BRAVE $ MAN

BRAVE $ MAN
Bab. 29. Pembunuhan di perumahan elite


__ADS_3

Maria melihat sebuah brosur perumahan elite tentang seorang pemilik rumah yang mencari seorang pembantu, alamat dan nomor rumah sama dengan lokasi yang Maria masuki tempo hari.


"Ternyata Yang Maha kuasa berpihak kepadaku ini kesempatan untuk masuk kedalam rumah itu. "


Dihari itu juga banyak sekali pekerja yang datang untuk melamar dirumah itu, Maria begitu khawatir jika ia tidak akan bisa mendapatkannya. Di lihatnya jika pembantu rumah itu sedang membawa tentengan plastik banyak Maria segera mengikuti di samping rumah.


"Kayanya itu akan dihidangkan ke pelamar yang lain deh. "


Dengan berpikir cepat segeralah Maria mengorek isi tasnya. "Kayanya gue masih ada bubuk mencret deh. "


Dengan cepat ia menuangkan bubuk itu kedalam wadah es yang akan dihidangkan.


Waktu istirahat datang pembantu itu membawa wadah itu keteras rumah agar semua gadis-gadis disitu meminumnya.


"Silahkan di minum akhir-akhir ini cuaca sangat panas sekali" ucap tuan rumah dengan ramah.


Maria yang hanya planga plongo tiba-tiba di beri gelas berisi es itu oleh gadis lain. "Mba ini di minum. "


"Mba engk minum? " tanya Maria.


"Sudah tadi, hampir 10 kali malahan. "


buset apa engk mencret berkali-kali nih orang.


"Semuanya segera mendekat kita akan mulai test nya. "


Tiba-tiba wanita yang tengah di wawancara mules sakit perut hendak izin ke kamar mandi tuan rumah.


"Hehe mungkin dia sedang gugup,, pelamar selanjutnya"


Beberapa lainnya juga mendapati rasa yang sama membuat tuan rumah kaget.


"Ini pada kenapa sih. " ucap si tuan rumah menelisik seluruh peserta yang pergi menuju kamar mandinya.


"Bu saya baru datang apa boleh saya di wawancara terlebih dahulu, " ucap Maria.


"Baiklah kamu duluan."


Akhirnya tanpa menunggu lama Maria diterima bekerja membuat pembantu lainnya langsung tersingkir.


"Kenapa si nyonya malah cari pegawai lain bukannya inem cukup malah sehari bisa ngerjain semuanya, " gumamnya.


Saat Inem ngomel-ngomel terlihat anak dari si nyonya mengkagetkannya. "Ayo kamu ngapain. "


"iss mas ganteng bikin kaget aja deh. "


"Ibu kemana nem. "


"Katanya lagi pergi ke supermarket sama pembantu baru. "


"Emang sudah dipekerjakan?"


"Malahan sudah tinggal disini. "


"Ohh begitu"


"Ya udah saya mau mandi dulu mas ganteng."


****


Di market Maria disuruh pilih beberapa buah yang menurutnya sangat seger. "Mar tolong cari apel yang paling segar kalau betul saya kasih kamu reward deh. "


"Baik nyonya. "


Setelah mereka berbelanja dan pulang kerumah, si Inem bersiap menyambut kedatangan nyonya tapi ternyata Maria sangat kuat membawa semua kantong plastik sampai diikat tali di pinggangnya untuk membawa kantong plastik.


"Nyonya ini mau ditaruh dimana, " tanya Maria.


"Di meja saja Mar. "


Inem hanya melongo atas kejadian yang dia lihat itu.


"Keren kan untung Maria yang keterima hari pertama sudah membawa kesan baik untukku, " ucap nyonya memuji di depan Inem.


Di kamar Maria selesai mandi dan hendak berberes-beres tiba-tiba muncul anak si nyonya mengagetkan Maria.


"Haii lagi ngapain. "


"Saya sedang berberes-beres mas. "


"Kamu pegawai baru yaa. "


"Kalau sudah tau ngapain nanya. "


"Kenapa judes banget sih mbak, " pekiknya.


Inem yang sekedar lewat melihat Maria dan anak majikannya sedang berduaan di dalam kamar.


"Kalian sedang ngapain? "


"Inem."


Maria langsung mengusir anak bossnya dan Inem keluar kamarnya. "Kalian ngobrol diluar saya mau tidur soalnya," ucapnya lalu mendorong keduanya keluar.


plukkk (suara pintu)


"ihh mas ngapain di dalam sama pembantu baru itu. "


"Inem aku tadi cuman nyapa dia, kamu jangan salah paham yaa sayang."

__ADS_1


"Kenapa harus masuk ke kamarnya sih, " ucap Inem marah meninggalkan laki-laki itu.


Keesokannya Maria sudah bangun lebih awal dibandingkan Inem. "Kamu baru bangun nem lihat Maria subuh-subuh sudah masak mana enak lagi masakannya, " ucap nyonya nya.


Inem kebagian menyapu dan mengepel sedangkan Maria bagian membersihkan kamar dan cucian baju.


Semakin hari Inem kesal dengan Maria ia melakukan segala cara agar Maria dimarahi.


"Inem,, Mariaa kalian kesini cepat."


"Iya nyonya. " ucap Maria dan Inem.


"Ini kenapa bajuku kuning begini pasti diantara kalian yang melakukannya."


"Itu tugasnya Maria bu kan saya lagi motong rumput dibelakang, " jawab Inem.


Maria hanya melihat sinis kepada Inem karena ia sendiri melihat Inem masuk ke ruang laundry.


Di hari berikutnya Maria kena marah karena Inem selalu menuduhnya yang tidak-tidak.


"Maria kalau sekali lagi kamu buat masalah saya tidak segan-segan memecat kamu, " tegur Nyonya.


"Baik bu, maafkan saya. "


Maria selesai mandi didepan cermin mengelap embun dengan tekad ia akan membuat Inem sengsara karena telah berurusan dengannya.


Inem selalu bangun pagi-pagi buta untuk masak melihat Maria sedang berberes-beres Inem menyenggolnya tapi karena kepekaan Maria menghindar sehingga inem jatuh. "Aduhh."


"Kalau lihat pakai mata jangan dengkul, " ucap Maria.


kejailan Inem tidak sampai disitu, saat Maria ingin membuang sampah Inem yang sedang menyiram tanaman mengarahkan selang air kearah Maria karena tau, ia langsung pura-pura kaget dan melempar tong sampah kearah Inem lalu Maria menghindar dengan cepat apesnya ia ketumpahan sampah dan kena marah nyonya karena lantai licin membuatnya jatuh. "Inemmm"


"Mar lu jangan judes-judes napa, " ucap anak dari nyonya.


"Gue pegang pisau kupotong p*nis lo mau. "


"Janganlahh ini aset berharga. "


Inem yang keluar dari kamar mandi membuat Maria memiliki ide bagus.


Inem berjalan kearah kamarnya sambil mengelap rambut yang basah matanya melotot mendapati pria yang disukainya berciuman dengan musuhnya.


Maria melirik Inem yang dibakar api cemburu saat ia bersikap seperti sedang melakukan ciuman. Inem lari ke kamarnya membuat Maria bahagia.


"Kok engk jadi sih sayang ini bibirku sudah monyong ini. "


Maria langsung menoyer kepala anak nyonyannya. "Jangan mimpi elu. "


Nyonya baru pulang dan menyuruh Inem membawa tasnya ke kamarnya.


"Inem mata kamu kenapa bengkak begitu, " tanya nyonya.


"Gapapa bu abis kena gigit tawon aja. "


"Engk kok. "


Maria menghampiri mereka berdua tapi Inem malah menghindar.


"Mar kenapa Inem, " tanya nyonyanya.


"Engk tau nyonya. "


Maria pergoki Inem sedang menangis di dekat gudang. "Duhh kasihan banget ayangnya selingkuh yaa sama yang cantik, " ledek Maria.


"Kenapa sih lu harus masuk kerumah ini, " balasnya.


"Ada alasannya kenapa gue memutusin untuk kerja disini, " jawab Maria.


"Maksud lu. "


"Elu bakalan tau sebentar lagi. "


Di tengah malam Maria kedatangan tamu salah satu anggota organisasi yang akan membantunya membunuh targetnya.


"Sedang ngapain lu disini. "


" Sialan ternyata daritadi lu buntuti gue, " pekik Maria.


"Gue engk buntuti lu dari tadi kedengaran suara aneh dari kamar gue makanya kesini. "


"Elu pura-pura engk tau aja sekarang pergi kekamar lu tidur daripada jadi target gue juga. "


Inem berusaha mencerna ucapan Maria sementara ia begitu takut saat melihat wajah Maria tampak seram.


"Ba-iklah."


"Good girl. " ucap Maria.


Paginya Maria menyapa Inem dengan penuh ceria.


"Tumben dia nyapa gue padahal tadi malam wajahnya sangat seram, " ucap Inem setelah Maria pergi.


Karena nyonya dan anaknya sedang pergi dimalam itu Maria sedang mengasah pisaunya.


"Suara apa itu. " ucap Inem keluar kamar mengikuti arah suara tersebut.


Tok... tokkk


"Kenapa? "

__ADS_1


"Elu engk buat macam-macam kan? "


"Engklah ngapain juga gue aneh-aneh dirumah orang."


"Yaa sapa tau lu bawa orang lain kesini. "


"Engk ada anjirr, " Ia mendorong Inem hingga terjatuh.


"Aduhh."


"Sudah gue bilang engk ada apa-apa pergi sana jangan buat gue marah deh. "


Inem segera pergi dari sana.


Paginya Maria selalu muncul dengan wajah ceria menghidangkan makanan dan menyapa Inem juga.


"Aneh banget tuh orang bermuka 2" ucap Inem.


Pukul 22.00


Inem memenjamkan mata karena tiba-tiba lampu mati.


"Nyonya, tuan Alex ini lampunya mati, " ucap Inem sambil mengetok pintu kamar.


Tiba-tiba lampu nyala...


"Akhirnya nyala juga, " ucap Inem.


Tak sengaja ia melihat dari atas jika Maria keluar dari kamarnya menuju ke arah luar rumah.


Ingin meneriaki Maria tapi gagal fokus dengan pakaian Maria dibaluti jubah hitam dengan sebuah pisau ditangannya.


"Itu dia ngapain sih emang lagi ada pesta Halloween, " ucapnya monolog.


Karena penasaran, Inem mengikuti Maria kagetnya ternyata di lantai terdapat banyak darah.


"Mending gue telepon polisi aja deh. "


"hallo pak saya ada di... "


Ia belum sempat melanjutkan perkataannya dari belakang ada yang mengambil handphonenya yaitu seorang laki-laki bertubuh besar. Di depan mata Inem handphone itu langsung dirusaki dengan sebuah balok besar.


Inem terjatuh karena shock belum sempat mengeluarkan kata satupun ia sudah pingsan karena ada yang memukulinya dari belakang.


"Segera bawa dia keatas agar dia lihat pacarnya untuk yang terakhir kali, " ucap seseorang.


Di atas Inem pelan-pelan membuka matanya dihadapannya terlihat Alex anak majikannya sudah babak belur di sebelah kanan ada 2 laki-laki misterius di sebelah kiri seorang wanita yang membelakanginya.


"Siapa kamu dan kenapa kamu ingin membunuh nyonya dan anaknya, mereka orang baik tau. "


"Ohh iya kenapa tidak bilang, " ucap wanita itu lalu membalik badannya.


"Ternyata kamu. "


"Hai, Inem kaget yaa. "


"Maria apa maumu, kenapa kamu begitu kejam dengan mereka, kamu sangat beruntung di beri kerjaan sama keluarga Alex, " ujar Inem.


"Hahahhaha dengar yaa ini sebagian dari rencanaku , kamu pernah dengar engk? seorang pembunuh masuk kedalam rumah orang asing pura-pura menjadi baik kemudian membunuh seisi rumah, " ucapnya.


"Kumohon jangan bunuh Alex, " lirih nya.


"Sebenarnya targetku adalah si nyonya tapi karena dia ingin melecehkan ku tadi sehingga aku mengubah rencanaku, " bas Maria.


Sebelum kejadian....


Maria yang masuk ke kamarnya dikagetkan oleh kehadiran Alex si anak bossnya sedang duduk di tempat tidur.


"Tunggu dulu. " cegat Alex menahan tangan Maria.


"Mau ngapain elu disini."


"Gue sudah lama menyukaimu, " tutur Alex.


"Lalu kenapa, apa gue harus menerimamu? "


Dengan kesal Alex mendorong tubuh Maria ke tempat tidur, ia berniat menyetubuhinya tapi karena Maria sangat kuat ia dengan cepat menendang anunya laki-laki itu dan langsung menonjoknya wajahnya dengan sangat kuat hingga pingsan.


"Ternyata kuat juga gue, " ucap Maria.


Di tempat lain suruhan Maria menuju kamar nyonya yang sedang tertidur karena kamarnya tidak dikunci ia masuk dan pelan-pelan naik ke kasur membekap mulut wanita itu, dengan sekuat tenaga wanita itu teriak dan memberontak walau suara tak terdengar, pisau ditusuk kearah dadanya.


Lampu padam karena dimatikan oleh salah satu suruhannya agar Inem keluar dari kamar dan kembali nyala saatnya Maria keluar kamar.


...****************...


Di dekat Inem yang sedang menangis ada sebuah pisau ia mengangkat dengan tangan terikat berlari mengarah Maria. Ternyata ia salah menusuk yang dikiranya Maria malah ke Alex yang langsung terkeluar darah dari mulutnya. Lalu suruhannya menyuntik sebuah narkoba ditangan Inem agar berhalusinasi.


"Tidakk ini bukan aku tidakkk, " ucap Inem sangat histeris.


"Gue tidak akan membunuhmu karena elu yang akan menanggung atas perbuatanku, " bisik Maria.


Tubuh Wanita beserta anaknya Alex di lempar ke sebuah sungai dan Inem dibuat seolah-olah pelakunya dengan mengurungnya di dalam rumah itu dan memanipulasi barang-barang berharga di sembunyikan di kamar dan rumah orangtuanya sedangkan sisanya di tanggung Pak Kora selaku pesuruh pembunuhan tersebut.


Di ketahui jika nyonya itu adalah mantan kekasih Pak Kora yang akan mengungkap kecurangan Kora dalam menaiki jabatan kepemimpinan di salah satu instansi kepemerintahan di kota Nusantara. Tak ingin ketahuan bukti berisi flashdisk milik nyonya itu ditonton Kora dan akhirnya ia hancurkan dengan bara api di hadapannya, ia begitu senang dan menertawakan mantan kekasihnya yang sudah meninggal.


.


.

__ADS_1


.


...Bersambung.......


__ADS_2