Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 21 - ERIKA HILANG


__ADS_3

Hari berganti hari, tidak ada hal yang teristimewa. Namun, hari ini adalah hari Erika mendapatkan gaji pertamanya. Betapa senang hatinya. Akhirnya kerjanya selama ini sudah membuahkan hasil.


Ia membayar uang kost nya kepada Linda, ia tidak ingin berhutang. Sebagian is sisihkan untuk keperluan sehari-hari dan sebagian lagi ia kirim untuk orang tuanya.


Memang tidak banyak, tapi ia berharap bisa membantu untuk mengurangi beban mereka. Tak lupa juga Erika menabung sedikit untuk melanjutkan kuliahnya.


[telepon berbunyi]


"Erika, bisa ke ruangan saya sebentar."


"Baik, Bu." jawab Erika


Erika masuk ke ruangan Bu Amy.


"duduk Erika." ucap Bu Amy.


"Baik, Bu."


"Begini, saya langsung to the point saja. Setahu saya, kamu sempat kuliah di Teknik Arsitektur, betul?" tanya Bu Amy.


"iya Bu, cuma sekarang sedang cuti." jawab Erika.


"Pak Adam sebagai manager teknik, meminta kepada saya supaya kamu bisa dipindahkan ke divisi teknik, menjadi administrasi teknik disana." ucap Bu Amy.

__ADS_1


Erika berpikir, ohh tidak masa aku satu divisi dengan Kak Riko. Sekarang aku sudah berusaha menghindar, tapi malah mau dijadikan satu bagian. Yaa Tuhan, apa ketenangan ini hanya sementara?


Erika tidak mampu berkata apa-apa.


"Kebetulan, admin teknik di tempat Pak Adam resign karena pergi ikut suaminya. Jadi mulai lusa, kamu pindah ke divisi teknik. Besok kamu selesaikan semua perkerjaan kamu disini, dan serahkan kepada Cecil." terang Bu Amy.


Erika masih diam, ia tidak mampu berkata-kata. Ia juga tidak mungkin menolak karena ini perintah. Kalau ia menolak, bisa-bisa ia dipecat, mana ia belum mendapatkan pekerjaan baru.


"Baiklah, kamu boleh kembali bekerja." ucap Bu Amy.


"Baik, Bu." Erika bangun dari kursi dan meninggalkan ruangan Bu Amy.


Apalagi yang harus kuhadapi. Mudah-mudahan aku bisa melewati ini semua.


----------


Erika berhenti di depan rumah kost nya. Ia membayar secara tunai. Setelah membayar, ojek online tersebut pergi. Erika berusaha membuka pintu pagar, ntah mengapa hari ini agak sulit membukanya.


Tiba-tiba dari belakang, mulutnya ditutup dan tubuhnya dipegang secara kencang dan kasar. Tubuhnya dibawa masuk ke dalam sebuah mobil. Tak lama mesadarannya pun hilang.


----------


Sudah hampir jam sembilan, tapi Erika belum sampai ke tempat kost nya. Linda yang sedari tadi menunggu Erika merasa khawatir, pasalnya mereka hari ini janjian mau makan keluar sama-sama.

__ADS_1


Erika tidak memberi kabar sama sekali. Linda melihat handphonenya berkali-kali, tapi aama sekali tidak ada wa chat atau missed call dari Erika. Apa yang sebenarnya terjadi.


Linda duduk di teras rumah kost, sesekali ia masih melihat jam di handphonenya. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, tetap belum ada kabar dari Erika.


Linda tidak bisa berdiam diri, ia harus meminta bantuan. Ia pun menelepon Aldo.


[Aldo menjawab telepon]


*do, sory ganggu tengah malem gini. Tolongin gue donk.


(kenapa lin? jangan buru-buru ngomongnya, pelan-pelan)


Erika belum pulang do, padahal ini udah jam 11. Kira janjian makan malam bareng, tapi nggak ada kabar sama sekali.


(lo da coba telpon handphonenya belom?)


udah g coba berkali-kali, cuma nggak ada yang angkat, malah barusan gue coba lagi nggak aktif. Aduhhh g takut banget dia kenapa-kenapa.


(ya udah, lo tenang aja. Gue minta tolong kakak gue dulu ya. Biasa dia jago gini-ginian)


Gini-ginian apa? gue lagi kuatir, lo ngomong nggak jelas - Linda hampir menangis


(udah pokoknya tenang aja. Ntar gue kabarin, lo istirahat aja dulu sana. Ntar gue wa lo kalo ada kabar ya*.)

__ADS_1


__ADS_2