Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 60


__ADS_3

Reyhan memerintahkan Kris untuk menyelesaikan semua hal untuk proses pengembalian aset milik keluarga Erika.


Sebelum Reyhan kembali ke Jakarta, ia mengunjungi kembali keluarga Edo untuk berpamitan.


"permisi..." ucap Reyhan dengan senyum yang merekah di wajahnya.


"Nak Reyhan, ayo silakan duduk." ucap Widya mempersilahkan Reyhan untuk duduk.


Sementara itu, Nicho yang sedang menggambar langsung bergelayut pada Reyhan dan minta dipangku.


"Rey mau pamit tan, mau kembali ke Jakarta."


"iya tante tahu. Nak Rey pasti sangat sibuk."


"Om mau kemana?" tanya Nicho


"Om mau ke Jakarta dulu, ada pekerjaan yang harus om selesaikan." jawab Reyhan sambil memandangi Nicho.


"Tapi om janji ya nanti kesini lagi. Nicho mau main dan jalan-jalan lagi sama Om." sambil memamerkan gigi-giginya.


"iya Om janji."


"Nak Rey nggak mau nunggu Erika?" tanya Widya


"Nggak usah tan. Saya juga tidak yakin dia mau bertemu dengan saya. Oya tan, ini tolong diberikan kepada Om Edo. Semuanya sudah saya selesaikan dan sekali lagi Rey minta maaf atas semua kesalahan papa."


"Baik, nanti tante sampaikan. Nak Rey hati-hati." Widya tersenyum.


Reyhan pun pamit untuk pulang. Tak lupa ia memeluk Nicho dan mencium kedua pipi anaknya itu. Nicho menyambut hangat pelukan Reyhan dan mencium pipinya.


----------


Erika senang sekali hari ini dia akan kembali ke Bali. Ia sangat senang akan bertemu dengan Nicho, anaknya. Belakangan ini tiap kali dia menelepon, pasti Nicho sudah tidur.


Erika sudah menunggu di bandara Soekarno Hatta. Ia duduk sambil melamun. Ia masih teringat kejadian terakhir saat dirinya bertemu Reyhan. Ia marah, ya memang dia marah, tapi dia juga sangat rindu.


Sejak saat itu ia belum pernah bertemu lagi dengan Reyhan, sama sekali tidak. Ia hanya bertemu dengan Linda ataupun Aldo.

__ADS_1


Apakah Reyhan sudah tidak ingin bertemu denganku? aku ingin bertemu dengannya, apakah dia tidak bisa merasakan kerinduanku. Sikapnya memang lembut, tapi dia masih dingin dan agak cuek.


Aku memang jual mahal, aku tak mau dia menganggapku sebagai wanita gampangan, seperti dulu. Tapi aku senang dia belum menikah


Erika mendengar panggilan untuk menaiki pesawat, ia segera beranjak dari tempat duduknya dan mengantri untuk pemeriksaan terakhir.


----------


Erika sampai di Bali, ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Nicho. Ia langsung menaiki taksi dan menuju ke rumahnya.


"Mamaaaa...." teriak Nicho.


"halo anak kesayangan mama. Nicho udah makan sayang?" tanya Erika.


"udah, sama oma sama opa." jawab Nicho sambil memeluk Erika.


"yuk kita masuk." ajak Erika.


Erika meletakkan barang bawaannya dan memberi salam pada ayah dan ibunya. Mereka melepas rindu bersama, sampai akhirnya...


"mama, waktu mama pergi, Nicho ditemenjn main sama om." ucap Nicho


"bukan ma, Om Rey." ucap Nicho sambil bermain di pangkuan Erika


apa yang Reyhan lakukan disini. Apa dia sudah tahu? apa dia akan mengambil Nicho?


Erika menitipkan Nicho sebentar pada lisa, lalu menghampiri orang tuanya.


"Ma, Pa, ika mau bicara."


Akhirnya Erika duduk di hadapan orang tuanya.


"Reyhan kesini pa, ma?" wajah Erika terlihat kuatir


"ya, Reyhan kesini." jawab Edo


"mau apa dia kesini pa? apa dia mau mengambil Nicho?"

__ADS_1


"tidak sayang, dia kesini hanya minta maaf sama mama dan papa, trus dia main sama Nicho." kata Widya dengan lembut


"ia meminta maaf sama papa atas perbuatan papanya, dan ia mengembalikan semua aset yang papa punya." ucap Edo sambil meletakkan semua surat yang diberikan Reyhan.


Erika kaget dengan semua yang Reyhan lakukan. Ia tidak pernah menyangka bahwa semua aset ayahnya akan kembali.


"Lalu, apa dia tahu tentang Nicho?" tanya Erika was-was


"ya dia tahu. Setelah pulang bermain bersama Nicho, ntah mengapa ia bertanya seperti itu. Mungkin kamu harus bertanya pada Nicho, apa yang mereka bicarakan."


----------


Sekembali dari Bali, Reyhan kembali disibukkan dengan segala pekerjaan rutinnya. Ia ingin sekali segera kembali ke Bali untuk menemui Erika dan Nicho.


Ia tak mau kehilangan mereka lagi untuk kedua kalinya. Kali ini ia harus mengejar Erika sampai dapat. Reyhan langsung berkutat kembali dengan semua kertas-kertas di atas meja kerjanya.


tookkk...tokkk....toookkk


"permisi Pak."


"iya kenapa len."


"ada Pak Riko pak."


"permisi Pak Reyhan. Ada hal penting yang harus saya bicarakan."


Saat ini Riko sudah menggantikan Pak Adam yang pensiun tahun lalu. Hal itu karena Riko bisa menampilkan kinerja yang luar biasa, yang membuat dia layak untuk diangkan menjadi manager project.


"ada apa ko?" tanya Reyhan heran


"begini Pak. Project yang sudah setengah kita bangun di area Ubud tiba-tiba runtuh, padahal semua konstruksi sudah mengikuti gambar perancangan."


"apa ada yang terluka?"


"untungnya tidak ada Pak, karena terjadi saat malam hari. Semua pekerja sedang tidak di lokasi."


"Baiklah, kamu tolong kesana untuk cari tahu semua penyebabnya dan laporkan secepatnya pada saya. Kalau semua sudah kamu dapatkan, baru saya tinjau kesana."

__ADS_1


"Baik Pak." Riko permisi keluar dari ruangan.


---------


__ADS_2