Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 39 - PERMINTAAN MAAF RIKO


__ADS_3

Riko pulang ke rumah setelah bertemu Erika. Ia memikirkan semua perkataan Erika. Mungkin sudah saat ia berpaling dari Erika dan menganggapnya hanya sebatas adik.


Ia mengambil handphone nya, mencari nama Mila disana. Riko mencoba menghubungi Mila, hanya saja tidak diangkat. Ia melihat ke arah jam dinding, oh sudah jam 10 malam. Mungkin Mila sudah tidur.


Riko meletakkan handphone nya di atas nakas di samping tempat tidurnya, kemudian ia membaringkan kepalanya di atas bantalnya. Mencoba memejamkan matanya, mengapa tiba-tiba terbayang Erika dan Mila.


----------


"Papa nggak mau tahu Rey, kamu jangan bikin malu papa. Kamu harus secepatnya menikahi Fiona. Papa nggak mau sampai gosip ini nyebar kemana-mana. Mau ditaruh di mana muka papa ini." ucap Surya marah.


"Tapi Rey sama sekali nggak ingat apa-apa Pa. Rey yakin nggak ngelakuin hal semacam itu. Hanya saja Rey nggak punya buktinya." jawab Reyhan membela diri.


"Papa akan memanggil EO pernikahan kamu. Papa akan minta dipercepat, maksimal bulan depan. Fiona mengadu ke orang tuanya semua perbuatan kamu, bikin malu papa aja." Surya sangat kesal.


Surya tidak menyangka anaknya bisa berbuat seperti itu. Reyhan memang tidak bisa diatur, tapi ia tidak pernah mempermainkan wanita.


Reyhan hanya duduk kesal. Ia sama sekali tidak ingat. Apa jangan-jangan ini hanya tipu muslihat Fiona, pikirnya. Tapi apa gunanya bagi Fiona, toh dia akan menikah juga dengannya tanpa harus melakukan cara seperti ini.


Reyhan meninggalkan ayahnya yang terus saja marah-marah. Reyhan mengambil handphone nya dan mulai menghubungi seseorang.


----------

__ADS_1


"Lin, lo punya kenalan nggak yang bisa ngasi gue kerjaan, kerjaan apa aja lha. Yang penting gue punya penghasilan." tanya Erika


"Loh, emang tempat kerja lo sekarang kenapa? bukannya udah enak?" Linda malah bertanya balik.


"Gue mulai ngerasa nggak betah aja, makanya gue minta tolong sama lo."


"Gue nggak punya kenalan ka, bentar gue tanya Aldo aja ya." ucap Linda


"Nggak usah, nggak usah. Gue nggak mau ngerepotin banyak orang. Gue coba telpon nyokap aja."


Erika mengambil handphone nya dan menelepon ibunya.


----------


suara pintu diketuk. Mila yang baru selesai mandi langsung melesat ke arah pintu. Ia hanya menggunakan handuk sebagai penutup tubuhnya, maklum kost khusus perempuan, apalagi masih pagi, siapa sih yang mau bertamu, palingan kamar kost sebelah.


Mila kaget melihat siapa yang berdiri di depan pintu.


"Mil, sory gue ganggu lo pagi-pagi, soalnya lo nggak pernah balas chat gue." ucap Riko


Riko melihat Mila yang hanya memakai handuk sebagai penutup tubuhnya, langsung darahnya mulai berdesir.

__ADS_1


Samar- samar ia masih ingat bagaimana lekuk tubuh Mila. Ia meremas tangannya, untuk menahan keinginannya untuk minimal memeluk Mila.


Mila yang tersadar bahwa dirinya hanya memakai handuk, berbalik badan dan mencoba berlari ke arah kamar mandinya. Namun, tiba-tiba ada tangan yang kuat yang melingkar di pinggangnya.


Kepala Riko masuk ke celah leher Mila. Riko bisa merasakan kulit tubuh Mila yang lembut dan harum karena ia baru saja selesai mandi.


Tiba-tiba ia merasakan juniornya menegang. Ia membalikkan tubuh Mila, menatap gadis itu. Sementara Mila memalingkan wajahnya dan menutup matanya.


Riko bisa merasakan tubuh Mila bergetar. Yaaa, gadis ini ketakutan....., kemudian perlahan ia mencium Mila dengan lembut tepat di bibirnya.


Tangan Riko sudah mulai menjangkau handuk yang membungkus tubuh Mila, ia siap untuk membukanya dan melihat kembali kemolekan tubuh Mila yang pernah ia rasakan.


Mila yang sedari tadi menahan amarahnya tiba-tiba Mila melepaskan tangan Riko yang hampir membuka handuknya, kemudian ia berkata, "keluar...."


"Tapi Mil, izinin gue ngejelasin dulu semuanya." ucap Riko.


"Nggak ada yang perlu dijelasin, mendingan lo nggau usah cari-cari gue lagi. Kan gue udah bilang, lupain aja semuanya, anggap aja nggak pernah terjadi apa-apa." Mila mendorong Riko keluar pintu kamarnya dan menutupnya.


Riko pergi dengan penyesalan, seharusnya ia menjelaskan pada Mila kalau ia ingin memperbaiki hubungan mereka, bahkan mungkin mempererat hubungan mereka.


Sementara itu Mila menangis di dalam kamar. Ia menganggap bahwa Riko datang hanya untuk menikmati tubuhnya lagi, dasar laki-laki mesum.

__ADS_1


__ADS_2