Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 27 - KEHILANGAN


__ADS_3

Terdengar seseorang mengetuk pintu kamar. Pintu dibuka dan seorang laki-laki masuk. Iya mendorong gadis itu dan menutup pintu.


Darahnya sudah berdesir dan jantungnya berdegup kencang. Ia mencium bibir gadis itu dan melumatnya dengan kasar. Gadis itu seperti ingin berteriak, tapi tidak bisa karena bibirnya menikmati sesuatu yang hangat dan nikmat meski kasar.


Laki-laki itu membawa gadis itu ke atas tempat tidur. Ia sudah tidak tahan lagi, ia harus memilikinya, pikirnya. Agar gadis ini tidak lepas dari genggamannya.


Ia ******* bibir gadis itu, meski gadis itu berusaha untuk berteriak. Laki-laki itu menyusuri leher gadis itu. Gadis itu ingin berteriak, namun dalam sekejap mulutnya ditutup.


Laki-laki itu membuka kancing baju gadis itu secara paksa hingga robek, dan menyusuri leher dan dada gadis itu. Betapa indah dan molek tubuhnya. Laki-laki itu mulai meraba dada gadis itu dan mencengkeramnya, hingga gadis itu setengah berteriak.


Nafsu laki-laki itu semakin besar. Ia kembali ******* bibir gadis itu, sampai akhirnya gadis itu membalas ciumannya. Laki-laki itu merasa dirinya telah menang. Ia membuka baju dan celananya, udara terasa begitu panas.


Gadis itu mulai setengah berteriak, namun laki-laki itu kembali mencium dan menciumnya, sampai akhirnya ia membuka semua yang dikenakan gadis itu. Ahhh, betapa indahnya, darahnya semakin berdesir dan nafsunya semakin membesar.


Laki-laki itu menyusuri leher, hingga ke **** ***** gadis itu. Tanpa basa-basi, laki-laki itu memasukkan juniornya ke dalam lubang syurgawi gadis itu. Terasa sulit di awal karena begitu senpit lubangnya. Akulah yang pertama kali memasukannya dan ia akan seutuhnya menjadi milikku. Terdengar teriakan-teriakan kecil dari gadis itu, namun laki-laki itu terus memaksa dan akhirnya ia berhasil.


Aku sudah berhasil menjadikan gadis ini milikku, ahhh betapa nikmatnya, pikirnya. Setelah mendapatkan posisi yang pas, ia mulai memaju-mundurkan juniornya, hingga gadis itu merasakan sakit dan nikmat secara bersamaan. Terdengar suara desahan yang semakin membangkitkan gairahnya.


Gadis itu pun sudah tidak kuat untuk berteriak, ia hanya pasrah menerima kenikmatan itu. Laki-laki ini terus memajumundurkan juniornya hingga saatnya pelepasan.


Laki-laki itu mengatur nafasnya dan berbaring di sebelahnya. Suasana gelap karena memang lampu sudah dimatikan karena gadis itu ingin tidur. Karena kelelahan, keduanya tertidur bersebelahan dan laki-laki itu memeluk gadis itu.

__ADS_1


----------


"Ahhhhh...." teriak Erika saat membuka kamar hotel dan melihat yang seharusnya tidak ia lihat.


Riko dan Mila terbangun dan saling melihat kalau mereka berdua sudah tidak berpakaian. Apa yang terjadi? pikir Riko.


Semalam yang ia ingat, ia menikmati malam bersama Erika dan menjadikan Erika miliknya, tapi mengapa yang di hadapannya adalah Mila.


Mila sendiri langsung menutup tubuhnya dengan selimut dan menangis.


Erika memang tidak tidur di kamar bersama Mila semalam


Setelah Riko meninggalkan Angga dan Mila, ia langsung masuk ke kamar dan berpikir, setengah berpikir tepatnya karena ia sedang dalam keadaan mabuk.


Yang ada di hatinya hanya perasaan marah, cemburu dan kesal. Bagaimanapun ia harus memiliki Erika, apapun caranya, meskipun dengan cara yang kasar.


Riko berencana untuk meniduri Erika, agar Erika tidak akan pernah lari darinya. Tentu saja Riko akan bertanggungjawab dengan menikahinya karena memang itulah tujuannya.


Sementara itu di kamar Erika suara pintu diketuk.


"Kak Mila, udah balik?" tanya Erika.

__ADS_1


"iya, cape banget. Kamu tadi kenapa pulang duluan?" tanya Mila


"nggak apa-apa kak, agak nggak enak perutnya." jawab Erika berbohong. Ia tak mungkin menceritakan apa yang terjadi dengannya tadi bersama Riko.


"kamu suka Riko ya ka?" tanya Mila langsung


Erika kaget," maaf kak, nggak kok." jawabnya


"Aku tahu Riko suka sama kamu, kenapa kamu ga mau? kan Riko ganteng, posisi di perusahaan juga lumayan, bisa naik jabatan dia bentar lagi." ucap Mila


"Maaf kak, Kak Riko itu anak teman papa saya. Saya juga cuma menganggapnya sebagai kakak." Erika menerangkan


"Sory ya ka aku ngomong dan banyak tanya ke kamu, soalnya...."


"Aku ngerti kok kak, Kak Mila suka sama Kak Riko ya? aku dukung kok Kak." ucap Erika sambil tersenyum.


"Makasih ya ka, aku emang nggak pernah cerita sama siapa-siapa. Aku malu kalau sampai ditolak." ucap Mila


"Aku ngerti kok Kak. Oya, aku keluar dulu ya kak, ada barang yang mau aku beli, lupa bawa soalnya." ucap Erika tersenyum


Erika pun pergi sementara Mila mematikan lampu, bersiap untuk tidur.

__ADS_1


__ADS_2