
"Kris, tolong kamu jemput papa di bandara ya." ucap Reyhan
"siap Pak."
Tuan Surya pergi ke Singapore untuk melanjutkan pengobatannya, ditemani oleh istrinya Anne.
Anne memang seorang istri yang sangat baik. Ia tak pernah mengeluh meskipun suaminya tergolong pribadi yang keras dan egois.
Sudah beberapa tahun ini, sejak pernikahan Reyhan dengan Fiona gagal, kesehatan Surya semakkn menurun. Apalagi diketahui kalau ini semua hanya intrik dari lawan bisnisnya.
Sejak itu, perlahan-lahan ia membereskan pekerjaannya dan mempersiapkan semuanya untuk diserahkan kepada Reyhan, yang saat itu masih berada di luar negeri.
----------
"Maaa...." panggil Reyhan yang melihat ibunya.
"iya sayang."
"Papa mana?"
"Papa di kamar, lagi istirahat. Sekarang ini, perjalanan Singapore-Jakarta saja sudah membuatnya kelelahan." ucap Anne
"Maaa..."
"kamu kenapa Rey? kok mukanya serius gitu?"
"Rey mau nikah, boleh?"
Anne tersenyum, "Ya jelas boleh sayang, dengan siapa? Mama nggak pernah ngeliat kamu pergi dengan gadis manapun."
"Erika. Mama masih inget Erika kan, yang dulu Rey pernah ceritain." Anne mengangguk.
Reyhan memandang wajah ibunya dan memegang tangannya.
"Rey udah ketemu lagi sama dia ma. Tapi sepertinya dia masih marah sama Rey."
"karena?"
"karena papa."
"apa hubungan Erika sama papa kamu sayang?" tanya Anne penasaran
"Papa yang udah ngebuat keluarga mereka kehilangan perusahaan dan seluruh asetnya. Tapi Reyhan sudah berhasil mengembalikan semua sama keluarganya."
Anne mengusap kepala Reyhan.
"Rey takut papa nggak akan setuju dengan hubungan Rey. Lagipula saat ini Rey juga masih harus meyakinkan Erika tentang perasaan Rey."
Anne memegang tangan Reyhan,
"Pergilah, kejar dia. Biar mama yang bicara dengan papa. Mama yakin, papa juga menginginkan kebahagiaan kamu, hanya saja kadang ia melakukan dengan cara yang salah."
Reyhan memeluk ibunya. Betapa nyaman dan tenangnya berada di pelukan sang ibu.
----------
__ADS_1
"Riko, kamu sudah dapat semua datanya?"
"sudah Pak." Reyhan memberikan dokumen yang berisi data-data bangunan tersebut.
"kalau begitu, besok kita ke Bali. Kita langsung inspeksi kesana." ucap Reyhan
"baik, Pak."
Reyhan mengangkat teleponnya.
"Helen, siapkan tiket untuk saya berangkat ke Bali besok dan tolong panggil Kris."
Setelah Reyhan meletakkan telepon, tak lama Kris memasuki ruangan.
"kamu sudah dapat apa yang saya minta?"
"sudah Pak."
"Baik, besok kita akan ke Bali. Ada beberapa hal yang harus saya tuntaskan."
----------
Pesawat sudah tiba di bandara Ngurah Rai. Mereka langsung menuju ke lokasi pembangunan.
Riko langsung menghubungi project manager yang menangani proyek tersebut.
Ketika mereka sampai di lokasi, project manager menyambut mereka dan langsung menuju titik yang diduga menjadi penyebab runtuhnya bangunan tersebut.
"apa sudah mengecek cctv?" tanya Reyhan
"saya minta rekaman cctv nya, seminggu sebelum kejadian dan setelah kejadian."
"Baik Pak, akan segera saya siapkan."
"Riko, kamu selidiki via cctv. Saya merasa ada sesuatu yang bisa kita dapatkan." ucap Reyhan
"Baik Pak." ucap Riko
"Kris, kamu ikut Riko, saya ada urusan sebentar."
"Siap, Pak." ucap Kris
----------
Riko pergi menuju kantor perwakilan mereka di Bali, sedangkan Reyhan pergi ke rumah Edo. Reyhan tidak akan pernah melewatkan kesempatan yang ia punya jika berada di Bali.
toookkk....tookkkk....toookkk
"sore tante. Nicho ada?" tanya Reyhan
"Sebentar ya, tante panggil dulu. Kamu duduk dulu."
Tak lama, terdengar suara seorang anak.
"Om, Om Rey datang lagi. Nicho kangen." ucap Nicho sambil berlari dan memeluk Reyhan
__ADS_1
"Kita jalan yuk. Kita jemput mama trus makan malam. Mau?" tanya Reyhan
"mau...mau....mau...." Nicho melompat lompat
"Reyhan minta izin ajak Nicho pergi dulu ya tan. Sekalian Rey mau ketemu Erika."
Widya tersenyum dan menganggukkan kepala.
----------
Reyhan sudah berada di depan RB Hotel. Ia memarkirkan mobilnya lalu mengajak Nicho turun.
Para karyawan hotel langsung menunduk memberi salam saat Reyhan melewati mereka. Sejak ia menjadi CEO, semua kantor cabang sudah mengenalinya, berbeda saat pertama kali ia berada di hotel tersebut.
Para karyawan juga mengenali Nicho sebagai anak Erika, tapi mengapa ia bersama dengan Reyhan.
Nicho langsung berlari menuju ruangan tempat ibunya bekerja.
"Maaa....Mama..." panggil Nicho saat memasuki ruangan
Erika yang kaget langsung berlari menuju pintu karena ia tidak ingin mengganggu karyawan yang lain.
"Nicho, kamu sama siapa kesini?" tanya Erika
"sama Om." jawab Nicho
"Om? om siapa?" tanya Erika
Tiba-tiba Erika melihat seorang lelaki berdiri di belakang Nicho. Erika mendongakkan kepala. Ia kaget melihat siapa yang ada di hadapannya.
Erika bisa melihat Reyhan tersenyum padanya. Senyum yang sudah lama tidak ia lihat dan senyum yang sangat ia rindukan.
"Mama, ayo pulang, kita kesini mau jemput mama." ucap Nicho
"tapi mama masih kerja sayang."
Reyhan langsung mengambil teleponnya dan menghubungi seseorang.
"aku sudah minta izin. Kamu boleh pulang." ucap Reyhan
"tapi..."
"ayo maaaa...." Nicho mulai merengek
"iya sayang sebentar mama ambil tas mama dulu." Erika pergi kembali ke ruangannya. meminta izin kepada managernya dan mengambil tasnya.
----------
Di dalam mobil, Nicho duduk di kursi belakang, ia tertidur, sedangkan Erika di kursi depan.
Tidak ada pembicaraan diantara mereka, suasana terasa hening. Reyhan menghentikan mobil mereka di sisi jalan yang agak sepi.
"ka, maafin aku."
"hmmm....."
__ADS_1