Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 36 - MILA DAN RIKO


__ADS_3

Awalnya Mila tidak ingin masuk kantor, ia tidak mau bertemu Riko. Bukan karena ia marah dengan Riko, tapi karena ia malu. Riko sudah melihat seluruh tubuhnya, tanpa sehelai benang pun. Namun, ia harus tetap menjalani kehidupan ini. Ia akan berusaha menghindari Riko saja.


Riko datang ke kantor, menuju divisinya. Hari ini dia full di kantor karena minggu kemarin ia baru dari Batam. Ia melihat Mila disana, yaaa duduk di depan meja kerjanya seperti biasanya.


Riko menyadari kalau Mila sempat melihatnya, tapi gadis itu langsung mengalihkan pandangannya dan kembali melihat kertas-kertas di hadapannya.


Riko ingin bicara padanya, untuk menjelaskan semuanya, tapi ia belum punya keberanian. Apalagi chat kemarin saja belum dibalas oleh Mila, itu tandanya gadis itu belum mau berbicara padanya.


----------


Riko mengejar Mila saat pulang kantor, ia berusaha mengumpulkan keberaniannya. Jika ia tidak melakukan ini, masalah ini tidak akan pernah selesai dan akan terus berputar di kepalanya.


Sebenarnya bisa saja Riko menganggap masalah ini tidak ada, tapi ini adalah kali pertama ia melakukan hubungan itu dengan seseorang, dan membekas di hatinya.


Riko mengejar Mila menuruni tangga depan kantor, dan meraih lengannya.


"Mil..." ucap Riko sambil masih memegang lengan Mila.


"lepas ko, jangan sentuh aku. Aku mau pulang, jangan ganggu aku." ucap Mila berusaha melepaskan tangannya dan melangkahkan kaki.


"Tapi Mil....aku mau bicara. Aku antar ya, kita bicara di mobil." ucap Riko


Mila berhenti sesaat, ia berpikir kalau ia menghindar terus, Riko pasti akan melakukan ini berulang-ulang, dan ia lelah.


Akhirnya Mila menganggukkan kepalanya, mengikuti Riko menuju mobilnya.


Mobil itu berjalan menuju kost Mila. Awal perjalanan hanya diisi dengan keheningan diantara mereka berdua. Riko tidak tahu harus mulai darimana.


Ia melihat gadis itu terus melihat ke arah kaca mobil, sama sekali tak melihat ke arahnya. Mengapa dia jadi ingin diperhatikan oleh gadis ini, ohhh tidak .... Aku suka Erika pikirnya, tak akan berubah.


----------


handphone Erika berbunyi, tertera disana nama Reyhan. Erika tidak ingin mengangkatnya karena ia tidak ingin menjadi pengganggu hubungan orang lain, apalagi laki-laki ini sudah bertunangan sekarang.


Reyhan yang merasa teleponnya tidak diangkat pun mengirimkan pesan singkat.


(ka, kamu marah?)


Erika membacanya. Ia tidak punya alasan untuk marah. Akhirnya ia membalas pesan tersebut.


*Nggak kok, aku senang kamu mengikuti keinginan papa kamu.


(kamu tahu kan aku nggak mau ngikutin kemauan papa)


iya, tapi sekarang semua berbeda. Kamu sudah sampai proses ini, jadi akan lebih baik kalau kamu belajar untuk menerima.

__ADS_1


(tapi ka*....)


Erika membalasnya dengan ikon senyuman, tanda ia menerima semua ini.


Beberapa saat kemudian, masuk sebuah pesan WA, sebuah lagu dari Reyhan untuk Erika.


Yeah girl


I've been searching so long


In this world


Trying to find someone


Who could be


What my picture of love was to me


Then you came along


*When I saw you


I knew you were the one


The love that I'd been


'Cause I've been waiting for you


All my life


For somebody who


Makes me feel the way I feel


When I'm with you baby


Have you been waiting too


'Cause I've been waiting for you


Oh girl


I've been saving my love


All this time

__ADS_1


'Cause I knew someday


I would find


The one that I've loved


For so long in my mind


From the moment


That I looked in your eyes


I saw the girl


I've loved all my life


'Cause I've been waiting for you


All my life


For somebody who


Makes me feel the way I feel


When I'm with you baby


Have you been waiting too


'Cause I've been waiting for you


Now that I found you


I just can't let you go


No no no no no


Oh there's just one thing


I want you to know


Girl I love you so


From : Guys Next Door - I've been waiting for you


~bacanya sambil dengerin lagunya ya*~

__ADS_1


Erika mendengar lagu itu, ia tahu perasaan Reyhan dan Erika pun berharap ia bisa membalas perasaan Reyhan, tapi sekarang semua itu sudah pupus, ada seseorang diantara mereka dan ia nggak mau jadi perebut tunangan (pentungan) ... hehe


__ADS_2