Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 19 - PENGERTIAN REYHAN


__ADS_3

Erika pulang ke rumah Om Herman. Ia berbicara panjang lebar dengan Tante Hana. Akhirnya Tante Hana mengijinkan Erika untuk kost. Tentu saja Erika tidak memberitahu alasan sebenarnya mengapa ia ingin keluar dari rumah itu.


Ia membereskan barang-barangnya dan memanggil taksi. Ia segera pergi menuju tempat kost nya yang baru. Erika berharap inilah hidupnya yang baru, setidaknya ia tidak bersama Riko setiap saat.


Di dalam taksi, Erika masih memikirkan permintaan Reyhan. Erika rasa, jika ia menerima permintaan tersebut, sama saja dengan memasukkan dirinya ke dalam masalah baru.


Erika akan membicarakan ini dengan sahabatnya, Linda, biasa Linda punya solusi yang luar biasa.


----------


Reyhan masih berada di ruang kantornya. Duduk termenung sendiri.


apa yang tadi aku lakukan? membawa Erika masuk ke dalam kehidupanku memang keinginanku, tapi membawanya masuk ke dalam masalah....hmmm....


Ia mengambil handphone nya .....


malam Erika, ini Reyhan.


*Maaf kalau ganggu kamu malam-malam.


Maaf juga tadi siang sudah menceritakan permasalahan pribadiku.


Jadi, kamu bisa melupakan permintaanku tadi siang. Anggap saja aku tidak pernah mengatakannya.


Aku akan menghadapi masalah ini sendiri, hasilnya bagaimana, itu mungkin jalan hidupku. Aku tidak ingin menambah permasalahan dalam kehidupanmu.

__ADS_1


Namun, yang tadi siang kukatakan bahwa aku suka sama kamu. Aku sungguh-sungguh.


Jikalau memang nanti kita bersama, itu karena kamu menyayangi dan mencintaiku dengan tulus, bukan karena paksaan. Aku akan menunggumu.


Biarlah sekarang seperti ini, aku tidak akan mengganggu. Aku ingin kamu bekerja dengan tenang. Aku pun tahu keadaan orang tuamu, buatlah mereka bahagia.


Jikalau kamu membutuhkan sesuatu, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungiku. Aku akan selalu ada untukmu. -Reyhan*-


Reyhan mengirimnya dan menutup handphonenya. Berusaha untuk melupakan, tapi tetap mengharapkan.


----------


Erika sampai di kost barunya. Betapa senang hatinya, terasa bebas. Linda sudah menunggunya.


Erika tersenyum senang.


"gue anterin ke kamar lo ya."


Erika menggangguk tanda setuju.


Erika dan Linda sampai di depan sebuah kamar berpintu kayu. Dibuka pintunya, terlihat sebuah tempat tidur yang nyaman, meskipun kamarnya tidak terlalu besar. Kamar ini memiliki view yang bagus, soalnya langsung menghadap ke arah taman.


Setiap kamar memiliki kamar mandi pribadi, sehingga nantinya mereka tidak berebutan kamar mandi (kata ibu kost sih gitu).


"ka, lo pasti cape abis beres-beres kan. Lo mandi, trus lo istirahat ya. Besok kan hari sabtu, kita bisa ngobrol seharian. gue ga ada kuliah dan kantor lo juga libur kan?" Erika mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


Lalu Linda kembali ke kamarnya dan Erika menutup pintu kamar kost nya. Ia membereskan barang-barang bawaannya, kemudian mandi.


Tubuhnya terasa segar sekali setelah mandi. Ia duduk di kasur dan mengambil handphonenya. Ia ingin menghubungi orang tuanya untuk memberitahu keberadaannya.


Namun, matanya terhenti saat membaca chat dari Reyhan. Ntah mengapa tiba-tiba air matanya mengalir. Betapa lega hatinya mendengar kabar ini, bahwa ia tidak perlu melakukan apa yang diminta Reyhan tadi siang.


Tapi di saat itu juga ada perasaan yang tiba-tiba muncul dalam hatinya, sebegitu tuluskah perasaan Reyhan padanya. Begitu jauhnya perbedaan Riko dengan Reyhan.


Erika membalas chat tersebut, karena ia juga ingin berterima kasih.


*Terima kasih. Sungguh sangat menenangkan hati ini saat membacanya.


Memang sesuatu yang dipaksakan tidak akan pernah berakhir dengan baik.


Saya mendoakan yang terbaik untuk Pak Reyhan. Semoga Pak Reyhan juga bisa membahagiakan kedua orang tua Pak Reyhan.


Terima kasih sudah menyayangi saya, tapi saat ini saya tidak dapat membalas perasaan itu. Mungkin nanti, atau mungkin tidak sama sekali.


Namun yang pasti, jangan pernah menunggu saya. Pak Reyhan berhak mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dari saya.


Jika Pak Reyhan butuh sesuatu, bisa menghubungi saya. Saya bisa menjadi teman yang baik. Terima kasih atas semua pengertiannya*.


Perasaan Erika tenang, tapi ada sesuatu yang hilang. Apakah ia mulai mencintai Pak Reyhan? Apakah ketulusan Pak Reyhan mampu menembus hatinya?


Ia tak ingin memikirkannya, biarlah semua seperti saat ini. Ia ingin hidup tanpa beban. Jikalau memang cinta bukan untuknya, ia pun ikhlas. Ia hanya ingin menyayangi dan mencintai keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2