Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 31 - MILA PULANG KE JAKARTA


__ADS_3

"ka, kamu kenapa?. Aku liat kamu murung aja habis terima telepon tadi." tanya Reyhan


"Nggak apa-apa kok." jawab Erika terkesan menyembunyikan sesuatu.


"Kamu jangan bohong. Wajah kamu dari tadi murung aja." ucap Reyhan


Erika tidak menyangka Reyhan memperhatikannya sedari tadi. Ia tidak ingin membawa Reyhan dalam masalahnya.


"Nggak apa-apa." tegas Erika.


Reyhan tidak ingin memaksa Erika bercerita. Ia tahu jika Erika ingin bercerita, pasti dia akan cerita. Jadi sementara ini lebih baik Reyhan diam.


"yuk pulang." ajak Reyhan sambil memegang tangan Erika. Taksi sudah datang di depan tempat makan tersebut.


----------


Mila masih duduk terdiam di kamar hotel. Ia duduk di sofa sambil memandang ke arah jendela. Pikirannya terus berputar-putar, kalau saja begini, kalau saja begitu....


Sekarang ini dia merasa hidupnya sudah hancur. Ia pun merasa malu bertemu Riko atau siapapun. Rasanya dia ingin mengunci dirinya selamanya, sendirian.


Pintu kamar hotel terbuka.


"Kak, ini aku bawain makanan. Kak Mila belum makan kan?" tanya Erika.


Mila yang duduk di sofa membalikkan tubuhnya menghadap Erika.


"Aku nggak nafsu makan, ka." ucap Mila.

__ADS_1


"Kak Mila harus makan kak." Erika menghampiri Mila dan duduk disampingnya.


"Aku mau pulang aja ke Jakarta. Aku nggak bisa disini terus. Kalian masi 2 hari kan disini, Jumat baru balik Jakarta." ucap Mila


"iya, Kak. Besok masih ada janji ketemu orang project buat ngebahas spesifikasi bangunan. Kebetulan Pak Reyhan ada disini, apa mau saya bantu minta izin sama Pak Reyhan?" tanya Erika.


"Boleh ka, aku beres-beres barang dulu. Kalau bisa, sekalian aku minta tolong carikan taksi buat ke bandara. Nanti tiket biar aku beli sendiri di bandara langsung." ucap Mila.


"Kak Mila nggak mau nunggu Mas Angga atau Kak Riko? biar dianterin ke bandara?" tanya Erika.


"Nggak ka, aku sendiri aja. Itu lebih baik. Boleh aku minta tolong satu lagi? (diikuti anggukan kepala Erika) tolong jangan ceritakan sama siapa-siapa yang kemarin kamu lihat. Mungkin Angga sudah tahu, tapi aku mohon jangan sampai ada yang tahu lagi." Mila memohon sambil memegang tangan Erika.


"Baik, Kak. Aku cari Pak Reyhan dulu ya buat minta izin, sekalian ika carikan taksi. Nanti ika naik lagi buat bantuin Kak Mila turun." ucap Erika


"Makasih ya ka." Mila tersenyum sedikit namun masih menahan rasa sakit di dalam hati.


----------


"sory bro. Gue jadi nggak bantuin lo ngobrol sama PM tadi. Nggak tahu gue jadi kenapa nih bro." ucap Riko


"Lo tanya sama hati lo, apa yang harus lo lakuin sekarang. Karena jujur, gue ga bisa bantuin lo. Gue nggak mau keputusan gue malah menjerumuskan lo."


"Jujur gue lagi bingung banget bro. Gue nggak tahu mesti ngapain, semuanya serasa melayang-layang di pikiran gue. Gue juga nggak tahu gue kenapa." Riko memegang kepalanya dengan kedua tangan sambil menunduk. Ntah mengapa tiba-tiba setitik air matanya jatuh.


"sabar bro. Lo pikirin aja dulu ya, jadi lo bisa ambil keputusan yang tepat. Jangan lo ambil keputusan sembarangan trus ke belakang lo salah. Penyesalan biasa dateng belakangan, kalo duluan namanya pendaftaran bro." ucap Angga sambil melucu untuk mencairkan suasana.


Mobil yang akan mengantar mereka pulang ke hotel sudah siap. Mereka pun beranjak pergi, memasuki mobil dan meluncur pulang.

__ADS_1


----------


Erika ingin menuju kamar Reyhan, tapi ia melihat Reyhan sedang duduk di coffee shop di lobby hotel. Erika pun menghampirinya.


"boleh duduk?" tanya Erika sambil tersenyum.


"Erika, silakan....tumben nih nyamperin, kenapa?" tanya Reyhan


"Begini...hmmm....mau minta izin pulang ke Jakarta." ucap Erika


"kamu mau pulang?" tanya Reyhan kaget.


"Ooohhh nggak kok. Minta izin buat Kak Mila. Kak Mila agak kurang enak badan dari pagi. Makanya dia mau minta izin pulang lebih dulu."


"Ooh kirain kamu yang mau pulang. Kalo Mila saya kasih izin, kalo kamu nggak." ucap Reyhan tersenyum


Erika tersenyum, "Makasih ya Rey."


Reyhan tersenyum mendengar namanya disebut tanpa ada embel-embel pak. Erika pun berlari menuju kamar untuk mengabari Mila dan membantunya. Sebelumnya ia sudah memanggil taksi untuk bersiap di lobby.


----------


"Kak, aku udah minta izin sama Pak Reyhan. Katanya boleh." ucap Erika memasuki kamar.


"Makasih ka. Saya tahu kok, Pak Reyhan pasti ngijinin, soalnya Pak Reyhan memang baik orangnya." ucap Mila


Erika membantu Mila membawa kopernya dan mereka berjalan bersama-sama menuju lift. Di lobby sudah siap menunggu taksi yang akan mengantar Mila ke bandara.

__ADS_1


"Makasih sekali lagi ya ka. Maafin aku nggak bisa temenin kamu. Titip makasih juga buat Pak Reyhan ya." Mila pun menutup pintu taksi dan mempersilakan sopir taksi untuk menjalankan kendaraannya.


Erika menatap kepergian Mila. Ia tahu, Mila pasti sedang kacau. Biarlah Mila pulang untuk menenangkan pikirannya. Mungkin saat mereka pulang ke Jakarta nanti, suasana sudah jauh lebih baik.


__ADS_2