
Robert telah sampai di pelabuhan kota Nusantara. Di tengah kota ia melihat sebuah spanduk besar terpasang bertuliskan copot masa kejayaan perusahaan yang tak memiliki predikat cumlaude yang artinya banyak beberapa perusahaan perintis yang tak memiliki sertifikat kelayakan mendirikan perusahaan di kota nusantara alias ilegal pemerintah bahkan sudah menciptakan beberapa undang-undang untuk menangani kasus tersebut.
"Pak bos ini ada surat dari pemerintah lagi," pungkas seorang pria yang tak lain adalah sekretarisnya.
"Pak Reno, bisakah anda tidak menganggu waktu, saya sedang sibuk."
Sekretarisnya melihat kearah apa yang dikerjakan bosnya itu. "Tuan sedang sibuk bermain game? " tanyanya.
"Ini juga sebuah kesibukan, mendingan kamu ke bawah periksa karyawan mereka kerjanya sudah betul apa engk. Ganggu aja! "
"Baik tuan," ucap Reno.
Beberapa karyawan dibagi dengan 2 posisi ada yang dibagian pabrik maupun management di dalam kantor yang gajinya pun berbeda namun cukup adil.
"Bagaimana perkembangan di dalam pabrik," tanya Reno ke penanggung jawab pabrik.
"Aman Pak mereka sedang istirahat," ucapnya.
"Bagus kalau begitu."
"Pak apa engk keberatan jam operasional sampai sangat malam soalnya kita kan tidak kejar target."
"Siapa bilang? " bosnya sudah berada di belakang mereka.
"Maaf kan saya jika lancang pak, apa tidak sebaiknya karyawan diberi istirahat? " ucap penanggung jawab.
"Maksudnya? libur gitu, " ucapnya. Dan langsung di balas dengan anggukan dari si penanggung jawab.
"Saya akan mempertimbangkannya sekarang kembali bekerja," pintanya.
"Kamu dapat orang begitu dari mana lancang sekali," sambungnya.
"Maaf Pak saya akan menindaklanjuti atas perbuatannya."
"Tidak usah! mood saya sedang bagus mending kita ke bar saja."
"Baik pak, Mari."
Kunjungan Mereka ke bar untuk bersenang-senang tidak sengaja bertemu si pemilik bar yang cukup terhits di kalangan atas bahkan salah satu drama pernah menampilkan scene di tempat tersebut.
"Selamat datang boss besar," ucap suara wanita yang sangat familiar.
Mereka melempar senyuman dari dekat lalu berjabat tangan. "Bagaimana situasi di sini? nyonya Lonee."
"Aman terkendali dong ini semua berkat anda," bisiknya.
"Miss Lonee," teriakan panggilan seorang wanita yang bekerja di bawah perintah organisasi yang dipimpin miss Lonee.
"Ada apa? kau tidak lihat didepanku siapa? " ucapnya kemudian Sarah kaki tangannya membisik sangat dekat tanpa didengar siapapun. Lalu pergi ketika selesai memberitahukan ke bossnya.
"Maaf tuan sepertinya saya tidak akan lama menyambut anda disini."
"Tidak apa-apa aku hanya membutuhkan ketenangan," ucapnya kemudian menyuruh sekretarisnya dan 2 pengawalnya untuk pergi.
"Baiklah tuan saya akan menyuruh pelayan untuk membawakan semua keinginanmu," pungkas miss Lonee kemudian dari belakang pelayan
wanita datang menunduk di hadapannya.
"Berikan aku ruang VIP tanpa ada gangguan."
__ADS_1
"Baik tuan."
Miss Lonee tiba di ruang pribadinya dan menyuruh semua orang disana untuk keluar kecuali Sarah. Sama seperti Maria dulu, Sarah sekarang yang mengantikan posisinya yang cukup lama ia cari kehebatan maupun kegesitan dalam menuntaskan tugasnya sebagai kaki tangan seorang miss Lonee.
"Sarah apa benar bahwa guntur ditemukan? " ucap Lonee.
"Iya miss orang yang anda tugaskan mencari hingga ke negara maple berhasil memberi informasi walau itu adalah pesan terakhirnya sebelum meninggal."
"Berikan belasungkawa ku untuk keluarganya jika ia sudah dibawa ke nusantara."
"Baik miss," ucapnya mengakhiri lalu pergi dari ruangan. Miss Lonee membuka jaket panjangnya membiarkan lekungan dadanya terlihat walau umurnya sudah menginjak 48 tahun tapi tubuhnya masih sangat kencang. Lonee duduk di sofa nyamannya untuk menikmati minuman anggur.
Seseorang mengetuk pintu beberapa kali tapi Long cho yang sangat angkuh itu terus saja meminum alkohol. Baru yang ke empat kali dia mempersilahkan untuk orang itu masuk.
"Maaf tuan jika saya telat datang," ucap seorang pelayan yang baru saja bertemu dengannya beberapa jam yang lalu.
"Tenang saja aku tidak akan memukulimu, tuangkan alkohol kesana," tukasnya menunjuk sebuah gelas di ujung meja.
"Bai-k tua-n," gelagatnya sangat takut.
Dengan kegugupan menyelimuti dirinya pelayan itu meraih botol lalu menuangkan alkohol ke gelas Long cho.
Di hampiri nya sambil berlutut memberikan gelas itu ke Long cho.
"Apa kau perawan? maukah kau memuaskanku? " ucapnya setelah meneguk alkoholnya. Terlihat pelayan didepannya semakin nunduk.
Long cho meraih dagu lawan bicaranya hingga mendongkrak keatas wajahnya semakin mendekat hingga tatapan mereka sudah sangat dekat.
"Bagaimana hah? "
"Oke engk akan ku paksa lagi," sambungnya setelah melihat ditangan manis wanita itu terdapat cincin.
Long cho membaringkan dirinya di sofa dengan meminum banyak sekali alkohol membuatnya sedikit melepas stress yang bekecibung di kepalanya.
*****
Jam sebelas malam Robert sudah berada di apartemen di dalam memang tidak ada orang sama sekali tapi berantakan seperti kapal pecah membuatnya sangat gila.
" Dasar! bukannya semakin rajin berberes malah jadi begini setelah aku engk ada di rumah," sunggut Robert.
"Akan ku omelin 24 jam sampai mereka sadar biasanya orang kalau lagi cape pulang kerumah istirahat, ini masih harus bersih-bersih. Apa mereka mengira ku pembantunya."
Mobil Juan yang dikendarai Tono dan Haikal sampai didepan rumah Maria.
"Makasih Ton, Kal sudah nganterin gue sampai depan rumah, maaf yaa ngerepotin."
"Engk masalah itu, kan kita rekan kerja jadi hal yang wajar dong daripada lu pulang digangguin preman," ucap Haikal.
"Iya sih."
Rumah sudah bersih, Robert sangat kelelahan di tepi sofa dengan celemek kebersihan di badannya lalu memeriksa chatnya yang tak dibalas kawannya iya bahkan mengirim banyak pesan chat maupun pesan suara ke grup tapi hanya di read doang oleh kedua temannya sedangkan Juan jika masih sehat pasti ia sangat aktif membalas pesan jika temannya bertanya.
Suara pencetan pintu berbunyi tanda 2 temannya sudah sampai. Robert berdiri dan bersembunyi untuk mengejutkan temannya.
"Melelahkan sekali."
"Ehh tunggu kenapa di rumah bisa bersih banget yaa," tukas Juan.
"Iya biasanya kan Robert loh yang selalu bersihkan."
__ADS_1
"Jangan ngadi-ngadi loh Kal kan dia belum balik," sungut Tono. Dari belakang Haikal tampak Robert dalam kegelapan menyelimuti ketakutan di depan mata Tono yang berdecit gemetaran kala sebuah bayangan hitam dalam gelap tersenyum padanya.
Plak!!
Rasa sakit akibat tabokan tongkat sapu terkena di badan Tono dan Haikal baru saja mereka pulang dapat omelan banyak dari Robert. Setelah mereda amarah Robert barulah mereka berbaikan satu sama lain.
"Gue pergi dulu sebentar mau beli sesuatu untuk kalian," ucap Tono.
Tono berniat membeli sebuah ayam goreng dan alkohol yang tak jauh dari apartemen mereka. Sebuah toko cepat saji di tengah kota yang masih buka sampai jam 12 malam.
Dalam perjalanan Tono menggunakan motor ninja milik Haikal melewati jalanan lumayan sepi karena memang jam sebelasan keatas sudah banyak orang tidak keluar mungkin hanya beberapa saja. sebuah mobil BMW melaju sedang di jalan raya yang dikemudikan supir dan dibelakangnya Long cho.
"Pak supir ngebut saja ini juga sudah tengah malam tidak ada orang yang berkeliaran di jam segini," tukasnya.
"Baik tuan," sahut pak supir.
Brukk!!
Tiba-tiba saja mobil Long cho menyenggol seorang pengendara motor yang keluar dari jalan lain untung saja Tono berhenti mendadak hanya saja beberapa bagian depan penyot.
"Astagaaa motornya Haikal, mampuslah gue," celotehnya.
"Ada apa? " tanya Long cho terbangun dari tidurnya saat mendengar sebuah benturan.
"Anu tuan kita mengalami kecelakaan."
"Hadehh kamu ini, suruh Reno menyelesaikan ganti ruginya agar kita bisa pulang," ucapnya.
"Baik tuan."
"Woyy keluar kalian bisa-bisanya sudah salah kaga mau keluar."
Puncak amarah Tono meludak tapi orang yang menabraknya tidak keluar sehingga orang dari belakangnya mencegatnya.
"Berikan nomor rekening anda saya akan mentransfer uang ganti ruginya," pungkas Reno.
" Kamu yang punya mobil ini? "
"Bukan! saya sekretarisnya."
Mobil BMW tersebut langsung jalan karena perintah Long cho ke supirnya.
"Lohh malah kaburr mereka," pekik Tono.
"Ada saya yang akan menyelesaikannya" sentak Reno.
Setelah selesai Tono segera pulang membawa ayam dan alkohol untuk kawannya yang sudah menunggu lama di ruang tamu kedatangan Tono.
"Ton kemana aja sih lama amat aku sudah lapar ini," ucap Robert.
"Sorry tadi ada kejadian tak terduga, ayo makan," serunya yang tampak panik kepada kedua temannya.
"Besok aja deh gue jelasin ke Haikal perihal motornya kan lumayan juga uangnya 50 juta. Motornya diperbaiki juga pasti engk mahal, benar-benar gue untung banget hari ini. batin Tono bekecibung membuatnya senyum-senyum sendiri di sebelah kasur yang ditiduri Haikal.
*****
Di ruang Jaksa Lee ada pak Zaenal ketua team J yang sedang mengobrol tidak hanya mereka berdua terdapat 2 orang yang masih dirahasiakan yang selalu mengikuti kemana Long cho pergi dan beberapa agen lainnya.
Mereka akan merencanakan sesuatu untuk mengungkap kejahatan dibalik sebuah perusahaan rintisan dari mantan penjahat kelas kakap bernama Long cho.
__ADS_1
Geuning long berdiri pada tahun 2019 beroperasi dibidang produksi sebuah face mask yang lumayan di sukai di kalangan remaja. Banyak sekali artis-artis muda yang di rekrut oleh perusahaan ini sebagai ambasador produk. Salah satunya artis umur 15 tahun yang hilang saat syuting di salah satu bukit tidak jauh dari permukiman banyak yang bersirkulasi jika bukit tersebut milik geuning long.