
Erika terbangun, apa yang terjadi pikirnya. Dimana aku sekarang, bukankah tadi aku ada di jalan? kepalanya terasa pusing dan tubuhnya terasa sakit.
Tapi sekarang tangan dan kakinya sudah tidak terikat dan matanya pun sudah terbuka. Tubuhnya merasakan sesuatu yang nyaman, yaa ia ada di atas kasur. Ia ingat, semalam ia ditinggal di tepi jalan, kemudian ia pingsan karena lelah dan sakit di sekujur tubuhnya.
Erika melihat bajunya sudah diganti dan ia memandang sekeliling, dan ia menemukan seseorang sedang terbaring di sebuah sofa panjang.
Erika yakin ini di sebuah hotel, karena ia melihat beberapa flyer hotel di nakas mejanya. Tapi siapa yang membawa dia kesini dan apa yang sudah dilakukannya.
Erika berusaha berpikir positif, hanya saja ia masih merasa takut. Jangan-jangan orang ini sudah berbuat jahat kepadanya. Lalu, ia menghampiri sofa itu dengan perlahan.
Erika melihatnya perlahan. Ternyata, disana terbaring Reyhan. Ia tertidur di sofa. Erika mendekatinya, ia terlihat sangat lelah. Erika berbalik mengambil selimut, lalu kembali ke sofa dan menyelimuti Reyhan.
Erika berjongkok di sebelahnya, memandangi wajah Reyhan. Wajah Reyhan saat tidur sangat polos dan menggemaskan. Entah mengapa ia tidak merasa takut lagi dengan laki-laki ini.
Erika memegang wajah laki-laki di hadapannya. Ia merasakan kelembutan disana, tapi bercampur dengan kelelahan dan kesepian. Apa yang terjadi pada Reyhan sebenarnya dan apa yang terjadi pada dirinya?
Saat Erika ingin beranjak pergi, tiba-tiba tangannya ditarik oleh Reyhan dan Erika agak terjatuh sehingga wajah mereka berhadapan. Erika bisa merasakan nafas laki-laki di hadapannya.
Laki-laki itu membuka matanya. Kini mereka saling menatap satu sama lain. Erika merasakan ada getaran di dalam hatinya. Erika berusaha memalingkan wajahnya, tapi tangan Reyhan memegang wajahnya.
__ADS_1
Dan seketika bibir Reyhan menyentuh bibir kecil Erika dengan sangat lembut, tidak memaksa. Erika merasakan kehangatan dan kelembutan di bibirnya. Tubuhnya merasakan getaran yang tidak biasanya.
Ini memang bukan ciuman pertamanya, karena Riko pernah menciumnya dengan paksa. Tapi ciuman ini sangat hangat dan lembut, sangat jauh berbeda.
Reyhan perlahan mulai ******* bibir Erika. Erika pun seakan terbawa suasana. Kelembutan yang ia rasakan, membuatnya membalas ciuman itu. Perasaan yang tak pernah ia rasakan.
Namun, tiba-tiba Erika teringat perjanjiannya dengan wanita itu, yaaa calon istri Reyhan. Erika langsung melepaskan bibirnya dan mundur. Ia tahu ini salah, dan hal ini bisa mengancam kehidupan keluarganya.
Ia berdiri dan membalikkan tubuhnya. Aku salah, ucapnya dalam hati. Ini tidak boleh, keluargaku lebih penting.
Reyhan bangun dari sofa dan memeluk Erika dari belakang.
"Aku sayang sama kamu, ka." ucapnya lembut.
"tapi... aku tidak." Erika mengucapkannya sambil bergetar. Ia tahu ia menyangkal perasaannya dan ntah sejak kapan ia menyukai laki-laki ini.
Reyhan membalikkan tubuh Erika sehingga mereka berhadapan.
"jangan menyangkal perasaanmu, aku tahu kamu juga menyayangiku, kalau tidak, kamu tidak akan membalas ciumanku." ucap Reyhan di telinga Erika
__ADS_1
"lihat mataku, dan katakan kamu ga suka sama aku, kamu nggak sayang sama aku." ucap Reyhan sambil menatap Erika.
Erika tidak mampu melihat mata Reyhan. Saat itu mata Reyhan sangat tajam seperti langsung menusuk jantungnya. Ia hanya bisa menitikkan air mata karena saat ini ia hanya memikirkan keluarganya. Ia tidak bisa memikirkan dirinya sendiri.
Reyhan memegang dagu Erika dan menghadapkan wajah gadis itu ke hadapannya. Memandangnya dan kembali memberikan ciuman penuh kelembutan.
Reyhan menggendong Erika, membawanya ke atas tempat tidur. Ia melihat wajah gadis itu, sangat sempurna baginya. Gadis yang dicintainya sejak pertama kali ia melihatnya.
Ia mencium gadis itu lagi. ******* bibirnya, menyentuh lidah gadis itu, hingga akhirnya gadis itu membalas ciumannya. Betapa nikmat dan manis rasanya. Sesuatu yang mereka berdua tidak pernah rasakan.
Reyhan dan Erika saling berpelukan, tapi mereka tidak melakukan lebih dari itu. Reyhan sangat mengerti betapa berharganya keperawanan seorang wanita, dan ia tidak mau mengambil itu secara paksa ataupun sebelum waktu yang tepat. Ia tidak ingin menyakiti gadis di pelukannya ini. Ia ingin memiliki gadis ini seutuhnya, tapi dengan cara yang indah.
"sudah pagi, aku mau pulang. Sahabatku pasti sudah menungguku." ucap Erika.
Reyhan mengambil tangan Erika, memegangnya, dan menciumnya, "ka, tolong tunggu aku. Aku akan meyakinkan papa bahwa aku punya pilihan sendiri."
"Maaf, aku tidak ingin kamu menungguku ataupun sebaliknya. Biarlah semua Tuhan yang mengatur. Jika memang kita berjodoh, maka semua akan dilancarkan. Namun yang pasti, berjanjilah bahwa kamu akan menyayangi kedua orang tuamu, karena mereka lebih berharga dari apapun." ucap Erika.
"Aku mengerti, aku hanya ingin kamu percaya bahwa aku mencintaimu dan aku pasti akan meyakinkan papa."
__ADS_1
Erika tidak ingin banyak berbicara, karena ia ingat bahwa ia memiliki perjanjian dengan 'calon istri Reyhan'. Ia tidak ingin mengatakan hal ini kepada Reyhan. Selain itu dia yakin bahwa Reyhan tidak berbuat jahat kepadanya. Jika laki-laki ini berniat jahat, pasti ia akan mengambil kesempatan saat kemarin ia pingsan.
Erika hanya tersenyum untuk menyembunyikan segala permasalahan hidupnya. Dan ia yakin ia harus segera mengambil keputusan.