Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 51


__ADS_3

Reyhan terbangun pagi sekali, pasti karena kemarin ia terlalu cepat tidur. Ia bangkit dari tempat tidurnya, berjalan menuju jendela, membuka tirainya. Cahaya matahari belum terlalu nampak, tapi kehangatan sudah mulai bisa dirasakan.


Reyhan membuka pintu balkon, dan berdiri di tepi pagar balkon. Ia bisa melihat pantai dari sana. Udaranya sangat bersih saat pagi hari.


Ia menggerakkan badannya, sedikit berolahraga, merenggangkan tubuhnya. Betapa nikmatnya suasana seperti ini, seperti liburan.


Tapi tiba-tiba Reyhan langsung menggelengkan kepalanya, berharap pikirannya kembali pada kegiatan yang harus ia lakukan.


Ia berbalik menuju kamar mandi, membersihkan dirinya, bersiap untuk berangkat meeting hari ini.


----------


Riko sudah siap untuk meeting dan menunggu Reyhan di lobby. Mila masih berada di kamar, masih tertidur karena lelah bertempur dengan Riko semalam dan tadi pagi.


Ia duduk di sofa sambil memainkan handphone nya, memeriksa segala dokumen yang diperlukan.


"ko, ayo kita berangkat." ucap Reyhan yang sudah berdiri di sebelah Riko.


Reyhan menggunakan kacamata hitam, membuatnya tambah gagah dan juga misterius. Riko sempat berpikir betapa tampannya Reyhan, tapi ia juga kasihan karena sampai saat ini, Reyhan masih saja bertanya tentang Erika.


Riko memang tidak tahu sejauh mana hubungan mereka berdua, tapi Riko tahu ada sesuatu diantara mereka.


Riko berjalan cepat sambil membawa dokumen-dokumen yang akan mereka presentasikan. Sementara Reyhan berjalan di belakangnya.


Saat Reyhan keluar dari lobby melalui pintu hotel sebelah kanan, sekilas ia melihat sosok seorang wanita masuk ke hotel melalui pintu sebelah kiri.


Itu Erika, yaaa itu Erika, pikirnya dalam hati. Gadis kecilnya sudah menjadi lebih cantik dan lebih dewasa. Reyhan sempat berhentu sebentar untuk melihat lebih jelas, tapi sosok wanita tersebut sudah tidak terlihat.


"Pak Reyhan, mari Pak." ucap Riko


"iiyaa.." ucap Reyhan sambil masih mencari sosok wanita tersebut.

__ADS_1


Reyhan masuk ke dalam mobil diikuti Riko. Mereka pun berangkat menuju tempat Mr. Mark.


Di perjalanan, Reyhan masih memikirkan wanita tadi. Apa benar itu Erika, atau hanya mirip saja? atau hanya halusinasi nya saja.


----------


drrttt drttt ....


Telepon Erika berbunyi.


(*kak, lisa udah mau lahiran. Aku udah lagi otw ke RS)


ooo...okay okay. Nanti kabari kakak ya. Kalau kakak bisa pulang cepat hari ini, nanti kakak kesana.


(iya kak, Andri nanti segera kabari kakak*.)


Telepon ditutup.


Erika langsung menelepon ibunya untuk memberitahukan kabar ini.


----------


Hari sudah mulai sore saat Reyhan tiba kembali di hotel. Mereka sudah sampai di area drop off lobby hotel.


Reyhan keluar dari dalam mobil sementara Riko pergi untuk memarkirkan mobil yang mereka sewa.


Reyhan terkejut melihat Erika sedang bersama seorang laki-laki, dan wajahnya begitu gembira. Yaaa benar itu Erika, kali ini ia tidak salah lihat ataupun halusinasi.


Jendela mobil diturunkan, dari dalam mobil terdengar suara, "Maaa, ayo cepat!"


Erika pun langsung memasuki mobil, dan laki-laki itu masuk juga dan langsung melaju pergi.

__ADS_1


Reyhan tiba-tiba merasa drop. Erika sudah menikah? ia sudah menikah? dan sudah punya anak. Begitu cepatnyakah ia melupakan aku, pikirnya.


Sepertinya mereka adalah keluarga yang bahagia, terlihat dari betapa bahagianya wajah Erika tadi.


----------


[erika]


Drrtt....drrttt....


handphone Erika bergetar lagi, ia langsung mengangkat telepon tersebut.


*iya ndri, kenapa? lisa udah lahiran?


(aku di lobby kak, bareng sama Nicho. Mau jemput kakak sekalian ke RS)


loh lisa sama siapa ndri?


(Mama sama Papa ada disana temenin lisa. Ini Nicho ikut aku jemput Kakak)


Ya udah, tunggu bentar ya. Aku minta izin trus langsung ke lobby


(siapp kak*)


Andri sudah menunggu di drop off lobby. Security sudah kenal dengannya karena sudah beberapa kali Andri juga menjemput Erika bersama Elisa.


Erika turun dengan wajah berseri-seri. Ia akan segera menjadi tante, pikirnya.


"Ayo kak, kita berangkat, tuh Nicho udah nungguin di mobil." ucap Andri


Jendela mobil terbuka, Erika bisa melihat Nicho sudah ada di dalam.

__ADS_1


"Maaa, ayo cepat!!" ucap Nicho dari dalam mobil.


"Ayo kalau gitu, kita segera berangkat." ucap Erika sambil membuka pintu mobil. Diikuti Andri masuk dan melajukan mobilnya.


__ADS_2