
Maria bercermin melihat penampilannya yang menggunakan kemeja putih diluarnya sweater warna biru dengan celana putih kemudian sneaker putih dan tas berwarna cream kesamping.
Saat sampai di depan toko buku ia mengecek handphonenya sapa tau Sari mengirim sesuatu tapi tidak ada. Sesekali Maria mengecek jam di HP-nya hampir 30 menit Sari tak kunjung datang ingin hati Maria menghubungi Sari tapi tiba-tiba dari arah kejauhan terlihat Sari memanggilnya dan melambaikan tangannya.
Sari yang tampak berlari dengan kemeja hijau, celana kain hitam sepatu flat shoes dan tas ranselnya yang agak kusam menghampiri Maria dengan ngos-ngosan.
"Maaf kak aku telat, tadi antar adik sekolah dulu, " ucap Sari membuat Maria tersenyum lega sebenarnya Maria sangatlah khawatir jika Sari tidak menepati janjinya tapi dia membiarkan Sari berbicara terlebih dulu untuk membela diri. Kemudian setelah siap mereka masuk ke toko buku melihat setiap rak yang diisi buku mereka sampai ke bagian ilmu komunikasi sesuai jurusan Sari.
"Duh mahal banget disini kita ketempat lain aja yaa kak, " ucap Sari.
"Gapapa sar aku bayarin deh. "
"Engk usah kak, aku udah banyak hutang ke kaka. "
"Ehh kok ngomong gitu aku ikhlas kok, ambil aja 2 atau 3."
"Aku ambil 1 ini aja kak. "
"Yaa udah yuk ke kasir. "
"Makasih banyak kak sudah ditemanin dan dibayarin juga. "
"Iya sama-sama, abis ini kamu mau kemana lagi. "
"Mungkin aku akan pulang kak, " ucap Sari disertai suara perutnya yang keroncongan.
"Loh kamu belum sarapan, " tanya Maria.
"Iya kak engk sempat hehe. "
"Yaa udah ikut aku yuk, " ajak Maria mengenggam tangan Sari.
"Kita mau kemana kak? " tanya Sari.
"Kita cari makan. "
"Engk usah kak aku mau pulang aja nanti makan dirumah. "
"Aku engk percaya, ayo ikut, " ajak Maria.
Mereka makan di sebuah warung didekat daerah mereka beli buku tadi setelah itu mereka berjalan-jalan menuju taman karena cuaca disiang juga mendung jadi agak mendukung sebelum pulang. "Sari aku boleh menanyakan sesuatu engk? " tanya Maria.
"Boleh kak"
"Awal kita pertama kali bertemu itu aku engk sengaja lihat luka sayatan di lengan kamu, itu gapapa? "
"Ohh yang itu hehe gapapa kak emang waktu awal aku jadi maba emang lagi stress aja terus lagi labil juga banyak sekali cobaan waktu itu, mama meninggal terus juga ayahku masuk rumah sakit kami makan aja susah mana harus bayar uang kuliah juga, tapi dari musibah itu aku makin kuat dan kalau kita pasrahkan sama Tuhan pasti ada aja jalannya, " ucap Sari yang keceplosan curhat masalahnya.
"Astagaa maaf kak aku malah curhat, " sambungnya setelah melihat ekspresi Maria yang keliatan sedih.
"Gapapa Sar cerita aja masalah kamu, aku akan tetap dengarin dengan baik. "
"Makasih kak, sudah baik sama aku, Sari janji bakalan balas kebaikan kaka, " pintanya.
"Jangan begitu aku ikhlas kok Sari, " ucap Maria diikuti anggukan Sari.
__ADS_1
Sari pulang terlebih dahulu membawa plastik berisikan makanan pemberian Maria agar adik dan ayahnya bisa makan enak. Kemudian setelah Sari tak nampak lagi baru Maria pergi menuju tempat kerjanya disana ia bertemu Juan yang cukup lama ia tak berpapasan dengannya.
"Ehh Maria bagaimana kabarnya? " tanya Juan.
"Baik Juan kamu bagaimana? baru keliatan. "
"Iya aku lagi sibuk di ruangku jadi jarang ketemu kalian hehe. "
"Pasti ngerjain project baru yaa, " ujar Maria.
"Nah itu kalau kamu engk sibuk datang aja keruangan ku tau kan yang lewati tangga dekat ruang baca itu. "
"Ohh iya Juan aku tau kok. "
"Nah ketok aja terus bilang nama kamu pasti ku bolehkan masuk, " ucap Juan.
"Iya Juan aku masuk dulu mau kerja hehe. "
*****
Di kala ia ijin setengah hari dari tempat tersebut malah semakin ramai di waktu menjelang sore jadi Maria harus lebih gesit memberikan informasi dan mengisi biodata para pelanggan dibantu oleh robot kecil di meja resepsionis.
Pada pukul 20.00 Maria baru tiba di apartemennya setelah nebeng mobil Juan. Saat memasuki bagian lorong lantai tempat tinggalnya ia dikejutkan oleh seseorang yang sedang jongkok didepan pintunya.
"Miss Lonee? " ucapnya beberapa kali untuk meyakinkan.
Wanita itu menembus kegelapan kala lampu dibagian depan pintu tempat tinggal Maria mati.
"Bagaimana kabarmu? " tanya miss Lonee.
"Sebenarnya aku sedang mencari pemilik tempat itu ternyata kamu orangnya hihi dunia sangatlah sempit rupanya, " balasnya.
"Gue tidak suka basa-basi apa maumu, " tanya Maria lagi.
"Aku hanya ingin bicara sesuatu padamu. "
"Baiklah disini saja. "
"Kenapa harus disini, kamu tidak punya sopan santun, " ujar Lonee.
Dengan kesal Maria membuka pintu tempat tinggalnya. "Silahkan masuk. "
Didalamnya miss Lonee mengomentari gaya tempat tinggal Maria kemudian hal kebersihan juga.
"Kau seperti ibuku saja, " gerutu Maria.
"Di sini aku hanya minta sesuatu darimu untuk tetap diam soal masalah di tetangga sebelahmu, " pinta miss Lonee.
"Maksudmu mbak Dewi? "
"Iya benar sekali, ini ada sedikit imbalan untukmu, " ucap Lonee memberikan sejumlah uang.
Maria cepat-cepat langsung menolaknya tanpa melihat isinya. "Maaf saya tidak mau. "
"Kamu harusnya melihat dulu isinya, " pungkas miss Lonee sambil membuka amplop berisikan uang 3-jutaan ke hadapan Maria.
__ADS_1
"Maaf saya tidak tertarik, " ucapnya lalu menepis uang yang disodorkan ke arahnya.
"Kau ini! " geram miss Lonee menampar pipi Maria.
"Tinggal ambil lalu bungkam mulutmu tidak usah mengikuti perintah polisi apa susahnya sih! " ucapnya sangat kesal.
Pipi yang masih terasa sakitnya membuat Maria juga meninggikan nada bicaranya. "Gue sudah baik yaa menerima elu masuk kesini,, kalau gue tidak mau yaa jangan dipaksa! PERGI lo dari disini, " ucapnya sambil menyeret miss Lonee keluar dari tempat tinggalnya, dan tidak lupa Maria juga melepar amplop berisikan uang kewajah lawan bicaranya itu.
"Ini jangan lupa dibawa uangmu itu. "
"Ku peringatankan yaa kau akan menyesal memperlakukanku seperti ini!" ucap miss Lonee. Di ikuti Maria yang menggerakkan tangannya mengusir orang dihadapannya.
Setelah beberapa hari kedamaian Maria mulai terusik lagi setelah ia dapatin bangkai tikus di dekat lift saat akan berangkat kerja kemudian saat pulang pun ia dikejutkan oleh sebuah kotak kecil didepan tempat tinggalnya seakan ia jengkel karena tadi pagi bertemu bangkai lalu ada sebuah kotak hitam di depannya, Maria menghela nafas tanpa membuka kotak tersebut ia langsung membuangnya ke tong sampah dekat lift.
"Kenapa sih ada aja hari yang menjengkelkan, " sungut Maria kemudian mandi dan langsung merebahkan diri di kasurnya karena tadi ia sudah makan malam diluar bareng team J jadi tidak banyak waktu lagi tinggal melepas rasa lelah di tempat tidur.
Petugas kebersihan datang untuk mengambil sampah di lantai tempat Maria tinggal, lalu melempar ke lubang sampah yang berada di dekat lift itu juga lalu temannya dibawah yang mengambilnya saat diangkut oleh truk sampah kotak yang Maria buang malah terjatuh dari plastik sampah sehingga ditemukan seorang pejalan kaki di tengah malam itu.
Keesokan paginya sebuah berita muncul tentang seorang pria menyelakain dirinya sendiri menggunakan carter miliknya membuat tepi jalan itu agak macet sejak subuh tadi.
Menurut pakar psikologi jika pria itu mengalami depresi kemudian menurut dukun yang tidak sengaja melintas jika dia sepertinya mengalami kesurupan terkena sihir dari benda yang ia temukan. Dari penglihatannya jika pria itu membuka sebuah kotak misterius sehingga matanya menjadi hitam pekat dan melakukan bunuh diri. Kemudian dilayar menampilkan kotak hitam yang ditemukan disebelah pria itu, yang membuat Maria tak percaya saat menontonnya di kedai yang ia santap sarapan paginya.
"Whattt ituuu kan kotak yang kutemukan di depan pintu kok bisa disitu, " ucap Maria bergerak ngeri saat melihat siaran berita itu.
"Apa ini perbuatannya miss Lonee soalnya setelah dia datang ke tempatku ada banyak kejadian aneh menimpahku."
.
.
Setelah seminggu maria berpikir panjang akhirnya ia memutuskan untuk pindah ia sempat dihalang oleh pemilik apartemen karena ia sangat dekat dengannya tapi ia menjelaskan jika akan mencari rumah dekat dengan tempat kerjanya.
Dihari itu juga setelah meyakinkan pemilik apartemen Maria pindah ke rumah paling strategis yang ia beli dengan bantuan Juan.
Ia bisa melunasi rumah itu dengan jangka 5 tahun apalagi dana pencairan asuransi pamannya juga sudah cair. Dibantu oleh rekan kerjanya yang lain mereka mengangkut barang Maria.
"Makasih guys sudah di bantuin, " ucap Maria sambil membawa minuman dingin dan gorengan.
"Ohhiya kalau mau makan nasi juga ada kok, " sambungnya.
"Iya mar makasih yaa. "
"Btw Robert akhir-akhir ini kok jarang kelihatan? " tanya Maria.
"Dia ada urusan mendadak, " sahut Haikal agak sedikit kaku.
"i-ya benar soalnya diakan juga punya jadwal paling banyak diantara kami jadi aman aja sih, " ucap Tono juga meyakinkan Maria.
Walau Maria agak sedikit curiga tapi tidak membuatnya semakin larut dalam kepenasaran.
.
.
...Bersambung.......
__ADS_1