
Jarum jam menunjukkan pukul 21.30 dan kantor baru dikunci setelah Pak Zaenal mengabarkan lewat pesan untuk mengunci kantor karena ia sudah cukup lelah menuju kesana.
"Kalau kayagini mending dari awal gue kunci ini kantor tanpa menunggu Pak Zaenal," sunggut Tono.
"Sudahlah kan Pak Zaenal sudah tua engk mungkin dia kesini lagi sedangkan punya anak buah buat lakukan ini, " ujar Juan.
Setelah mereka selesai berurusan dengan kantor akhirnya mereka pulang ke apartemen yang masih ditempati bersama.
"Gue mandi duluan, " seru Haikal.
"Engk bisa, gue dulu. "
"Ya ampun kaya anak kecil aja ini bedua, " sahut Juan.
Melihat Robert dari tadi tidak mengatakan kata satupun ia langsung merebahkan diri di sofa. Tiba-tiba ia mulai bermimpi lagi Robert yang waktu itu ada disekolah mendengar kabar rumahnya kebakaran setelah sekeluarga tinggal di kota ikut ayahnya merantau Robert juga mulai bersekolah di SMP dekat rumahnya ia tak berpikir panjang walau sudah seminggu lebih masuk sekolah ia tidak lagi mengingat ucapan ayahnya agar selalu sopan di lingkungan sekolah.
Ia segera berlari yang jaraknya 500 meter dari rumahnya sambil menangis memanggil kedua orangtuanya sesampainya disana rumahnya sudah dilahap si jago merah sementara relawan maupun petugas memadamkan api, Robert berniat masuk tapi dihentikan oleh warga. Seorang petugas berlari keluar setelah menyelamatkan seorang anak kecil yaitu adik Robert si alexsander berusia 4 tahun di bagian lengannya terkena luka bakar yang amat serius dan langsung dilarikan kerumah sakit tanpa Robert melirik kepergian adiknya ia masih fokus kerumahnya sambil histeris memanggil ayah ibunya.
Di apartemen Juan sedari tadi terus memanggil Robert tapi tak di tanggapi sampai ia menggoyangkan badan Robert hingga ia sadar sambil berkeringat memegang dadanya yang sangat sesak itu.
"Obat... obatku, " pintanya.
"obat apa Bert, " tanya Juan.
Robert berlari menuju kamar untuk mencari obat yang diinginkannya. Tulisan di kemasan obat benzodiazepin adalah obat jenis psikoaktif yang biasa digunakan untuk membantu mengatasi gejala gangguan kecemasan (anxiety disorder).
"Bert itu obat apaan, " tanya Juan.
"Ohh ini, obattt untuk sesak nafas, " ucap Robert.
"Masa sih"
"I-yaa, aku mau mandi dulu deh gerah nih, " ujar Robert meninggalkan Juan.
*****
3 botol alkohol kosong berada di meja kaca satunya sedang di minum Maria sampai habis pasca Pak Jack telah dipenjara dan Maria menghabiskan waktunya dengan berdiam diri di dalam apartemen, belum lagi banyaknya surat pengadilan berdatangan setelah ia dilaporkan terkait pembunuhan yang selama ini ia lakukan dibawah kendali pimpinan Pak Kola.
Ia merasa jika harusnya bos lamanya tidak membiarkan kejadian ini berlarut-larut bahkan ia pernah mengancam akan membongkar rahasia Pak Kola jika ia masih saja dipanggil ke persidangan tapi digubris oleh Pak Kola yang lebih mementingkan urusannya sendiri dibandingkan ancaman Maria.
"Kepalaku sakit sekali, " ucapnya sambil meneguk alkohol lagi tapi habis, Maria marah karena minumannya habis lalu ia berjalan kearah pintu untuk pergi jalan-jalan. Dengan menggunakan hoodie, celana tidur dan sandal swalow ia teroleng-oleng menyelusuri apartemennya menuju kelift saat pintu terbuka dihadapannya berdiri laki-laki dan perempuan yang keluar membuat Maria masuk dan melihat dengan pandangan kabur laki-laki yang menggunakan jaket kulit hitam disertai topi dan masker mengikuti seorang wanita cantik dengan sedikit menggunakan pakaian terbuka.
"Mereka pasangan kekasih mungkin, " ucapnya yang dibawah kendali mabuk.
Diarah pos satpam Maria memanggil-manggil orang didalam sambil mengedor-gedor.
__ADS_1
"Aduh mbak ngapain disini bukannya tidur dirumah, " ujar Pak Seto satpam apartemen yang sudah tau siapa orang di hadapannya yang selalu menganggu kenyamanannya dalam bertugas sudah hampir 5 hari ia mengalami kejadian serupa.
"Pak saya mau muntahh, " ucapnya.
"Ehh jangan disinii, " jawabnya telat karena Maria sudah lebih dulu mengeluarkan isi perutnya.
5 menit kemudian satpam mengantar Maria ke rumahnya di lantai 6 setelah memastikan Maria masuk kedalam satpam tersebut hendak membalikkan badan tapi ia penasaran dengan dentuman keras disebelah apartemen Maria.
"Ini bukannya tempat mbak-mbak yang selalu pulang dini hari itu yaa, " ucapnya sambil mengecek jam tangannya. "Tapi ini masih jam 22.50,"
Bumm
Suaranya masih saja berbunyi membuat Pak satpam mengetok pintu tapi tidak ada jawaban yang akhirnya ia pergi meninggalkan ke penasarannya.
"Tolonggg tolongg" lirih wanita cantik dibalik tembok yang langsung pingsan setelah seseorang dari belakang memukulnya dengan benda keras, dalam kegelapan diruang itu sangat pekat hanya terlihat sebuah blangkon teras rumah itu yang terbuka membuat cahaya samar-samar masuk ke ruang itu.
Penjahat itu menarik badan perempuan itu masuk kedalam Bathtub begitu banyak darah seger keluar dari bagian belakang kepala wanita itu, ia meregang nyawa setelah kehabisan darah hingga pagi.
Setelah 2 hari tak ada kabar rekannya mengunjungi perempuan itu karena tak ada jawaban tempat Maria yang diketok.
Tok.. tok...
"Misi mbak maaf menganggu waktunya tau dewi engk? "
"Ini yang disebelah rumah mbaknya, dia sudah 2 hari engk masuk kerja, tau engk kemana dia. "
"Masa sih kemarin subuh ada dengar suara pintunya bunyi mungkin lagi keluar kota kali, " jawab Maria.
"Mbak saya sudah hubungi keluarganya dikampung katanya engk balik tuh. "
"Maria menghela nafas mungkin sedikit bergerak membuat peredaran darah lancar." Batinnya.
Setelah bersiap menganti celana pendek ke jeans panjang ia lantas mendatangi satpam apartemen untuk meminta bantuan.
"Ayo mbak kita ke pos minta lihatkan CCTV "
"Misii pak satpam, " panggilnya.
"Iya kenapa mbak Maria. "
"Saya bersama rekannya Dewi yang tetangga saya itu loh yang selalu pulang larut. "
"ohh iya ada apa. "
"Begini Pak, Dewi sudah 2 hari tidak bekerja, kami datang tadi mengetok tapi tidak disahuti, jadi kami jadi khawatir terjadi apa-apa di dalam. "
__ADS_1
"Kita mau cek CCTV pak soalnya pas malam saya lihat dia keluar bersama seorang pria mencurigakan sapa tau terjadi sesuatu dirumah itu dengar dentuman juga di malam itu kalau engk salah" ujar maria.
"Sebentar saya cek dulu, " ucap Pak Seto masuk kedalam mengajak 3 wanita itu.
"Yang saya lihat emang benar ini di hari saat nona Dewi dan mbak Maria bertemu di lift yang berfungi hanya CCTV dekat lift kalau bagian lorong kearah tempat tinggal mereka rusak, " pungkas Pak Seto.
"Bagaimana kalau kita buka paksa soalnya perasaan saya engk enak soal teman saya, " pinta teman dari Dewi bernama Lani.
"Baiklah mbak jika memang begitu saya bisa aja tapi tidak mau tanggung jawab kalau di tau pemilik apartemen kejadian ini saya pasti kena marah, " ucap Pak Seto.
"Aman Pak saya tanggung jawab kalau soal itu mah, saya kenal pemiliknya, " sahut Maria.
Mereka bergegas pergi menuju kediaman Dewi setelah setengah jam dilakukan pengeboran karena ensel pintu sangat kuat akhirnya berhasil, alangkah terkejutnya saat mereka masuk semua sangat berantakan didekat ruang tamu bahkan ada beberapa titik berwarna merah yang disinyalir adalah bekas darah lalu mereka mencari keberadaan Dewi disegala penjuru.
"Aaaaaaa,,, Dewi." sontak mereka pergi kearah suara salah satu teman Lani. Di bathtub terdapat Dewi yang tewas dengan digenangi air bercampur darah didalamnya. Pak Seto segera menghubungi polisi yang kurang 30 menit datang kelokasi mengamankan situasi beberapa tetangga keluar dari tempat tinggalnya sekedar penasaran akan situasi itu.
Terjadi pembunuhan di apartemen itu membuat geger bukan hanya lorong itu tapi seluruh apartemen itu yang membuat akses evakuasi terkendala karena orang-orang yang kepo hingga harus digeretak agar menyingkir untuk memudahkan petugas membawa jenazah di TKP, terdengar suara kamera memotret bukti sampai lantai di ruang tamu juga di bongkar untuk kepentingan bukti karena darah tebus hingga kebawah.
Salah satu polisi bertanya ke Pak Seto yang menghubungi kepolisian untuk diminta keterangan.
"Maaf Pak saksi kuncinya mbak Maria dia tetangganya saya tidak tau menaung, "ucapnya melangkah mundur.
"Mbak Maria saya akan datang besok untuk meminta keterangan anda mungkin akan berkali-kali meminta anda datang juga ke kantor, " ucap petugas.
"Baiklah pak saya siap. "
"Terima kasih kerjasamanya,, mungkin teman korban bisa ikut ke kantor dulu. "
"Baik pak" ucap Lani dan temannya yang tak kuasa menangis sejak tadi karena Lani teman sekolah Dewi dikampung sehingga ia tau betul sosok Dewi.
Ia juga diminta ibu Dewi untuk menjaga temannya itu di perantauan tapi ia gagal entah apa yang akan ia katakan ke keluarga Dewi nanti.
Di malam hari Maria engk bisa tidur karena gelisah ia selalu membayangkan bagaimana Dewi menjadi hantu penasaran dan meminta tolong dirinya untuk menolongnya mencari pelaku pembunuhan.
Saat Maria sudah berada di luar apartemennya untuk menjernikan pikirannya tapi ia melihat garis polisi didepan kediaman Dewi membuatnya untuk kembali masuk kedalam apartemen, dan ia memutuskan untuk tidur di sofa dengan TV dinyalakan itu lebih baik membuatnya agak sedikit tenang.
.
.
.
...See you in the next chapter...
...(。>‿‿<。 )...
__ADS_1