Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 41 - REYHAN DAN ERIKA (part1)


__ADS_3

Reyhan membawa Erika ke sebuah hotel milik keluarganya. Naik ke tingkat paling atas, ruangan seperti sebuah mansion.


"kamu temani aku disini ya malam ini. Aku perlu teman bicara. Kepala ini rasanya sudah mau pecah memikirkan bagaimana caranya menghindari pernikahan ini." Ucap Reyhan sambil memegang tangan Erika.


Erika tidak mampu menolaknya. Reyhan seperti benar-benar sudah stress dan depresi menghadapi ayahnya.


"kamu mandi dulu sambil menunggu makanan datang. Pakaian sudah ada di dalam lemari, mudah-mudahan ada yang pas dengan ukuranmu." ucap Reyhan


Erika mengangguk dan berlalu menuju kamar mandi. Erika melihat betapa besar kamar mandinya, malah lebih besar daripada kamar kostnya.


Selesai mandi, Erika memakai baju tidur semacam dress yang berwarna peach. Sangat pas di tubuh Erika.


Makanan pun sudah siap di atas meja. Disana sudah menunggu Reyhan yang sudah berganti pakaian juga. Mereka makan tanpa banyak bicara.


Setelah itu Reyhan membawa Erika duduk di sebuah sofa panjang. Ia menempatkan Erika duduk di sebelahnya.


"ka, kamu tahu kan aku nggak mau nikah sama wanita pilihan papa." Erika mengangguk.


"Kamu juga tahu kan aku cuma sayang sama kamu." Erika hanya terdiam menatap Reyhan.


"Aku cuma punya waktu kurang dari sebulan untuk mencari cara keluar dari masalah ini. Aku udah nggak bisa dan nggak mau dipaksa-paksa." ucap Reyhan sambul menunduk dan memegang kepalanya.


"Rey." ucap Erika. "Kurasa nggak ada yang bisa dilakukan selain ikhlas menjalani semua. Mungkin sekarang kamu nggak mencintai wanita pilihan papa kamu, tapi seiring waktu cinta itu akan tumbuh perlahan-lahan." Erika mencoba menenangkan.


"Tapi aku cuma sayang sama kamu ka." ucap Reyhan


'Lebih baik mungkin kamu mengalah. Papa kamu sangat mengharapkan pernikahan kamu secepatnya. Mungkin melihat kamu menikah, itu adalah satu kebahagiaan yang papa kamu impikan."


Reyhan memeluk tubuh Erika. Sangat erat ia memeluknya, seperti ia tak ingin melepaskannya.


"ka, aku ingin sama kamu kalau menikah. Sama seseorang yang benar-benar aku cintai. Aku berjanji akan selalu mencintai dan menyayangi kamu." ucap Reyhan sambil terus memeluk. Tak terasa air matanya menetes di pipi.


"Aku lelah mengikuti semua kemauan papa sejak dulu. Aku seperti robot yang harus begini, harus begitu. Mau kuliah apa pun diatur." Reyhan masih terus memeluk tubuh Erika yang begitu hangat.

__ADS_1


Erika melepaskan pelukan Reyhan. Ia melihat air mata di pipi Reyhan. Ia menghapusnya dengan jari-jari tangannya.


"Jika posisiku ada padamu. Mungkin aku akan memilih pilihan papamu. Terlepas dari


keinginan pribadi, aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku. Jika memang hal itu membuat mereka bahagia, aku akan melakukannya." ucap Erika.


"Meskipun melepaskan orang yang kamu sayangi?" tanya Reyhan.


"Ya, termasuk itu. Karena aku tidak tahu sampai kapan aku bisa membahagiakan mereka. Aku nggak mau kalau aku sampai tidak sempat. membahagiakan mereka." jawab Erika.


Reyhan memandangi Erika. Gadis di depannya ini, seseorang yang ia cintai. Ia tidak mau kehilangan gara-gara wanita lain. Pemikirannya memang cukup dewasa, tapi tidak sesuai dengan hati Reyhan.


Reyhan tidak tahan melihat bibur Erika yang mungil dan kemerahan. Ia melingkarkan tangan kirinya di pinggang Erika dan mendorongnya maju. Ia mendekatkan bibirnya ke bibir Erika. Mengecup bibir gadis itu. Begitu hangat dan manis. Ia tidak ingin melepasnya.


Reyhan ******* bibir itu dengan perlahan, sampai ia merasa bahwa Erika membalas kecupannya itu.


"ka, i love you." ucap Reyhan sambil masih ******* bibir Erika.


Erika merasa tubuhnya semakin dekat dengan Reyhan. Perasaan hangat begitu terasa menjalar di tubuhnya.


Lumatan bibir yang diberikan Reyhan semakin lama semakin kuat, menembus celah-celah mulut Erika.


Karena rasa hangat yang diberikan Reyhan, Erika pun mulai terbawa suasana. Ia mulai membalas lumatan bibir Reyhan. Semakin lama semakin nikmat.


Reyhan menggendong Erika ke tempat tidur, masih dengan saling mencium satu sama lain. Reyhan mulai membuka pakaian tidurnya.


Erika melihat dada bidang yang dimiliki Reyhan, begitu sempurnanya laki-laki di hadapannya ini. Apakah ia bisa memilikinya? Menjadi pasangan hidupnya?


Reyhan terus ******* bibir Erika, lalu mulai menciumi leher Erika dengan lembut. Erika bisa merasakan betapa hangatnya nafas Reyhan yang menyentuh lehernya, turun ke arah dadanya yang masih tertutup pakaian tidur.


Reyhan berbisik di telinga Erika, "i love you"


Erika merasa ada sesuatu yang menghipnotis dirinya. Ia seperti membiarkan kehangatan itu menjalar ke seluruh tubuhnya. Biarkan aku menikmati kebahagiaan dengan laki-laki ini, biarkan aku menjadi miliknya. Aku rasa aku mencintainya.

__ADS_1


Reyhan membuka pakaian Erika, perlahan-lahan. Ia tidak ingin Erika merasa terpaksa atau terbebani.


Reyhan melihat tubuh yang begitu molek, putih dan sangat menggoda nafsunya.


Erika merasakan kehangatan dan kenikmatan, ia mengeluarkan desahan.


"arghhh, Rey." Reyhan kembali mencium dan ******* bibir Erika. Tanpa sadar mereka berdua sudah melepas seluruh pakaian yang mereka kenakan, sehingga mereka berdua begitu polos tanpa sehelai benang pun.


Reyhan memegang milik Erika, dan memberikan beberapa sentuhan dan hentakan lembut. Erika semakin terangsang, merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


"Arhh." Erika mendesah setelah mengalami pelepasan pertama.


"Biarkan aku menjadikan kamu milikku sepenuhnya. Aku akan mencintai dan menyayangi kamu. Aku akan minta papa untuk menikahkan aku sama kamu." ucap Reyhan


Erika yang masih terbaring diatas kasur tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang menekan dirinya. Terasa sakit, Erika pun mengeluarkan desahan-desahan dan erangan-erangan kecil.


"Maaf sayang, awalnya memang sakit, tapi sebentar saja." ucap Reyhan.


Tak lama, junior Reyhan berhasil menembus lubang yang masih sangat sempit itu. Teriakan Erika menandakan bahwa ia telah berhasil masuk dengan sempurna.


"Rey....sakit..." ucap Erika.


Reyhan menunggu beberapa saat, sampai akhirnya ia berhasil merasakan kehangatan dan kenikmatan. Keduanya larut dalam hubungan yang luar biasa.


Tubuh mereka saling berdekatan, bahkan saling menempel. Mereka bisa merasakan panasnya nafas mereka masing-masing dan bagaimana jantung mereka berdetak.


Mereka seperti larut dalam hubungan tersebut. Reyhan masih terus memaju mundurkan juniornya, diikuti desahan dan erangan Erika yang semakin membangkitkan gairah Reyhan.


Sampai pada akhirnya mereka berdua mengalami pelepasan. Reyhan menembakan bibit-bibit dan mengalami pelepasan yang sangat nikmat.


Reyhan pun mencium bibir dan kening Erika. Mereka berdua kelelahan. Reyhan masih bisa melihat bahwa gadis disampingnya sudah menjadi miliknya, betapa bahagia hatinya.


Hal ini tidak ia rasakan bersama Fiona, bahkan ia tidak merasakan kenikmatan yang dirasakannya bersama Erika, padahal Fiona bilang mereka berhubungan.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua tertidur karena kelelahan. Reyhan menyelimuti tubuh Erika dan tertidur sambil memeluknya.


__ADS_2