Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 35 - PERTUNANGAN REYHAN (part 2)


__ADS_3

Tamu-tamu sudah berdatangan, sudah tidak mungkin rasanya membatalkan acara pertunangan ini, mungkin begitulah yang di pikiran Reyhan.


Mungkin dia bisa menolak saat ayahnya akan mengumumkan pertunangan nanti. Atau sebaiknya dia bicara saja dengan Fiona. Siapa tahu Fiona akan mengerti dan menolak pertunangan ini juga.


Ah mungkin sebaiknya begitu, pikir Reyhan. Reyhan yang menggunakan jas berwarna biru dongker berjalan mendekati Fiona.


Fiona memang gadis yang cantik dengan tinggi semampai. Pasti akan banyak laki-laki yang menyukainga.


"Fi, bisa bicara sebentar?" Reyhan berbicara sambil berbisik.


Setelah menyapa tamu, Fiona mengikuti Reyhan.


"Kenapa Rey?" tanya Fiona.


"Aku mau kita batalin acara ini. Aku nggak bisa bertunangan sama kamu. Aku nggak mencintai kamu." ucap Reyhan


Fiona agak kesal mendengarnya. Ia memang sebenarnya tidak menyukai Reyhan, tapi dia punya tujuan di balik ini semua.


"Tapi Rey, aku...aku suka sama kamu." ucap Fiona lirih


"Fi, ayo tolong aku. Aku nggak bisa. Aku juga nggak mau kamu hidup sama aku yang nggak mencintai kamu." Reyhan masih memaksa.


"Aku yakin kamu bisa cinta sama aku. Emang butuh waktu, tapi aku yakin lama-lama kamu pasti bisa."


Pembicaraan mereka terputus karena Suryadiningrat, ayah Reyhan, sudah memanggil mereka dan akan memulai acara tersebut.


"Teman-teman sekalian, terima kasih sudah hadir dalam acara pertunangan putra saya, Reyhan Brama Suryadiningrat, dengan Fiona Harris, putri Bapak Broto Kuswara." ucap Suryadiningrat di tengah-tengah panggung.


Reyhan dan Fiona dipersilakan naik ke atas panggung.

__ADS_1


"Kami memohon doa restu dari Bapak dan Ibu sekalian agar perjalanan mereka menuju pernikahan bisa lancar, dab memiliki kehidupan yang bahagia. Terima kasih." Suryadiningrat melanjutkan.


MC acara tersebut melanjutkan dengan prosesi perkenalan keluarga dan acara pemakaian cincin sebagai tanda bahwa Reyhan dan Fiona sudah bertunangan.


Reyhan sangat kesal, ia ingin sekali melempar cincin itu jauh dari hadapannya, tapi bagaimana nanti image ayahnya di depan orang banyak. Kasihan juga ibunya jika harus menghadapi cemoohan orang.


Biarlah sementara ini dia menerimanya dulu, sampai dia bisa meyakinkan Fiona dan kedua orang tua mereka bahwa perjodohan ini tidak akan membawa kebahagiaan.


MC juga mengatakan bahwa pernikahan mereka akan dilaksanakan sekitar 6 bulan lagi, dan akan dirayakan secara besar-besaran.


Setelah itu, sesi foto pun dimulai dan acara berakhir cukup malam, tapi membuat orang tua Reyhan dan orang tua Fiona sangat senang. Yang tidak bahagia disini hanyalah Reyhan.


----------


Reyhan merebahkan tubuhnya di kasur. Acara pertunangannya sudah selesai sedari tadi. Malam ini ntah mengapa ia tidak bisa tidur, bahkan untuk memejamkan mata saja ia tidak bisa.


Apa yang akan dipikirkan dan dikatakan oleh Erika jika ia tahu. Tapi waktu itu Erika sendiri yang mengatakan kalau ia harus mengikuti keinginan orang tuanya.


----------


"Wah Pak Reyhan selamat ya Pak atas pertunangannya." beberapa orang langsung mengucapkan selamat saat Reyhan masuk ke kantor.


Aduh kacau pikirnya, kenapa orang kantor bisa tahu acara pertunangannya kemarin itu. Apakah Erika juga sudah mendengar kabar ini, bagaimana tanggapannya.


Reyhan berjalan dengan tegap dan berwibawa seperti biasanya. Ia menjalankan tugasnya dengan baik.


Reyhan berusaha menenggelamkan dirinya ke dalam semua pekerjaan-pekerjaannya, agar sementara ini ia tidak perlu memikirkan tentang pertunangannya itu.


Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka, disana berdiri Fiona.

__ADS_1


"halo sayang, lagi sibuk ya." ucap Fiona


"mau apa kamu kesini? lebih baik kamu pulang." ucap Reyhan mengusir


"aku kesini mau ajak kamu makan siang bareng. Papa kamu minta aku untuk sering-sering ketemu kamu, biar kita semakin dekat. Apalagi kita akan segera menikah." Fiona mendekati Reyhan dan berbisik manja.


"tidak, kamu pergi makan saja sendiri. Aku sedang sibuk disini, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan." Reyhan berusaha menolak lagi


"Aku akan telepon papa kamu dan bilang kalau kamu nggak mau makan siang bareng aku, tidak mau menurutu perintah papa kamu." Fiona mengancam


Reyhan tidak mau berurusan dengan ayahnya lagi, yang pasti akhirnya dia akan kalah juga.


Jadi daripada ia bertengkar dengan ayahnya, lebih baik sementara ini ia ikuti keinginan Fiona, sambil ia memikirkan bagaimana selanjutnya.


Reyhan membereskan berkas-berkas di mejanya, memakai jas hitamnya dan keluar bersama Fiona.


Fiona memasukkan tangannya di lengan Reyhan dan bertingkah agak manja. Reyhan merasa sangat risih dan berusaha melepaskan tangan itu, tapi Fiona malah memegangnya semakin kencang.


Mereka masuk ke dalam lift, tiba-tiba lift terbuka dan disana terlihat Erika dan Mila, serta beberapa karyawan lain akan turun. Jam makan siang, ah pasti banyak yang akan menggunakan lift.


Erika melihat bagaimana Fiona menggandeng tangan Reyhan, ia berusaha untuk mengalihkan pandangannya. Reyhan ingin menghampiri gadis itu dan menjelaskan semuanya. Sementara Fiona justru sengaja terus memegang lengan Reyhan.


"Oya Pak Reyhan, selamat ya atas pertunangannya. 'Calon istri' Bapak sangat cantik sekali." beberapa karyawan di dalam lift memberikan selamat.


Erika sempat kaget karena ia baru mendengar kalau Reyhan sudah bertunangan. Erika membalikkan tubuhnya dan dengan sikap biasa ia turut mengucapkan selamat.


Tangan Reyhan begitu hangat, kalau saja tangan ini adalah miliknya, yang akan memeluk dirinya erat. Kini ia tahu bahwa cinta ini juga tidak berpihak padanya.


Pintu lift terbuka. Erika dan Mila keluar lebih dulu meninggalkan Reyhan dan Fiona. Erika tidak akan menoleh, karena sekarang dia sudah melepaskan Reyhan, memang seperti yang ia sarankan, agar mengikuti keinginan ayahnya.

__ADS_1


Reyhan melihat Erika dari belakang dan merasa mungkin Erika sudah tidak akan mau berbicara dengannya. Hubungannya yang sudah dekat rasanya akan kembali renggang.


__ADS_2