
"Mil, ntar pulang bareng ya...." ajak Riko
"nggak usah, aku pulang sendiri aja." Dengan halus Mila menolak.
"Tapi Mil, aku mau kenalin kamu sama papa mama aku." ucap Riko terbata
Dalam hati Mila bertanya-tanya, kenapa Riko jadi ber aku kamu, biasanya nyantai pakai gue lo. Trus mau ngenalin ke ortunya lagi.
"Tapi ko....." Mila tetap berusaha menolak.
"Tolong Mil, izinin aku buat kenal kamu lebih dekat. Aku juga mau serius sama kamu, makanya aku mau kenalin kamu ke papa mama aku."
Mila akhirnya menganggukkan kepalanya. Ia berharap hubungan ini biaa menjadi baik, bukan karena keterpaksaan. Ia pun akan mencoba membuka hati lagi untuk Riko, seperti dulu saat ia justru mengincar cinta Riko.
----------
"Maaaa, aku dapet kerjaaaaa!" Erika pulang sambil berteriak dan tersenyum dengan lebarnya. Disambut ibunya yang tersenyum lebar juga.
Sudah lebih dari satu bulan sejak ia meninggalkan kantor milik Reyhan dan pindah kesini, yaaa ke sebuah pulau yang dikunjungi banyak orang. Pulau yang menjadi tempat orang-orang melepaskan penat, ber-honeymoon atau bahkan menikah langsung disini. Itulah Bali.
Erika sekeluarga pindah ke Bali, jauh dari Jakarta. Tempat yang lebih terasa seperti berlibur. Dimana mereka akhirnya berkumpul menjadi satu keluarga yang utuh.
__ADS_1
Reyhan pasti sudah menikah dengan pilihan ayahnya sekarang ini. Erika pun sudah ikhlas, mungkin Reyhan bukan untukknya, bukan jodoh yang diberikan Tuhan untukknya.
Baru saja memasuki pintu rumah, Erika tiba-tiba merasa kepalanya pusing. Ia merasa tubuhnya tidak seimbang, dan akhirnya ia pingsan.
Mama Widya langsung membawa Erika ke dokter, karena ia kaget sekali. Anaknya yang sejak pagi berseri-seri dan pulang juga dengan gembira, bisa tiba-tiba pingsan.
Setelah diberikan pertolongan pertama di RS, Erika akhirnya tersadar.
"Maaa, aku kenapa ma? kepala aku pusing banget." tanya Erika sambil memegangi kepalanya.
Mama Widya tidak tahu bagaimana ia harus mengatakannya. Ia sendiri shock akan kabar ini. Ia sudah menelepon suaminya dan menceritakan hal ini. Suaminya juga shock karena tak menyangka akan terjadi begini.
"ka, mama mau tanya sama kamu. Tapi mama harap kamu jujur sama mama."
"Nggakkk, nggak mungkin..., nggak, nggak, aku nggak mau." Erika tiba-tiba merasa seperti orang gila. Ia ingin berteriak sekencang-kencangnya.
"ikaaa...." Widya memegang tangan Erika.
"maafin ika, Maaa." tangis Erika pun pecah.
"Aku bisa ma merubah semua ini, Ma. Aku nggak mau ini, sambil memegang perutnya." ucap Erika.
__ADS_1
"ikaaa! kamu nggak boleh ngomong gitu. Mama tahu kamu yang salah, tapi kamu tidak boleh seenaknya membuang. Itu sama saja dengan pembunuhan." ucap Widya
"Tapi Ma, ini akan membuat Mama dan papa malu. Ika belum nikah tapi ....." Erika berhenti berbicara karena Widya menyuruhnya untuk berhenti.
"Papa dan Mama sudah ikhlas. Mungkin ini kesalahan kami juga karena tidak memperhatikan kamu, dan membiarkan kamu sendirian di Jakarta. Kamu bisa ceritakan sama mama dan papa nanti saat kamu pulang dari sini dan saat kamu siap." Widya memeluk Erika yang menangis sesengukan.
*Mungkin cinta Reyhan bukan untukku, tapi aku bersyukur aku masih punya cinta kedua orangtuaku.
Aku bisa merasakan kasih sayang mereka saat ini. Mereka tidak memarahiku, tidak menamparku, atau bahkan mungkin mereka sebenarnya bisa membuangku.
Tapi mereka justru memberi kekuatan dan penghiburan. This is what i called a family*
Erika terus memeluk ibunya, ia ingin menumpahkan semua rasa sedih di hatinya. Sejak ia pergi dari Jakarta, semua rasa sedihnya ia pendam sendiri, ia tak ingin keluarganya melihat kesedihannya.
Tapi ketika ia melihat begitu besar kasih sayang orangtuanya, meskipun ia sudah berbuat salah, air matanya tumpah dengan sendirinya. Semua kesedihannya seperti keluar semua dari dalam dadanya.
----------
Erika awalnya memang berpikir untuk tidak membesarkan anak yang ada dalam kandungannya. Selain karena ia belum menikah, yang pasti akan menjadi pergunjingan banyak orang, ia juga tidak ingin anak tersebut tumbuh tanpa seorang ayah.
Namun, kekuatan yang diberikan keluarganya, terutama ayah dan ibunya, membuat Erika berubah pikiran. Ia akan membesarkan anak tersebut dengan penuh kasih sayang dan sebaik mungkin.
__ADS_1
Reyhan tidak perlu mengetahui hal ini, yaaa dia tidak perlu tahu. Sekarang ini dia pasti sudah menikah dan berbahagia. Erika tidak ingin menjadi pengganggu rumah tangga orang lain.
Erika juga tidak ingin terjadi hal seperti dulu terhadap keluarganya. Biarlah hidup seperti sekarang, tenang dan damai, begitu pikirnya. Kasih sayang dari dirinya dan dari orang tuanya, ia rasa cukup untuk menggantikan kasih sayang dari Reyhan.