Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 46 - SURAT ERIKA


__ADS_3

[tookk...toookkk....tookkk]


Linda membuka pintu pagar rumah kost nya.


"mau cari siapa?" Linda agak terkejut saat melihat Reyhan ada di depan pintu pagar kostnya.


Linda tak menyangka, Brama yang dulu sudah berubah menjadi laki-laki yang tampan, gagah dan berwibawa, padahal belum lama rasanya laki-laki ini lulus kuliah, si mahasiswa abadi.


"Erika ada?" tanya Reyhan


"Erika? nggak ada. Dia udah nggak kost disini lagi." jawab Linda


"Kira-kira sekarang dia dimana ya? pindah kemana gitu?" tanya Reyhan penasaran.


"Saya kurang tahu, Erika nggak ngomong apa-apa, tapi tunggu sebentar ya." Linda tiba-tiba teringat kotak yang diberikan Erika waktu itu.


Linda masuk ke kamarnya, kemudian keluar membawa sebuah kotak.


"Ini..." Linda menyerahkan kotak itu kepada Reyhan


"apa ini?" tanya Reyhan


"Saya kurang tahu. Saya hanya dititipkan kotak itu untuk diserahkan pada anda." jawab Linda


"Baiklah kalau begitu, terima kasih." ucap Reyhan


Ia memakai kacamata hitamnya, memegang kotak tersebut dan memasuki mobilnya. Ia menatap kotak tersebut, penasaran dengan isi di dalamnya.


Ia memacu mobilnya pulang, ia akan membuka kotak tersebut di rumah nanti.

__ADS_1


----------


"Ini rumah kita sekarang ma, ika rasa kita akan aman disini. Nggak akan ada yang gangguin kita lagi." ucap Erika sambil memeluk ibunya.


Mereka membuka sebuah warung makan, sama seperti saat mereka di Bandung. Yaaa sekarang ini mereka tak lagi tinggal di Bandung, meski tempat mereka sekarang ini lebih ramai, tapi mereka merasa kehidupan mereka akan jauh lebih baik disini.


Erika dan Elisa mulai mencari pekerjaan, sambil membantu ibunya di warung makan. Sementara ayahnya mereka suruh beristirahat, agar kesehatan nya cepat pulih.


Erika menghirup udara yang begitu segar, rasanya sudah lama ia tak menikmati hal seperti ini. Ia yakin ia akan mampu melupakan semua yang telah ia lewati, menjadikannya pembelajaran bahwa ia akan menjadi lebih baik lagi.


Erika membeli surat kabar lokal untuk mencari pekerjaan. Berhubung ia tidak mempunyai handphone, ia berpatokan pada surat kabar saja. Meskipun orang tua dan adiknya memiliki handphone, ia tak mau bergantung kepada mereka, ia harus mampu melakukannya sendiri, tak mau merepotkan atau menyusahkan mereka.


----------


Reyhan masuk ke dalam kamarnya, masih memegangi kotak yang dititipkan oleh Erika. Kira-kira apa isinya, ia masih bertanya-tanya.


Reyhan membuka surat tersebut


*Rey, maaf.....


Mungkin aku terkesan jahat meninggalkanmu. Tapi aku merasa inilah jalan terbaik.


Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya, mungkin kamu benar-benar sayang atau justru hanya mempermainkan perasaanku.


Pada awalnya, aku memang tidak menyukaimu, jujur aku sangat benci sekali. Tapi seiring berjalannya waktu, timbul perasaan suka sama kamu.


Namun, kurasa itu semua akan kubuang, yaaa sangat jauh, jika mungkin akan kukubur dalam-dalam sampai tak bisa kuingat lagi.


Aku tidak tahu apa maksud dirimu mendekati diriku. Apa kamu ingin menghancurkan diriku dengan membuatku menyukaimu, lalu membuangku seperti sampah, seperti Papamu menghancurkan kehidupan keluargaku? Tidak, sudah cukup kurasa.

__ADS_1


Aku tak ingin kamu menghancurkan hidupku lebih jauh lagi, sekarang saja sudah terasa sakit.


Aku pergi, anggap tak pernah ada apa-apa diantara kita, yaa tidak pernah terjadi apa-apa. Anggap kita tidak pernah bertemu dan tidak pernah saling mengenal.


Jalani saja hidup kita masing-masing, kurasa ini yang terbaik. Menikahlah dengan wanita pilihan keluargamu, yang mungkin sudah menjadi milikmu saat ini, dan bahagiakanlah orang tuamu. Akupun akan membahagiakan kedua orang tuaku dan menikah jika aku telah menemukan seseorang yang baik dan menerima diriku apa adanya.


Kukembalikan handphone yang kau pinjamkan, agar tak tersisa milikmu dalam diriku.


Jaga dirimu baik-baik, aku mendoakan yang terbaik bagi dirimu dan aku tidak menyimpan dendam.


Thank you for everything


Erika


**I am not what happened to me,


I am what i choose to become***.


Reyhan menutup surat tersebut. Ia marah karena Erika meninggalkannya, ia juga kesal karena ternyata ayahnya lha yang telah menghancurkan keluarga Erika.


Mungkin Erika pun juga sudah tahu mengenai semua gosip-gosip yang beredar mengenai dirinya dan Fiona. Justru mungkin inilah yang membuatnya paling terpukul, saat tahu bahwa ternyata laki-laki yang disukainya, tidur dengan wanita lain.


Reyhan menunduk, memegangi kepalanya dan berteriak. Ia tidak bisa menerima semua ini. Ia kehilangan Erika lagi untuk kedua kalinya.


Pertama saat ia lulus kuliah dulu. Ia masih gengsi untuk mengakui bahwa ia menyukai gadis itu, sampai akhirnya mereka terpisah karena Reyhan sudah lulus.


Dan sekarang karena Ayahnya dan Fiona, yaaa karena mereka berdua. Aku tidak bisa tinggal diam. Aku akan membatalkan pernikahan ini, bagaimanapun caranya. Mereka tidak akan bahagia, sementara diriku menderita disini.


Reyhan melipat surat itu, memasukkan nya ke dalam kotak, menutup dan menyimpannya di dalam lemari. Ia tak mengambil handphone miliknya. Ia berjanji akan mencari Erika, sampai ketemu.

__ADS_1


__ADS_2