BRAVE $ MAN

BRAVE $ MAN
Bab. 63. Sandrina ditemukan dan kehancuran geuning long


__ADS_3

Saat Robert membuka ikatan karung alangkah terkejutnya jika isinya membuatnya seketika membatu. Juan tak kuasa mencium aromanya yang sedari tadi ditahan langsung muntah.


"Bert apa yang lu lihat kenapa malah diam saja," ucap Juan memberanikan diri maju.


"Ada mayattt Juan, " pekik Robert.


Teriakan Juan terdengar saat melihat sesuatu dalam karung. Yang membuat Pak Zaenal dan lainnya merasa ada yang tak beres dibawah sehingga Tono, Haikal dan Jojo turun mencari.


Di tempat lain Sandrina yang tergeletak di tanah, segujur tubuhnya penuh totolan gigitan nyamuk dan kembali siuman saat mendeteksi suara lain seperti desitan dan pergerakan melalui injakan ranting maupun rumputan yang bergoyang.


Kembali mengendus telah sampai di dekat wajahnya sehingga tak sadar ternyata tubuhnya di tarik sehingga tubuhnya menyereti permukaan tanah.


Baru 30 menit atas temuan di bawah bangkar permukaan tanah Jaksa Lee mengabarkan ke media atas hasil temuan mereka di sebuah bukit tanpa nama yang disekelilingnya terdapat seng panjang setelah mereka diwawancara tampak di balik layar televisi Long Cho menatap lekat seraya tangannya mengepal keras ingin mendapatkan pelampiasan untuk meninju tapi tidak ditemukan akhirnya perut pengawalnya yang terkena saat berada di sampingnya.


Reno masuk kedalam ruang terlihat jika seseorang tergeletak di lantai kemudian pandangannya mengarah ke bossnya untuk menyampaikan sesuatu.


"Tuan, saya ingin memberikan ini," ucapnya lalu Long Cho meraihnya.


"Suruh orang bawa dia dari sini," tukasnya mengarahkan jari telunjuknya ke pengawalnya yang tergeletak.


"Baik tuan."


Reno menyuruh klien untuk datang ke ruangan setelah tuannya mereda amarahnya. Tapi tidak dengan wanita yang cukup lama menjadi kekasih gelap tuan Cho ia menyelonong masuk seperti mencari mati di kandang singa.


"Nona Iska, tuan Cho tidak bisa di ganggu sekarang," titahnya.


"Apa sihh saya pacarnya kenapa juga kalau mau datangi heran banget deh."


"Tapi nona anda kan sudah beberapa kali mendapat kekerasan dari tuan apa tidak cukup? " ucapnya seketika wanita dengan dress kuning itu menurunkan niatnya untuk masuk dan menyembunyikan bekas luka di lengannya yang didapatkan dari Long cho.


"Terserahku ada yang ingin kusampaikan dengannya," balasnya lalu masuk menutup rapat pintu.


"Sayangg aku datangg bagaimana kabarmu."


"Ngapain kesini? " tanya Cho yang tidak menoleh atas kedatangan kekasihnya.


"Kamu kenapa sihh jutek banget aku kesini mau ngajak kamu makan bareng loh," jawabnya sekali lagi.


"Aku tak berminat mending kamu pulang aja masih banyak pekerjaanku disini."


"Ohh iya baiklah tapi ada sesuatu yang ingin kukasih lihat pasti membuat kamu kaget nih."


Long cho tetap dalam diamnya sambil menyelesaikan tulis tangannya di beberapa berkas di mejanya tanpa memandang kearah Iska saat sebuah test pack di sodorkan,lalu matanya terbelalak seketika ia merebutnya dari Iska yang tampak senang melihat respon pacarnya.


"Bagaimana sayang kamu senang kan? kita bentar lagi punya baby, " pungkasnya.


"Ini bukan milikku kan? kau kira aku tak tau kau bermain dengan banyak pria diluar sana secara kau mantan LC? " ucapnya yang agak ditekan dibagian akhir kata.


" Astagaa kamu kok gitu sih. Aku selalu bermain sama kamu loh setiap kamu datang, bahkan jika aku dulu bekerja seperti itu yang kamu katakan engk mungkin aku memberikan seenak saja sama pria lain," pintanya.


"Mendingan kamu pergi, aku tak akan bertanggung jawab dengan janin yang kau kandung itu, " ucapnya sambil mengusir Iska keluar dari ruangnya.


"Kamu jahat mas, lepasin aku bisa sendiri keluar tanpa kamu dorong aku." sentak Iska keluar hingga tak terlihat di ujung pintu.


******


"Kita akan mengerahkan semua tenaga kita untuk mencari keberadaan Sandrina."


"Jika dilihat dari penciuman anjing pelacak jejaknya tidak jauh dari sini," ujar seorang polisi.


"Kami akan ikut mencari keberadaan Sandrina," ucap Robert.

__ADS_1


Semuanya berpencar masuk ke hutan untuk mencari keberadaan aktris muda itu. Malam semakin dingin sampai detik ini pun belum ada titik terang keberadaan sandrina ataupun jejak tandanya seperti barang miliknya jatuh pun belum terlihat.


Mereka beristirahat sejenak dulu karena hujan tiba-tiba turun.


"Mana Sandrina, mana diaa." Tangisan menderu kala manager Sandrina datang disaat hujan masih terguyur di bumi.


"Ya ampun kamu seharusnya tidak kesini," ucap Pak Zaenal.


"Pak Zae kenal dengannya? " tanya Robert.


"Dia tantenya Sandrina sekaligus managernya."


"Orangtuanya telah memberikan ijin untuknya terjun ke dunia akting tapi aku tidak becus menjaganya," ucap Lela.


"Tenanglah mbak kami akan membantumu mencari keberadaan keponakanmu," balas Maria.


"Aku mau cari dia," ujar Lela memaksa pergi ke hutan.


"Hei dengarkan, kamu kalau kesana malah membahayakan semua orang disini untuk cari Sandrina, kalau kami jahat mungkin kami akan memberikan kamu kesana tapi apa saya punya hati nurani karena saya punya anak cewe dirumah," ucap Saeron dengan nada meninggi.


"Tenang semuanya, kita disini telah berusaha jadi tolong untuk tidak gegabah karena medan di dalam sangat berpotensi longsor tekstur tanah yang mudah becek," ucap seorang polisi yang berada di dekat mereka.


"Clara tolong bawa dia ke tenda," titah Jaksa Lee.


Hujan telah berhenti mereka mulai memperluas pencarian karena hari mulai gelap. Sementara Sandrina berada di sebuah goa mulai tersadar penglihatan yang agak buram perlahan jelas melihat kesemua arah banyak sekali batuan aneh dan didalam memiliki hawa yang dingin ia merasakan suhu keseluruhan tubuhnya mengigil.


"Apa ini kenapa aku bisa berada disini," tanyanya. Lalu suara dari luar terdengar jelas suara meraung seperti binatang buas. Dalam bayangan dinding goa seperti seekor beruang yang ingin masuk. Tubuh seukuran manusia 190 cm berhadapan dengannya rasa ingin pingsan lagi agar semuanya hanya batas mimpi buruk tapi ternyata saat mencubit lengannya jelas jika itu benar nyata.


"Auwwwh ternyata ini beneran sungguhan mampuslahh aku bakalan dimakan olehnya, " celetuk Sandrina.


Beruang hitam itu mulai mendekat dan memberikan sesuatu dari tangannya.


Di luar semua orang masih mencari keberadaan Sandrina sampai salah satu petugas menemukan ikat rambut yang langsung diyakini managernya jika itu milik Sandrina.


"Semuanya pergi ke sudut sana saya yakin anak itu bisa temukan."


"Pak, pak kemarilah," jawab petugas lainnya.


"Ada apa? "


"Kami menemukan sebuah bekas kaki dan ada madu disini."


"Pak ini apa? " tanya Robert.


"Ini adalah jejak beruang dan bekas madu ini adalah makanan kesukaannya."


"Apa! Sandrinaaaa," seru Lela.


"Kita tidak boleh pesimis dan meyakinkan diri Sandrina akan ditemukan dalam keadaan hidup, " balas pak polisi.


Mulai mencari dengan mengikuti jejak si beruang yang semakin masuk kedalam hutan. Terlihat juga ada bekas seperti diseret menuju ke sesuatu tempat beberapa petugas tim penyelamatan lebih dulu jalan dan mengirim signal jika jejak berhenti di sebuah goa.


"Ini pasti persembunyian beruang itu."


"Semuanya harap mundur biar kami akan masuk," ucap polisi.


Robert, Juan, Tono, Haikal ikut masuk bersama mereka perlahan menuju goa yang sangat dalam disana juga beberapa dinding bercabang entah menuju kemana. Ada satu diantara petugas yaitu warga setempat yang ikut dalam pencarian mengatakan jika beruang berjenis kelamin betina memiliki 1 anak tapi mati di tangkap pemburu dia meyakini jika Sandrina mungkin masih hidup dan mengira dia anaknya. Betul aja katanya setelah melewati 3 lorong cabang itu yang terakhir mereka menemukan beruang betina sedang tidur memeluk gadis di atas perutnya.


"Sandrina... San," panggil Juan.


Mata gadis itu terbuka melihat seseorang memanggilnya. Dengan gerakan terkejut banyak orang sudah berada di dalam untuk menolongnya sekiranya 15 orang.

__ADS_1


Karena kelalaian seorang diantaranya membuat beruang marah saat bangun.


Semua orang disana lari kecuali 9 orang termaksud Robert dan rekannya lalu 2 polisi dan 2 anggota tim sar. Mereka mencari celah untuk menyelamatkan Sandrina yang tengah di peluk beruang, ada yang mengecohkan beruang agar mengikutinya ada yang berniat menolong korban.


"Cepat berikan tali akan ku buat dia jatuh lalu kalian mengikatnya," ucap Tono.


Setelah berhasil dengan ide Tono, mereka segera melumpuhkan si beruang dengan suntikan bius agar tak berkutik, Sandrina saat dibawah keluar ia tampak mengasihani beruang itu.


" Kasihan dia, aku melihat beberapa ukiran dia dengan anaknya pasti sangat merindukannya," ucap haru.


Sandrina yang minta dilepasin agar memberi perpisahan dengan beruang betina itu lalu sesuatu dari tas kecilnya sebuah boneka mini ditaruh disebelahnya agar sedikit mengobati kesedihannya saat bangun nanti.


"Selamat tinggal semoga kamu bahagia," ucapnya sambil memberikan salam perpisahan kepada si beruang yang pingsan. Lalu Sandrina pergi bersama tim penyelamatan.


"Sandrina," seruan Lela tantenya memanggil keponakannya.


"Tantee huhuhu."


Pertemuan keduanya menjadi akhir dari penyelamatan di malam itu. Bahkan sang pemilik tempat juga di tangkap dan semua hal kebusukan Long cho dari temuan mayat. Ternyata mantan karyawan nya yang alasannya melakukan itu agar tidak membocorkan ke media karena ada kandungan berbahaya di dalam produknya.


Sehingga setiap interview karyawan baru surat perjanjian terdapat kalimat larangan agar mereka tak resign jika melakukannya resikonya adalah kematian atau kecelakaan yang mengakibatkan kelumpuhan permanen.


Selain itu sebuah bar miliknya tak luput dari penyitaan dibawah tanggung jawab miss lonee yang harus ikut dalam persidangan sebagai saksi.


Di persidangan pertama Long cho ia langsung dikenakan hukuman penjara seumur hidup dan denda 200 miliyar tanpa banyak penolakan bahkan pengacara tak ada disampingnya ia seperti tak berkuasa lagi karena semua fakta diserahkan. Terlukis senyuman di wajahnya seperti tak merasa bersalah sama sekali saat di kawal keluar dari ruang persidangan. Ingin rasanya Robert menghampirinya dan memukulinya hingga mati tapi di cegat Pak Zaenal di sampingnya. Lalu tanpa aba-aba malah Saeron yang menghajarnya dengan sekali tinju langsung K.O, seketika semua team mengajungkan jempolnya terhadap tindakan Saeron.


"Benar-benar tuh wanita kuat juga, " ucap Robert sambil melotot.


*****


Semua telah bubar bahkan maria ingin menjumpai Miss Lonee diparkiran pengadilan.


"Gess duluan aja gue mau berbincang dengan seseorang," pinta Maria.


"Hei! kita harus pulang," ucap Juan yang langsung di sentak Robert untuk pergi.


Miss Lonee yang tengah sendirian sudah hampir masuk kedalam mobil lalu di cegah Maria dengan mendorong pintu mobil agar Miss Lonee tidak bisa masuk.


"Apa maumu! "


Senyum menyeringai di wajahnya. "Gue mau bicara empat mata sama anda," ucapnya sambil menunjuk.


"Kamu sekarang mulai berani yaa setelah bergabung dengan mereka," pungkas Miss Lonee.


"Apa hubungan anda dengan Long cho? " tanya Maria dengan penuh penekanan.


"Ini bukan urusanmu minggir! "


"Eitss, engk segampang itu, " ujarnya sambil menahan pintu mobil Miss Lonee.


Miss Lonee kembali naik pitam.


"Kau mau tau hubunganku dengannya, dia cuman orang biasa dan tak memiliki peran penting bahkan jika ketahuan aku tak akan di penjara karena orang yang berkuasa atas semua ini akan membuat kalian hancur, tinggal menunggu waktunya saja," ucapannya meninggi.


Maria mendengar lontaran kata dari Miss Lonee seketika membuatnya bingung membatu lalu Miss Lonee masuk ke mobil dan pergi begitu saja.


.


.


...Bersambung dulu yaa......

__ADS_1


__ADS_2