Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 50


__ADS_3

"ika, Nicho apa kabar?" tanya Steven


"baik, makin jago aja tuh gambarnya." ucap Erika sambil tertawa.


"Wah mau ah kapan-kapan main ke rumah ya. Mau main sama Nicho." ucap Steven


"Bolehlah. Ditanyain mama juga tuh...." ucap Erika


"Oiya, udah lama banget aku nggak mampir-mampir ya, saking belakangan ini sibuk banget. Bisa diomelin nih sama Tante Wid." ucap Steven sambil memegangi kepalanya.


"Hari ini aku lembur lagi kayaknya, Lia anaknya masuk RS, karena ternyata kena DBD. Aku nggak mungkin ninggalin temen-temen disini, mana Mega juga nggak masuk." ucap Erika.


"Aku temenin deh ya. Kebetulan besok ada meeting, jadi aku mesti nyiapin bahan-bahannya. Ntar pulang bareng aja ya." ucap Steven


"Siap Pak Bos, makasih ya." ucap Erika sambil tersenyum dan melangkahkan kakinya pergi.


Erika menganggap Steven sebagai kakaknya, karena memang ia tak mau menganggap lebih dari itu. Ibunya, Widya, juga sangat menyukai Steven, karena ia anak yang supel dan ramah.


Steven sendiri sangat berharap memiliki hubungan yang spesial dengan Erika, tapi ia berusaha menahan perasaannya. Ia tidak ingin hubungannya saat ini menjadi renggang.


Steven tidak terlalu tahu banyak tentang masa lalu Erika, tapi ia tahu ada sesuatu yang disembunyikan, terutama tentang Nicholas.


Biarlah hubungan mereka seperti ini, sampai pada akhirnya nanti siapa tahu Erika akan membuka hati untuk dirinya.


----------


"ko, hari ini bebas dulu ya. Besok kita meeting setelah jam makan siang. Kita ketemu lagi besok jam 11." ucap Reyhan


"Baik, Pak. Terima kasih juga sudah mengijinkan saya membawa istri saya." ucap Riko tersenyum sambil merangkul Mila.

__ADS_1


Reyhan tersenyum melihat kebahagiaan mereka, meski ia merasa iri. Ia berharap ia bisa hidup bersama Erika, memiliki keluarga yang bahagia.


Reyhan pergi menuju kamarnya, ia merasa perlu istirahat sejenak. Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur, memejamkan matanya, ia pun terlelap.


----------


"ika, kamu udah selesai?" tanya Steven


"sudah, tinggal ngerapihin laporan absen ini aja, besok baru aku rekap." jawab Erika


"ya udah yuk pulang. Udah malem, nggak bagus cewe pulang sendiri." ucap Steven


"iya, Pak Bos. Makasih loh dikasi tumpangan." Ucap Erika sambil bercanda


Erika merapikan kertas-kertas di atas mejanya, mengambil tas dan mematikan lampu. Ia mengikuti Steven ke arah parkiran.


Di lobby hotel, Erika menyapa beberapa pegawai hotel seperti biasanya. Erika memang terkenal sangat ramah dan murah senyum.


Erika menoleh untuk melihat darimana asal suara itu. Saat ia mendapatkan asal suara itu, ia kaget.


"ikaaa, apa kabar? Kamu kemana aja sih? Ya ampun, makin cantik aja ni." ucap Mila


"Kak Mila?" tanya Erika


"Iya ini aku Mila. Kenapa? kaget ya? apa aku makin tua?" sambil mencubiti pipinya sendiri


Erika tertawa kecil, melihat tingkah laku Mila yang berbeda sejak pertemuan terakhir mereka.


"Kak Mila nginep disini?" tanya Erika

__ADS_1


"Iya, lagi nemenin suami aku kerja." ucap Mila


"Wah udah nikah ya Kak, selamat ya Kak. Kapan-kapan kenalin aku sama suaminya." Erika menoleh ke arah Steven yang sudah memanggilnya


"Aku nikah samaa....." Belum sempat Mila mengatakannya, Erika sudah mengucapkan salam dan meninggalkannya. Ia hanya melihat Erika melambaikan tangan dan berjalan bersama seorang laki-laki.


Mila merasa pertemuannya dengan Erika begitu singkat. Ia tidak sempat menanyakan bagaimana kabarnya sekarang, tinggal dimana, no handphone nya berapa. Ntah kapan mereka bisa bertemu lagi.


Apakah Erika kerja disini? ataukah ia hanya menginap juga disini?


----------


Mila masuk ke kamar hotelnya. Ia baru saja kembali setelah pergi ke minimarket di dekat hotel. Ntah mengapa belakangan ini ia sering sekali merasa cepat lapar, jadi ia merasa membutuhkan beberapa cemilan.


"lama amat perginya sayang?" tanya Riko


Mila meletakkan barang-barang belanjaannya di atas meja. Memilah-milahnya dan meletakkan sebagian diatas pantry di kamar.


"kamu kemana aja sih? lama bener." Tiba-tiba Riko sudah berada di belakangnya, memeluk pinggangnya, dan meletakkan kepalanya di lekukan leher Mila.


"Masa sih lama? aku kan cuma ke minimarket. Aku tadi kee...." belum selesai Mila berbicara, Riko sudah mendaratkan ciuman mesra di bibirnya.


"Mumpung kita di Bali, kita sekalian honeymoon lagi aja ya sayang." ucap Rikk sambil mengulum bibir istrinya.


Ia membawa istrinya ke tempat tidur, dan masih terus mencium bibirnya. Semakin lama lumatannya semakin keras.


Mila sendiri tidak mampu untuk melanjutkan kata-katanya. Ia membalas ciuman suaminya yang semakin menyerang. Baginya suaminya memang paling luar biasa dalam masalah ini, tapi yang paling penting sekarang, ia sudah sah melakukannya bersama suaminya yang sangat amat mencintainya.


Serangan demi serangan diberikan oleh Riko kepada Mila. Mila pun menyambutnya dengan kenikmatan yang luar biasa.

__ADS_1


Mereka berdua sangat menikmati hubungan tersebut. Dalam suasana yang temaram, disinari cahaya rembulan, di pulau honeymoon kalau mereka bilang.


Setelah mengalami pelepasan yang luar biasa, mereka sangat lelah dan akhirnya tertidur.


__ADS_2