Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 26 - TUGAS KE BATAM


__ADS_3

"Riko" ucap Pak Adam


"iya, Pak." jawab Riko


"Besok sore, kamu, Angga, Mila dan Erika, berangkat ke Batam. Ada project baru disana dan sekalian kamu lihat project yang sedang kamu tangani." ucap Pak Adam


"Baik, Pak."


"Tiket pesawat bisa diambil di Siska. Dia sudah pesan. Meeting dengan owner project baru tersebut juga akan saya bantu. Tapi saya baru bisa berangkat lusa. Jadi kalian siapkan semua berkas-berkasnya."


Riko, Angga, Mila, dan Erika, mengangguk. Mereka pun keluar dari ruangan.


Wah kesempatan nih bisa pergi bareng Erika, ucap Riko dalam hati.


----------


Pesawat akan segera berangkat. Mereka sudah siap di ruang tunggu keberangkatan. Erika duduk di sebelah Mila, tentu saja dia tidak mau duduk di sebelah Riko.


Penerbangan menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam. Untung saja pesawat tidak mengalami delay. Mereka langsung menuju hotel tempat mereka akan menginap selama tiga hari ke depan.


Riko dan Angga sekamar, sedangkan Mila sekamar dengan Erika. Posisi kamar mereka tidak jauh.


"Habis taruh barang, kita kumpul di lobby ya, makan malem, laper gila gue." ucap Angga


Mereka semua mengangguk setuju. Mila dan Erika masuk ke kamar. Mereka membereskan barang sebentar, lalu turun menuju lobby. Disana sudah memunggu Riko dan Angga.


"Wah cewe-cewe kebiasaan ni lamaaaa." ucap Angga

__ADS_1


"Beberesan bentar Mas Angga." jawab Erika


Mereka pun akhirnya melangkahkan kaki keluar dari hotel, mencari tempat makan sambil berjalan kaki.


Sepanjang perjalanan....


"Bro, ntar lo temenin Mila ya, gue mo deketin Erika." ucap Riko.


"Ah elo, cari kesempatan aje."


"Ya mumpung bro, siapa tau gue bisa makin deket kan."


"Ah dulu lo serumah malahan, tapi kaga deket-deket juga. Lo nya kurang gercep kali." ucap Angga seraya bercanda.


Mereka menemukan tempat makan tidak jauh dari hotel. Setelah makan, Riko berbisik kepada Angga.


"Mil, temenin gue bentar yuk ke seberang. Gue mau ke minimarket."


"ka, lo jangan ngejauhin aku dong. Aku kan sayang sama kamu." ucap Riko.


"maaf kak, saya nggak menjauh, hanya menjaga jarak. Saya nggak mau terjadi hal-hal seperti kemarin." ucap Erika


"Kenapa sama Pak Reyhan lo nggak ngejauh, malah deket-deket!" Riko mulai menaikkan nada bicaranya.


"Pak Reyhan?" tanya Erika.


"iya, gue tau lo pasti ada hubungan kan sama Pak Reyhan. Emang dasar lo sama kayak cewe-cewe lain, matre." ucap Riko tiba-tiba sinis

__ADS_1


"Kak Riko apa-apaan sih? Aku ga ada hubungan apa-apa sama Pak Reyhan. Lagian kalau aku ada hubungan pun, itu bukan urusan Kak Riko" ucap Erika membela diri.


"lo tau perasaan gue. Lo sengaja ya pamer hubungan lo sama si Reyhan, anak orang kaya. Biar gue menjauh. Gue nggak bakalan ngejauh, yang ada justru gue akan semakin menyiksa lo." ucap Riko semakin tajam


Erika semakin ketakutan. Ia merasa ini bukan Kak Riko yang biasa. Akhirnya Erika berlari pulang sendiri ke hotel. Ia tidak mau berlama-lama berduaan dengan Riko, ia takut.


Angga dan Mila kembali dari minimarket. Mereka melihat Riko seorang diri dengan tatapan yang menyeramkan.


"bro!" Angga seketika menepuk pundak Riko


Riko tersadar bahwa Angga dan Mila sudah kembali.


"Erika mana bro?" tanya Angga


"balik duluan katanya. Oya, gue cabut bentar ya. Lo balik duluan aja ke hotel." ucap Riko


----------


Angga duduk di lobby hotel bersama Mila, mereka mengobrol. Mereka melihat Riko kembali, saat itu sudah pukul 11 malam. Riko kembali dalam keadaan kacau dan mabuk.


"bro, lo nggak apa-apa?" tanya Angga


"nggak apa-apa, Erika mana?" tanya Riko setengah sadar


"Erika di kamar sepertinya, soalnya kita ngobrol dari tadi disini." jawab Angga


Riko berjalan menuju lift dan naik ke kamarnya.

__ADS_1


"Gue balik kamar dulu deh ya, udah malem." ucap Mila ke Angga.


"Ya udah sana, gue masih mau menikmati pemandangan dulu ni, sebelom besok mulai kerja." ucap Angga


__ADS_2