
"Ma, Erika boleh titip Nicho ya ma. Erika harus ke Jakarta, ada training selama seminggu."
Widya mengangguk dan mengusap kepala anaknya.
"Sebenarnya Erika nggak mau ma ke Jakarta lagi."
"kenapa? kamu takut ketemu Reyhan?" Erika mengangguk.
"Sudahlah sayang. Sebenarnya mama sedih melihat Nicho. Ia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang papa. Mama rasa ini juga bukan 100% kesalahan Reyhan. Mungkin saja memang ini jalan yang Tuhan berikan untuk keluarga kita. Keluarga kita menjadi lebih dekat dan lebih kuat satu sama lain. Ya kan sayang?"
Erika mengangguk lagi.
"Tapi Erika takut mama kecapean. Mama kan lagi bantuin jaga Mina juga."
Lisa keluar dari kamarnya.
"Nggap apa-apa kok Kak. Mina nggak rewel dan Nicho juga baik sekali. Dia nggak pernah berisik kalau Mina lagi tidur. Kita nggak akan terlalu kerepotan." ucap Lisa
"Makasih ya lis. Aku titip Nicho ya."
----------
Erika sudah siap di Bandara Ngurah Rai. Ia menunggu panggilan pesawat menuju Jakarta.
Ia melihat jam di tangannya, sudah pukul 11. Sebentar lagi ia akan berangkat.
Ia memantapkan langkahnya saat berjalan menuju ke pesawat.
----------
Erika terbangun saat pesawat sudah menghentakkan rodanya di landasan pesawat. Ia sudah berada di Jakarta, kota kelahirannya, kota yang penuh kenangan.
Erika menaiki taksi setelah mengambil bagasinya, menuju hotel tempat ia akan mendapatkan pelatihan.
Taksi berhenti di depan RB Hotel. Erika keluar dari taksi. Ia merasa tak asing dengan hotel ini. Yaa ini hotel tempat ia dan Reyhan.....
Erika tidak pernah tahu nama hotel tersebut karena waktu itu ia datang saat sudah malam dan, paginya ia terburu-buru pulang ke kost untuk mengganti pakaiannya.
jadi selama ini, aku bekerja di perusahaannya? kemarin ia datang ke hotel pun secara diam-diam agar tidak dikenali. Reyhan memang bukan tipe orang yang ingin tampil mencolok.
__ADS_1
Erika segera masuk ke hotel tersebut dan menyerahkan surat pengantar yang diberikan perusahaan. Pelatihan ini diberikan kepada karyawan perwakilan seluruh RB hotel di Indonesia.
----------
"Anak mama sudah makan belum?"
"udah ma, Nicho udah makan sama oma. Ini lagi main sama dede Mina."
"Nicho baik-baik ya, ikutin apa kata oma dan tante lisa."
"iya Ma. Mama jangan lama-lama ya, Nicho kangen sama mama."
"iya sayang, minggu depan mama sudah balik kok. Salam buat oma dan tante lisa ya. Salam kecup buat dede Mina. Daa sayang."
"Daaa mama....muahh"
Erika menutup teleponnya. Nicho menjadi kebahagiannya sekarang ini. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika dulu ia tidak dipaksa ibunya untuk mempertahankan Nicho.
Erika membersihkan dirinya. Cukup lama ia berendam di dalam bathtub, hingga nyaris ketiduran. Ia segera menyelesaikan mandinya dan keluar untuk mencari makan.
----------
Reyhan keluar dari ruangannya.
"Helen, saya pulang dulu. Saya mau ke RS dulu menjenguk papa."
"Baik Pak."
Reyhan melangkahkan kakinya menuju lift dan turun. Kris sudah siap di depan lobby membukakan pintu mobil untuk Reyhan.
"Kita ke RS ya Kris."
"Baik Pak"
Di perjalanan menuju RS, Reyhan hanya diam, sementara Kris memperhatikan atasannya dari kaca spion.
Reyhan memalingkan wajahnya ke arah jendela, ia melihat hotel milik keluarganya. Ia masih mengingat apa yang dilakukannya disana bersama Erika, masih ada di dalam hatinya.
Secara tidak sengaja ia melihat Erika yang sedang pergi mencari makan.
__ADS_1
apa yang ia lakukan disini? sendiri? atau bersama suaminya?
Mengapa setiap kali ia berusaha melupakan Erika, justru Erika bersliwer-sliwer di hadapannya.
----------
"ikaaaa...." teriak Linda yang sudah menunggunya
"linnn, ahhh seneng banget ketemu lo. Aldo mana?" tanya Erika
"lagi sibuk dia. Nyiapin tender besok. Dia kan nggak bisa lepas sama kerjaannya. Kalo perlu tuh laptop nempel di mukanya"
"Bisa aja lo." Erika tertawa
"Keluarga lo apa kabar? Nicho udah gede donk ya ka sekarang...."
"keluarga g baik. Belum lama ini lisa baru aja lahiran. Jadi sekarang gue udah punya ponakan lin." Erika mengedip-ngedipkan matanya
"Ya elah, kesusul donk ya gue. Apa gue mesti pindah ke Bali ya biar cepet dapet jodoh sama cepet nikah." Disusul dengan tawa keduanya
Mereka pun mengobrol, tertawa, untuk melepas rindu. Tiba-tiba seorang laki-laki berdiri di sebelah mereka.
"Aldooo....ahhh pa kabar?" teriak Erika
"kabar gue mah ruarrr biasaaa. Lo aja tuh yang nggak pernah ngasi kabar ke gue."
"sory do, gue kan suibukkk."
"wah kalo gitu sebagai ganti nggak ngasi kabar, lo traktir gue donk ya?" Aldo memainkan alisnya
"Dasar lo, udah jadi bos aja masih nyari gretongan." ucap Erika.
"Lumayan kan buat menambah laba perusahaan" Aldo tertawa terbahak-bahak diikuti oleh Erika dan Linda.
"kamu udah pesen lom hon?" tanya Aldo ke linda sambil merangkulnya
"cie...cie...yang main rangkul-rangkulan." Erika meledek Linda dan Aldo yang seketika jadi membuat mereka salah tingkah.
----------
__ADS_1