
Riko tidak melihat Erika dirumah. Ah mungkin sudah tidur pikirnya. Ia langsung masuk kamar dan beristirahat. Ia ingin menghampiri Erika, ingin berbicara dengannya, tapi sepertinya akan sulit. Ia tahu apa yang ia lakukan selama ini salah, tapi....ia tak mampu menahannya.
Ia berbaring di kasurnya, memejamkan matanya, membayangkan ia sedang bersama Erika, betapa bahagianya. Perasaan Riko semakin lama semakin kuat. Ia tidak akan melepaskan Erika. Erika pasti akan menjadi miliknya.
----------
*Wherever you go
Whatever you do
I'll be right here waiting for you
Whatever it takes
or have a heartbreakes
I'll be right here waiting for you*
Lagu itu sedang menemani Erika di kamar kost nya. Hari sudah larut, tapi Erika belum juga bisa tidur, bahkan memejamkan mata saja sulit.
Seperti ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya, sehingga ia tidak bisa tidur.
__ADS_1
Erika masih memikirkan Reyhan. Timbul pertanyaan dalam hatinya, apa yang akan Reyhan lakukan supaya terbebas dari perjodohan yang akan dihadapinya. Apakah Reyhan akan menolaknya atau jangan-jangan ia akan pasrah? Tiba-tiba saja perasaan Erika menjadi tidak menentu.
ada apa ini, kok gue jadi mikirin dia terus sih....fokus, fokus, sekarang yang paling penting itu bokap nyokap, yang lain urusan belakang.
Erika berbaring di kasurnya, mengambil handphone nya dan bermain game sampai akhirnya ia ketiduran.
----------
"Ma, Riko kok belakangan jarang lihat ika dirumah, weekend kemarin aja nggak keliatan sama sekali." tanya Riko
"loh, emangnya kamu nggak tahu?" tanya Hana
"Erika kan udah nge-kost sekarang. Katanya sih bareng temennya. Kamu sekantor kok malah nggak tahu." jawab Hana
"lha si mama kenapa nggak kasi tahu Riko sih. Lagian Riko kan lagi sibuk banget nih gara-gara project di Batam."
"Makanya jangan workaholic." kata Hana seraya tertawa.
"kostnya dimana ma?" tanya Riko
"wah mama nggak tahu. Mama juga nggak banyak tanya. Dia cuma bilang bareng sama temannya."
__ADS_1
Riko diam sambil berpikir, wah makin jauh saja dia sama Erika. Dia harus cari tahu dimana kost Erika.
----------
Jam menunjukkan pukul setengah enam, sudah saatnya untuk pulang. Erika membereskan mejanya, dan beranjak pulang. Tak lupa ia berpamitan kepada Cecil, teman sebelahnya.
Hari ini Erika senang, pekerjaannya selesai dengan cepat. Tidak ada gangguan dari Riko, karena Riko belakangan suka meeting di luar. Begitu juga dengan Reyhan, belakangan Reyhan sudah tidak memanggilnya ataupun memaksanya menemani makan siang.
Inilah sebagian hidup yang dia inginkan. Bekerja dengan tenang, kembali kuliah, dan membahagiakan kedua orang tuanya.
Erika sudah memesan ojek online seperti biasanya. Selain menghemat waktu, kost Erika tidak dijangkau oleh angkutan umum, jadi ojek online menjadi pilihan terbaik baginya.
Erika tidak sadar bahwa ada sebuah mobil mengikutinya dari belakang. Mobil itu berusaha untuk tidak ketahuan, tapi juga tidak ingin tertinggal. Ojek online yang dinaiki Erika bergerak cukup cepat dan selalu menemukan celah untuk menyalip.
Erika masuk ke sebuah perumahan, menuju tempat kost nya. Posisinya agak dalam, tapi tempatnya nyaman dan tenang.
Mobil yang tadi mengikuti, berada tidak jauh di belakang Erika. Orang di dalam mobil memperhatikan Erika dan kemana arah dia pulang.
Erika tidak menyadari keberadaan mobil tersebut. Ia langsung turun dari ojek online dan masuk ke rumah kost nya dan menghilang di balik pagar.
Mobil itu terdiam beberapa saat, lalu melaju pergi.
__ADS_1