
Pagi ini Erika tidak sanggup beranjak dari tempat tidurnya. Tubuhnya terasa berat. Ia memegang dahinya, agak panas. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Ia harus segera bersiap-siap untuk berangkat.
Erika berusaha bangun dari tempat tidurnya, tapi kepalanya terasa pusing. Akhirnya ia merebahkan tubuhnya kembali ke kasur. Ia aka minta izin nanti. Erika pun kembali tertidur.
Jam menunjukkan pukul delapan. Riko keluar dari kamar dan berniat sarapan.
"Ma, ika dimana?" tanya Riko.
"wah mama ga lihat. Atau jangan-jangan sudah berangkat kali. Coba tanya sama papa, mungkin papa lihat." jawab Hana.
Riko makan dan langsung berangkat. Gagal lagi dia mau berangkat bareng Erika.
----------
"bro, liat Erika nggak?" tanya Riko
"gile lo ko, baru ampe langsung nanyain Erika. satu rumah juga, bukan berangkat barengan." jawab Angga enteng.
Riko ingin pergi ke bagian administrasi, hanya saja hari ini dia ada jadwal ke proyek untuk meeting dengan klien. Terpaksa ia mengesampingkan dulu keinginannya.
"yuk bro cabut, ntar ditungguin ni sama Pak Ilham." ucap Riko.
"siap bro, meluncurrr..."
Riko dan Angga langsung berangkat untuk meeting.
Sementara itu di bagian administrasi.
[telepon berdering]
"halo, iya bu."
(Cecil, Erika mana?)
"nggak tahu bu, dari tadi belum lihat."
__ADS_1
(kalau sudah ketemu, tolong bilang dia dicari Pak Reyhan, masalah laporan kemarin)
"baik, bu." ucap Cecil
----------
ah, sudah jam 10, sebaiknya aku WA Kak Cecil dulu. Aduh, kepala masih pusing banget.
Erika akhirnya menghubungi Cecil dan meminta tolong untuk memintakan izin ia tidak masuk karena kurang sehat.
"permisi, Bu." ucap Cecil memasuki ruangan Bu Amy.
"iya cil, kenapa?" jawab Bu Amy.
"Erika izin tidak masuk bu. Kurang sehat katanya. Barusan ia menghubungi saya via wa." terang Cecil.
"baik kalau begitu. Nanti saya hubungi Pak Reyhan."
Cecil meninggalkan ruangan Bu Amy. Bu Amy mengambil telepon dan menghubungi Pak Reyhan.
"it's okay, no problem. I'll call her later." jawab Reyhan
----------
Erika keluar dari kamar, melihat Tante Hana sedang duduk menonton TV, acara drama korea kesukaannya. Tante Hana melihat Erika berjalan menuju dapur, hendak mengambil minum.
"ikaaa....kamu nggak ke kantor?" tanya Tante Hana.
"nggak Tan. Erika lagi kurang enak badan." jawab Erika lemah.
"kamu demam ya?" sambil memegang dahi Erika.
"iya tan sedikit, nggak apa-apa kok. Istirahat juga sembuh."
"ya sudah, kamu istirahat. Nanti tante buatkan bubur ya." ucap Tante Hana.
__ADS_1
"terima kasih tan. Maaf jadi ngerepotin tante." ucap Erika, sambil meneguk minumnya.
"nggak kok ka. Malah tante yang nggak enak sama mama kamu kalau kamu sakit."
Erika tersenyum mengungkapkan rasa terima kasihnya. Erika pun kembali ke kamar untuk kembali beristirahat. Ia tak ingin sakitnya berkepanjangan.
----------
"bro, gue langsung cabut ya abis ni. Biasa mau langsung pulang aja. Males g ketemu Siska." ucap Angga.
"nggak kangen bro?" ucap Riko meledek.
"bangettt, sampe pengen kabur gue saking kangennya." Angga merengut.
"ya udah, gue balik kantor deh. Gue mau nyari Erika dulu." terang Riko.
"lo naksir ya bro?" tanya Angga.
"ya gitu deh bro. Daripada gue disuruh pilih antara Mila sama Laura, mendingan g sama Erika." jawab Riko sambil tertawa.
"hahahaha....Laura kan cantik bro, masa nggak mau sih? lagian apa yang bikin lo suka sama Erika?"
"Ogah ah, buat lo aja bro kalau minat. Erika yang pasti nggak ngebosenin bro. Tapi gue lagi pusing bro, masa g mesti saingan sama Pak Reyhan." ucap Riko.
"Pak Reyhan? yang bener lo bro?" Angga kaget.
"yoi. Kemaren gue liat mereka siang pergi bareng. Trus pulang juga pas gue ngajak Erika, malah diserobot sama si Reyhan. Payahhh!!" ucap Riko kesal.
" ya sebenernya lo serahin aja keputusan sama Erika. Jangan dipaksain bro."
"gue nggak akan nyerah bro. Gue yang pertama kali kenal, masa dia main serobot aja." Riko makin kesal.
"sabar bro....ya udah lo pikirin aja omongan gue. Gue cabut dulu ya, nyokap masak gurame ni, pengen buru-buru pulang." ucap Angga tertawa.
----------
__ADS_1