BRAVE $ MAN

BRAVE $ MAN
Bab. 79. Juan di culik


__ADS_3

Juan masih saja berada di toilet hingga salah satu staf kebersihan mengetok bilik itu.


"Misi apa ada orang di dalam? "


"Iya sebentar. "


"Duh gimana nih signalnya begitu lambat lagi, ternyata sistem keamanannya begitu kuat harusnya tadi bawa yang lebih besar, " bisiknya.


Malam semakin jauh sehingga acara hampir selesai.


"Mar kemana aja kamu? " tanya Pak Zaenal.


"Maaf Pak tadi kesebelah sana soalnya engk sengaja ketemu rekan kerja di tempat lama, " jawabnya.


"Ya udah, kita mau pulang nih acaranya sudah selesai juga nih, " ucap Pak Zaenal.


Tiba-tiba asisten Basuki mendatangi mereka.


"Permisi, Pak Basuki ingin menemui kalian sebentar. "


"Ohh iya mas boleh kok, " balas Zaenal.


"Silahkan ikutin saya, " jawab asisten dari Basuki.


Selesai dari toilet tampak Juan mencari-cari keberadaan team J.


"Waduh jangan-jangan mereka sudah balik lagi. "


Ia nampak penasaran dengan sebuah seseorang di sebelah ruangan yang memang cukup di jaga ketat sehingga ia berjalan kesana.


Di dalam ruangan itu Basuki menjamu team J begitu ramah disana terlihat Maria terus-terusan menundukan kepalanya.


"Ohh iya saya dengar-dengar kalian adalah penyidik rahasia dari kejaksaan yaa? " tanya Basuki mulai mengulik team J.


"Kami cuma penyidik biasa Pak, memang kejaksaan bekerja sama dengan kami, " jawab Zaenal.


"Sebenarnya saya kurang suka sama Jaksa nya susah di kibulin, " ucapnya sambil terkekeh.


Membuat team J keikut tertawa juga.


"Kalau boleh tau di team Kalian siapa yang paling bisa diandalkan? " tanyanya.


"Semuanya kok Pak mereka handal disegala bidangnya, " jawab Zaenal.


"Kalau dilihat-lihat kamu kayanya sangat hebat yaa dalam berkelahi, " ucap Basuki menunjuk kearah Robert.


"Iya Pak, " jawabnya singkat.


"Kalau kamu bagiannya apa di team, " tanyanya kepada Maria.


"Ka-lau saya cuman bagi-an. "


"Kalau Maria hanya pelengkap kok Pak hehe, " jawab Zaenal sigap.


"Nah benar tuh Pak hehe, " ujar Tono.


"Ohh gitu yaa, ayo silahkan di minum jangan sungkan, " ucap Basuki lagi.


"Iya Pak, " jawab mereka.


"Terima kasih sekali lagi telah mengundang kami kesini Pak Basuki, " ucap Pak Zaenal.


"Sama-sama saya sangat senang bisa bertemu dengan kalian semua, " balas Basuki.

__ADS_1


*****


Keesokannya team J mulai melakukan rutinitasnya seperti biasanya.


"Mar nanti kalau ada pelanggan tolong kasih tau aja, saya ada di ruanganlah, " ucap Pak Zaenal.


"Baiklah Pak kalau begitu. "


Tiba-tiba seseorang menghubungi Maria dengan membuat wajahnya begitu terkejut sehingga segera ia terima telepon itu.


Juan yang turun dari anak tangga melihat Maria keluar dengan tergesa-gesa. Membuatnya ikut penasaran kemana Maria pergi.


"Apa yang kau inginkan kenapa selalu menghubungi dan mengikutiku! " ucapnya sangat emosi.


"Hahahaha selama kamu di bawah kendaliku, kau tidak akan bisa pergi dariku, " ucap seseorang dibalik telepon.


"Baiklah akan kukasih seluruh milik team J padamu jadi jangan mengusik gue lagi, paham. "


"Oke kalau itu maumu, tapi ingat jika kau gagal akan tau akibatnya," ujarnya langsung menutup sambungannya.


Juan yang berada di pojok dinding begitu kaget sampai menutup mulutnya dengan tangannya, ia begitu shock jika selama ini yang membocorkan informasi internal team J adalah orang yang begitu ia percaya.


Tidak butuh lama, Juan langsung melarikan diri dari sana untuk mengatakan ke Robert dan lainnya.


Saat Juan masuk kedalam ruangannya tiba-tiba ada sesuatu yang mencegatnya di balik pintu sehingga Juan begitu kaget.


"Mau apa kau disini? " tanyanya dengan ekspresi takut.


*****


Waktu telah berganti malam saatnya team J pulang. Mereka melewati depan ruangan Juan, tampak Pak Zaenal mengetok-ngetok pintu tapi tak ada jawaban dari si pemilik.


"Mungkin Juan sudah balik Pak, " pinta Robert.


Juan yang berada di dalam begitu mengeluarkan seluruh Teriakannya di balik kain yang membungkam mulutnya dari orang yang berada di belakangnya.


Di tempat lain Maria tampak menuju kesuatu tempat atas arahan pesan yang dikirimkan padanya.


"Di mana dia," ucap Maria kepada beberapa orang di depannya yang masih belum di lihatkan hanya beberapa yang tampak di kenalnya seperti Wawan yang selalu menghubunginya dan mengungtitnya setiap ia pergi kemana pun.


"Yang kalian bilang kalau om ku memiliki anak dari mantannya.


"Haha, Wan bawa kemari anaknya."


"Lepasin aku... "


"Ini anaknya."


"Kaka siapa? " tanya anak itu.


"Loh kata kalian anaknya seorang perempuan," ujar Maria.


"Sebenarnya kami hanya berbohong untuk membuatmu patuh pada kami, " ucapnya sambil berjalan ketengah penerangan membuat Maria bisa melihat siapa sosok yang selama ini berbuat masalah dengannya dan team J.


******


Suasana di pagi hari, apartemen anggota team J. Yang pertama keluar kamar ialah Robert lalu Haikal dan Tono.


Mereka sejenak merenung lalu Robert menyuruh kedua kawannya sarapan.


"Hati ini kita makan telur ceplok yaa, " ujar Tono.


"Kenapa piringnya ada empat?"

__ADS_1


"Loh, kan ada Juan, " sunggut Robert sambil menuangkan air ke gelasnya.


Seakan-akan peka, ketiganya langsung pandang-pandangan membeku lalu panik karena Juan dari semalam belum pulang. Seketika kehebohan menghantui team J dan gercep Jaksa Lee mendatangi kantor.


"Jaksa Lee? " tanya Haikal.


Lee datang dengan tergesa-gesa memasuki ruangan.


"Baga-i... bagai-mana bisa Juan hilang, " ucapnya sampai tersengal karena sejak dari luar berlari masuk ke kantor.


"Kami juga tidak tau Pak, soalnya sejak kemarin kita terakhir ketemu pas pagi lalu pulang pun Juan tidak ke apartemen."


"Handphonenya pun tidak aktif, " ucap Robert yang terus menerus menelponin Juan.


"Yaa sudah kita kerahkan seluruh orang membantu mencari keberadaan Juan, " ucap Jaksa Lee.


Di tempat yang sangat asing dan hampa itu, Juan sedang terbaring lemah di lantai. Di segala tubuhnya penuh banyak luka dan memar akibatan pukulan.


"Tolong.... " lirihnya.


Suara pintu yang di buka keras mengeluarkan deritan penuh bising. Nampak seseorang memanggil Juan dengan celotehannya.


"Woyy... bangun, ini makanan lo."


Juan hanya melirik bola matanya ke arah sumber suara lalu kembali keposisi semula.


"Gue taruh disini, kalau lapar seret saja badan lo kesini," ucapnya lalu kembali menutup pintu itu.


"Sampai kapanpun gue Engk akan menyentuh makanan itu, " sunggutnya.


5 menit kemudian, Juan telah menyeret badannya Kearah makanan yang diberikan padanya.


"Cukup sekali saja gue makan dari mereka untuk menjadikan tenaga agar keluar dari tempat ini. "


Sedangkan team J sudah menemukan suatu titik terang saat tak sengaja menemukan sesuatu di ruangan Juan.


"Semuanya, saya menemukan sesuatu," ucap Robert lalu mereka mendatanginya.


"Ada apa Bert? " tanya Pak Zaenal.


Robert menunjukkan barang milik Juan. "Ini gelang pemberian Maria, dan aku juga memilikinya, sudah sangat benar jika ada seseorang yang mengusik kita dan menculik Juan."


"Saya juga menemukan beberapa bercak darah di balik ambal," ucap salah satu polisi.


"Bisa dipastikan jika beneran Juan di culik. "


"Akan kuminta bantuan kepada team lain, " ujar Lee gercep menghubungi Jackson dan Saeron.


"Clara dan Jojo juga Pak," pinta Tono.


"Alah kesempatan buat berduaan dengan Clara, kan? " sunggut Haikal yang langsung kena tampolan Tono.


"iss apaan sih Kal."


"Gue kaga bisa di bohongin Ton, " bisiknya.


"Sialan elu," pekiknya.


.


.


.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2