
Setelah Juan dibuat pingsan dan ditaruh disebuah ruang yang lengkap dengan kasur, kamar mandi hingga di meja terdapat banyak sekali hidangan lezat. Deni masih ingin memanfaatkan kehebatan Juan dalam menciptakan alat yang mungkin saja bisa menguntungkan nya.
*****
Maria kembali bersama pasukan khusus untuk menyelamatkan rekan-rekannya sekitar 20 pasukan dikerahkan untuk bertarung melawan bawahan Deni yang sebenarnya mereka hanya polisi gadungan yang menyamar jadi polisi untuk menipu orang-orang.
Setelah polisi gadungan yang berada di lingkungan pelabuhan kalah Maria harus mencari keberadaan rekannya, dia bingung semua tempat sudah ia cari tapi malah menemukan tempat kosong.
"Kemana mereka semua," ucapnya yang terlihat kelelahan sembari mengeper disudut pos.
"Mbak saya menemukan ini," ucap seorang dari salah satu pasukan khusus.
"Ini kan kain baju robekan dari Haikal dimana anda menemukannya?" tanyanya.
Mereka menuju kesebuah kotrainer yang pernah Maria datangi saat mengikuti deni. Disana tampak gelap pelan-pelan Maria dan pria itu berjalan tak disangka semacam dinding dari kontrainer terbuka sedikit itu menjadi titik terang mereka untuk masuk. Didalam tampak tercium khas aroma bawah tanah.
"Sepertinya kita masuk kebawa tanah deh," ucap Maria tampak takut.
Terlihat beberapa polisi menyelusuri lorong hingga membuat Maria dan rekannya polisi bersembunyi.
"Menurut saya mendingan bapa kembali keatas, saya sendiri yang akan mencari keberadaan mereka, " ucapnya yang tak disetujui oleh lelaki yang umurnya 30 tahunan. Ia bersikeras akan membantu Maria, ia juga bercerita ketika melihat wanita cantik itu teringat akan adik perempuannya di rumah.
Mereka mulai menghadapi kenyataan didepan mata mereka harus bertarung dengan polisi gandungan agar bisa maju. Dengan tangan kosong pria itu memukul beberapa musuh dihadapannya lalu disebelahnya Maria tak kalah hebatnya keahlian bela diri yang dia dapatkan saat menjadi pembunuh bayaran ternyata masih melekat padanya ia begitu lincah menghindar maupun menghajar musuhnya. Singkat cerita keberhasilan akhirnya di dapatkan dengan nafas yang masih terengah-engah mereka mulai berjalan menyelusuri lorong tersebut.
Robert, Tono dan Haikal masih mencari keberadaan Juan saat sampai ke ruang yang dituju ternyata Juan sudah tidak berada disana lantas mereka berjalan lagi dan bertemu Maria ditengah lorong.
"Mariaa? "
"Robert, Tono, Haikal? " ucapnya sangat bahagia. Mereka berjumpa kembali dan saling berpelukan tanpa ada status genre diantara mereka.
"Ohh iya Juan belum kami temui," tukas Haikal dengan ekspresi sedih.
"Kita bisa mencarinya lagi, ohh iya aku bersama salah satu pasukan khusus dari kepolisian," ucap Maria memperkenalkan seorang yang bersamanya.
"Carlos," ucapnya singkat.
"Saya Robert dan ini Tono dan Haikal," ujarnya sambil memperkenalkan diri dan rekannya. Mereka berlima memutuskan untuk mencari sekali lagi keberadaan Juan jika tak ada kabar terpaksa harus mengurungkan niatnya dan keluar dari tempat itu.
"Lebih baik kita berpencar saja jika sama-sama seperti ini akan susah," ujar Carlos. Yang disetujui semuanya, Robert bersama Haikal dan Tono kemudian Maria dan Carlos mereka mencari kesemua ruang sampai berhadapan dengan beberapa bawahan Deni di lorong. Alhasil mereka sia-sia juga dan memutuskan untuk keluar dari tempat itu sebelum ketahuan inspektur Deni.
*****
"Kita keluar saja dari sini gue curiga Deni sudah mengetahui kalau kita berada disini makanya dari tadi Juan tidak kita temui," tukas Maria.
Apa yang dikemukakan Maria memang benar karena sejak tadi Deni sudah mengetahui keberadaan team itu di dalam kontainer miliknya. Jadi ia juga berniat membunuh mereka dengan gas beracun tapi tak dilakukan karena niatnya untuk menghancurkan pemerintahan tok team itu juga akan hancur kalau kota hancur itu pemikirannya. Jadi Deni lebih memilih memindahkan Juan ketempat lain sehingga Robert dan yang lainnya tidak bisa menemukannya.
Saat mereka keluar tampak semua polisi gandungan sedang bertarung dengan anggota pasukan khusus sehingga Robert dan yang lainnya juga ikut tapi Carlos mendapat kabar dari anggotanya jika orang yang mereka cari inspektur Deni baru saja meninggalkan pelabuhan beberapa menit yang lalu sehingga Robert dan yang lainnya harus secepatnya menyusul.
Mobil Deni berpacu di jalan yang tidak terlalu ramai dipadati hingga saat ini mereka sudah berada di pelabuhan selama 2 hari dan baru saja keluar di pagi hari. Diketahui para perompak sudah merajalela dibagian pusat perbelanjaan dengan menghancurkan toko membuat semua orang berhamburan keluar bahkan menganggu para gadis yang tengah jalan.
Suruhan Deni menghentikan para perompak yang mengenakan seperti pakaian bajak laut untuk pergi ke gedung pemerintahan. Diketahui jika para pejabat kota sedang mengadakan pertemuan terkait membahas perekonomian sehingga yang sangat bagus untuk deni dan pasukannya menyerang saat semua pejabat sedang berkumpul.
Niatan awal Deni berubah dari mengeretak dan mengancam pemerintah menjadi pengeboman untuk membunuh semua pejabat agar ia dan backinganya dapat leluasa mengambil alih kota. Sangat mengejutkan sekali bahwa orang yang berada di belakang Deni sangat ingin merebut kota bernama kota Nusantara itu karena banyaknya aneka emas, batu bara maupun rempah yang bisa ia kuasai yang terkandung di dalamnya dibandingkan kota-kota lain dinegara itu. Bisa dibayangkan keserakahan manusia padahal masih sesama kota belum lagi negara lain yang merebut.
Robert, Maria, Tono dan Haikal sudah mulai melakukan pengejaran dari belakang agar tidak ketahuan mereka membuntuti dari kejauhan. Dengan dikendarai Tono yang memiliki mata tajam seperti elang ia sangat fokus menyetir sehingga yang lainnya tidak berani mengeluarkan suara sama sekali.
*****
Pak Zaenal terdampar di sebuah pulau beberapa detik matanya mulai terbuka menatap cahaya yang ada diatasnya.
Tangannya menghadang terik matahari yang sangat menyilaukan itu kemudian bersujud syukur karena masih hidup ia juga mengingat jika ia ditolong oleh lumba-lumba kepulau itu semakin lama berjalan terik itu seakan membakarnya padahal masih pagi sehingga ia terjatuh.
Beberapa saat kemudian ia ditolong oleh warga setempat yang memang tinggal di pulau itu yang sehari-harinya adalah nelayan ternyata salah satu tetangga yang menolong Pak Zaenal adalah keluarga dari nelayan yang dibunuh perompak lantas Pak Zaenal menceritakan kejadian itu kemudian nelayan itu akan membantu Pak Zaenal mencapai kota.
"Baiklah kami akan membantumu untuk kembali dan berjanjilah menemuiku dengan jenazah pamanku dan keponakanku."
"Tapi keponakanmu masih hidup dan diculik oleh perompak, " ucapnya dengan ekspresi sedih mengingat ia juga memiliki seorang putri dirumah.
"Ohh Tuhan inilah firasatku memang jika ada bahaya datang," ucap seorang wanita dibelakang mereka yang tak lain adalah istri nelayan korban kekejaman perompak. Pak Zaenal membantu pemuda itu mengotong wanita yang dia panggil tante.
__ADS_1
Kemudian di gedung semakin ricuh saat perompak mulai memasuki koridor, mencelakai orang yang ditemui didalam tanpa memandang bulu. Bahkan petugas keamanan kalah dan mati ditangan perompak dari belakang deni juga ikut masuk kemudian mengarahkan ke lantai atas ke ruang dimana para pejabat sedang rapat ia juga telah mempersiapkan bom yang cukup untuk menghancurkan gedung itu. Robert dan yang lainnya telah tiba mereka terlihat tergesa-gesa untuk mencapai ke lantai atas dengan menaiki tangga darurat.
"Mar kamu tunggu disini dan hubungi Carlos kami akan coba mengulur waktu," pungkas Robert menyentuh bahu Maria dengan kedua tangannya yang langsung ditahan Maria.
"Bert gue juga mau ikut."
"Engk Mar kalau lu naik siapa yang akan jaga dibawah sini," ucap Haikal.
"Baiklah, jangan sampai kalian mati awas aja," ancam nya.
.
.
Sudah cukup lama Maria menunggu sambil melihat jam tangannya menujuk pada pukul sebelas lewat lima puluh. Dari belakang seluruh pasukan maupun pasukan penjinakan bom telah hadir mengepung tempat itu dan bersiap diberi aba.
Suara ledakan sekali terdengar Maria belum mendapat kabar dari Robert jika sekali lagi ada ledakan terpaksa Maria menyuruh pasukan lainnya bergerak.
Beberapa jam yang lalu setelah meninggalkan Maria dibawah mereka naik dengan menggunakan tangga darurat. Robert, Tono dan Haikal diam-diam memasuki tempat itu terlihat jika deni dan pasukannya sedang berbicara terdengar ia akan menguasai kota dan akan membunuh semua orang di pemerintahan agar bosnya bisa mengambil alih.
"Apa! ternyata dalangnya bukan Deni tapi ada orang lain lagi? " ujar Robert.
"Bersiaplah kalian akan ku ledakan semuanya disini," ucapnya yang mulai menekan tombol ditangannya.
"Awassss...." teriakannya membuat Deni noleh ke tribun.
" Brukkk! " Tendangan Robert berhasil memisahkan remot dengan Deni yang sangat jauh sehingga perompak dan Tono, Haikal mereka semua berkelahi memperebutkan remot. Dengan 3 orang melawan 12 perompak tidak menjadi halangan. Dengan kerjasama team Robert, Tono dan Haikal lumayan hebat.
"Kenapa lama sekali, apa mereka kalah? " ucapnya penuh tanda tanya di kepala.
Maria yang saat itu mulai resah tak ada kabar dari Robert dan lainnya.
.
.
.
"Kenapa, di waktu seperti ini kaki ini susah melangkahh," ucapnya sambil menatap keatas sebuah runtuhan dinding mulai mengenainya untuk saja Carlos cepat menyelamatkannya.
"Kamu gapapa mar? " tanyanya.
"Jantungku hampir copott," pekiknya.
Semua orang didalam ruangan terkena imbas reruntuhan atap. Remot ditangan Deni di hancurkan Robert dengan menyeretkan badannya untuk mencapai ketempat Deni berada.
Semua orang dievakuasi bahkan tubuh perompak juga di angkat dari dalam reruntuhan. Semuanya sudah mendapat penanganan medis, baru saja mereka berlepas lega datang lagi si Deni menodongkan senjata api kearah Robert dan lainnya.
"Kalau saja kalian tidak datang pasti semua rencanaku berhasil dan bos akan menyukai hasil kerja ku," ucapnya terkekeh kemudian ekspresi datar ia mulai menekan pelatuk itu.
Bugg!
Tendakan kembali dilayangkan dari Haikal ke Deni yang langsung jatuh. Pistol menuju kearah kaki seseorang yang tak dilihat wajahnya kemudian semua team merasa terkejut.
"Juan? "
Ia mengambil pistol itu dan mulai mengarahkan kesemua orang.
"Juan lu jangan bercanda begitu," ucap Tono mendekat dan langsung terkena tembakan di lengannya.
"Juan apa yang kau lakukan," pekik Haikal yang ingin mendekati Tono tapi langsung di todong senjata oleh Juan.
"Kalian jangan bergerakk, " teriaknya.
"Hahaha,, baguss Juan kemarilah, " ucap Deni yang masih sadar.
"Apa kau mencuci otaknya? " tanya Maria.
"Iyaa, dia sangat mudah sekali di hasut," ujar Deni mulai mendekati Juan. Ternyata selama Juan di sekap, Deni selalu memberikan suntikan obat dan perkataan penuh keyakinan agar Juan berada di bawah kendalinya dan terbukti Juan seperti itu.
__ADS_1
"Juan lu engk boleh ikut dengan dia, kita adalah team kamu ingat perkataan Pak Zaenal kalau dia merekrutmu bukan hanya kehebatanmu melainkan karena kita sudah seperti keluarga," pungkas Robert.
"Sudah bicaranya? ,, baiklah Juan mari kita pulang," tukas Deni.
Dorr!
Tembakan terkena dibagian lengan seseorang.
"Aku sepertinya sudah tersadar dan lebih memilih teamku dibandingkan denganmu, akan kupastikan kau terbunuh di tangankuu...Deni! " ucap Juan mulai membidik kearah dada Deni.
Dorr!
*****
2 minggu kemudian...
"Bagaimana keadaanmu Ana?"
Seorang gadis yang pernah diculik oleh perompak telah diselamatkan dikapal ia yang kala itu masih depresi kini kian membaik ia akan segera pulang bersama kerabatnya yang sudah jauh menjemput.
Pak Zaenal dan Robert mengantar kepergian anak itu dan keluarganya di pelabuhan.
"Sampai ketemu lagii Ana, " ucap Pak Zaenal.
"Terima kasih banyak sudah menjaga Ana, kami pamit dulu," balas kerabatnya itu menaiki sebuah kapal.
Di rumah Pak Zaenal. Tono, Haikal dan Maria menyiapkan sebuah penyambutan entah siapa yang akan datang.
"Kalian terlalu banyak bekerja. Sini biar saya saja yang bersihkan," ucap istri pak Zaenal.
"Tidak apa-apa bibi kami harusnya berterima kasih sudah mau dipakai rumahnya hehe," ucap Maria.
"Ahh kamu mahh. "
Mereka saling terkekeh hingga bel rumah berbunyi tanda yang ditunggu-tunggu sudah sampai. Seseorang yang menggunakan kursi roda memasuki rumah bersama 2 orang pendampingnya.
"Juann,,, haii," sapa mereka.
"Selamat datangg Juan."
Rahut wajahnya masih belum mengekspresikan Juan yang seperti dulu karena masih ada efek obat pemberian Deni yang mengakibatkan otaknya terganggu tapi kata dokter ia akan segera sembuh dalam sebulan.
Mereka bercanda bersama didekat Juan agar ia mengingat kehangatan team hingga beberapa kali Maria tidak sengaja menyentuh lengan Tono yang masih sakit akan bekas tembakan.
"Auwhh hati-hati Mar," pekiknya.
"Ehh sorry-sorry"
"Kamu mahh daritadi tiap ketawa mukul-mukul," ucapnya.
"Ehh Juan tertawa, ayo pukul lagi Mar," canda Pak Zaenal. Yang membuat Tono cemberut dan lainnya terkekeh.
Di teras Pak Zaenal berbincang dengan Robert.
"Bagaimana dengan sidang Juan, kudengar dia akan di pidana karena ikut terlibat? " tanya Robert.
"Kupikir akan begitu, nyatanya jaksa Lee mendatangiku dan akan menghapus semua tuntutan Juan karena ia masih team kita dan rekaman yang kuberikan," ucap Pak Zaenal.
"Kukira rekaman yang anda ambil rusak karena terkena air."
"Harusnya, tapi ternyata Tuhan berpihak ke kita. Lalu bagaimana dengan adikmu?"
"Secepatnya saya akan mencarinya, " jawab Robert.
•
•
•
__ADS_1
...See you in the next chapter!...