pada kemana." Suara yang cukup familiar terdengar di belakang mereka. Inspektur Deni yang datang bersama bawahannya.
*****
Pandangan Robert agak buram saat baru membuka matanya beberapa kali mengedipkan untuk mendapat reaksi dan mengingat apa yang sedang terjadi.
Kepalanya masih terasa sakit saat mencoba bangun dari tempatnya disekitar tempat terlihat begitu gelap ia lantas meraba-raba dinding sambil berjalan menembus kegelapan ia berharap menemukan saklar lampu atau sejenis untuk menjadi penerangan.
Cklek (lampu akhirnya menyala walau agak redup. Terlihat tempat itu seperti bekas kontainer yang dijadikan tempat persembunyian ia yakin orang yang memukulnya dari belakang pasti yang membawanya kesini. Robert berjalan kedepan lorong kontrainer itu yang sepertinya menyatuh dengan kontainer yang lain menjadi sebuah bangunan yang panjang, ada sebuah ruang yang pintunya ganggangnya Robert terus-terusan memaksa.
Tok.. tok "Ada orang didalam? " tanyanya. Tak ada yang menjawabnya Robert segera melangkah lagi tiba-tiba terdengar dari arah yang jauh suara yang bergema membuatnya mencari persembunyian.
Ruang yang tadinya terkunci dibukanya dengan paksa dengan hantaman batu besar yang didapatnya membuka segel rantai besi di ganggang pintu hingga terlepas.
"Berhasil."
Dengan menempelkan telinganya di sisi pintu untuk mengetahui apa orang-orang itu sudah lewat atau belum. Suara yang semakin dekat membuat jantung Robert berdegup.
Deg!
2 menit berlalu tidak terdengar lagi suara dari balik pintu. Robert memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya dan mencari keberadaan temannya yang lain.
****
Maria tergesa-gesa lari dari kejaran 2 polisi suruhannya Deni. Ternyata beberapa jam lalu saat Tono, Haikal, Robert dan dirinya dikepung oleh Deni bersama bawahannya mereka lantas mengatakan jika kapal perompak yang ingin menguasai kota adalah bagian dari rencana Deni untuk menghancurkan pemerintah.
Karena Deni sangat dendam di kala dimasa lalu keluarganya direnggut akibat tuduhan dari pemimpin kota lalu yang mengutus komandan kepolisian yang mengatakan jika mereka yang tinggal dipesisir pantai adalah bagian dari perompak kenapa begitu? mereka sama sekali tidak di bunuh oleh perompak itu dan malah menyakiti penduduk di tengah kota sehingga Deni kecil berhasil melarikan diri dari kobaran api yang membakar semua rumah mereka dan penduduk lain beserta pemiliknya.
.
.
__ADS_1
"Syukurlah gue terbebas dari 2 polisi itu," lirihnya sambil bersembunyi dibalik tembok.
Maria mengatur pernapasannya sembari mencari cara agar keluar dari pelabuhan ini agar bisa mencari bantuan menolong rekannya yang masih disekap. Matanya tertuju oleh mobil mini-van milik Juan ia segera mengendap-endap menuju ke mobil itu sekaligus mencari dimana Juan menaruh kunci mobil di dalam pos jaga.
"Gue yakin Juan pas itu taruh di meja sini" ujar Maria. Suara dari luar membuatnya tertunduk lemas.
"Cari diseluruh tempat pasti gadis itu masih berada disekitaran sini," ucap sekelompok aparat bodong milik Deni.
Tangannya meraih sebuah benda kemudian meraba tanpa melihat, matanya melotot dan langsung melirik ke lantai.
"Wuaaa ketemu," ucapnya langsung bergegas menuju mobil dengan cekatan ia berhasil masuk dan menjalankan mobilnya walau agak sedikit tersendat saat menghidupkannya. Mobil melaju ke arah luar berharap tidak ada polisi berjaga di pintu keluar pelabuhan.
Maria berkujup bahagia karena berhasil melewati pos yang tak ada orang didalamnya. Di jalan ia bingung harus kemana untuk meminta bantuan, pikirannya tersirat harus menemui Jaksa Lee.
*****
Di lorong Robert masih mencari keberadaan rekannya ia lantas menaiki sebuah tangga kecil entah menuju kearah mana. Perlahan menginjak tangga besi itu agar tak berdesit diatas ia menemukan semacam ruang kontrol banyak layar CCTV memperlihatkan semuanya aktifitas didalamnya. robert dengan teliti mencari dimana keberadaan semua rekannya dari layar CCTV.
Pertama ia menemukan Tono dan Haikal kemudian Juan tapi Robert tak menemukan keberadaannya Pak Zaenal.
"Syukurlah Maria berhasil kabur," ucap Robert seperti berbisik.
"Ada satu masalah lagi pemimpin team mereka melompat kelaut saat berhasil mencuri hardisk rekaman suara kebejatan pak inspektur, jika sudah sampai ke pemerintahan bisa gawat rencana kita," timpalnya.
Robert mendengarkan semua itu lalu tak kuat menahan bergelantungan di bawah lantai besi itu, ia lantai pasrah menjatuhkan diri kebawah yang kira-kira tingginya 10 meter. Tapi ia selamat karena mendarat ditumpukan busa empuk.
Dengan menyamar menggunakan pakaian polisi yang ia dapatkan dengan menbekap polisi yang lewat membuat Robert seperti sungguhan karena badannya yang tinggi dan profesional. Mengingat apa yang dia lihat di ruang CCTV ia mencari rekannya terlebih dulu menuju ruang Tono dan Haikal di sekap.
Di ruang yang cukup sempit ada Tono dan Haikal di ikat keseluruhan tubuhnya di kursi, kaki dan tangan juga terikat kebelakang. Dengan penuh hati-hati Robert merusak engsel dari pintu itu.
"Tono, Haikal kalian gapapa? " tanya Robert.
Dengan mata yang juga ditutup Tono mengetahui Robert datang karena suaranya. "Bert tolong lepaskan," ucapnya. Diikuti Haikal yang tersadar.
"Iya ini aku bukain dulu keras banget."
__ADS_1
Selesai menyelamatkan Tono dan Haikal mereka bertiga menuju ruang dimana Juan di sekap juga.
"Woyy bangun pak inspektur menyuruhku membawamu."
"Kemana? "tanya Juan.
"Kesuatu tempat yang sangat lembab," ucapnya terkekeh berhasil menjaili Juan.
"Engk lucu tauu."
"Ayo ikutt"
"Awas kalau gue tau wajah lu bakalan gue tandaii," ujar Juan.
"ihh takutt, badan lu tuh yang ada gue remukan," tukasnya. Sambil merangkul lengan Juan yang terikat.
Di sebuah ruang yang cukup luas deni duduk di kursi kebesarannya sambil menatap seluruh ruang kerjanya ia lantas menyuruh anak bawahannya di pelabuhan membawa Juan ke bagian kapal pesiar untuk melakukan sinyal mencari keberadaan kapal perompak.
Setelah kapal sudah semakin dekat Juan terpaksa menggunakan alat semacam drone yang bisa mengeluarkan suara saat mencapai kapal salah satu wajah perompak terekam.
Agar bisa berbicara oleh para perompak Deni yang memperhatikan melalui sebuah panggilan video yang di pegang bawahannya menjadi sangat bangga bisa bertemu dengan Juan. Ia juga mengajak Juan bekerjasama melalui panggilan video ia mengatakan jika Deni tau apa yang inginkan Juan.
"Mendekatlah," ucapnya dari dalam video call. Juan terpaksa mendekat karena dorongan orang dibelakangnya.
"Kau mau menjadi... " yang langsung membuat Juan kaget.
Disini para perompak berhasil mendapat arahan dari Deni untuk menyerang kota kebagian selatan. Sebenarnya para perompak ini didapati Deni di segala penjuru penjara berbahaya termaksud di penjara tengkorak.
Ia menyakini akan memberikan kepuasaan untuk mereka setelah berhasil menghancurkan kota dengan begitu Deni dan pasukannya bisa leluasa menjalankan misinya untuk mengambil alih pemerintahan. Memang agak mustahil tapi Deni mempunyai orang yang berada dibelakangnya seorang penjahat yang ingin menang sendiri.
.
.
.
__ADS_1
...Bersambung dulu yah......