
Author boleh minta like nya ya readers, biar cemunguddd gitu 😁
----------
Melihat kelakuan Erika yang seperti itu, salah tingkah, Reyhan jadi semakin penasaran dengan kehidupannya setelah mereka berpisah 5 tahun lalu.
Kris melihat bos nya dari kaca spion lagi senyum-senyum sendiri.
"Apa kamu ngintip-ngintip saya?" Kris kaget karena dia tidak menyangka Reyhan sadar sedang diperhatikan.
"Kris, kamu cari tahu semua hal tentang salah satu peserta training yang namanya Erika."
hemmm, pantes senyum-senyum, ternyata ngeliat cewek cantik.
Kris memang tipe orang yang sapat diandalkan. Ia mampu mencari informasi, mengerjakan banyak hal, hanya saja ia sebenarnya tidak betah dengan suasana yang terlalu serius.
----------
Kepala Erika serasa mau pecah ngikutin pelatihan. Dulu pas kuliah aja pengen cepet-cepet jam pulang. Erika lebih suka membaca sendiri daripada mendengarkan.
Erika terkenal lumayan cerdas saat sekolah maupun kuliah (meski hanya 3 semester). Semua ujian bisa dilewatinya dengan nilai yang cukup bagus, meskipun ia jarang mendengarkan dosen menjelaskan.
Ia mengambil handphonenya, mengirimkan pesan kepada lisa
💌 lis, gimana kabar kamu?
💌 ya ampun kak, baru tadi pagi nelpon, hahahaha
💌 kakak bosan, ngantuk pula. Kamu kan tahu kakak paling nggak suka dengerin ceramah, ini juga karena terpaksa
💌 lisa baik, Mina tidur, Nicho lagi gambar tuh ditemenin papa. Kalo mama lagi di dapur. Mas Andri udah berangkat kerja. lengkap kan.
Erika tahu lisa pasti ngetik sambil tertawa-tawa.
💌 iya iya. Bye lis.
Erika menyimpan handphone nya di dalam tas. Kemudian ia membaca bundle materi tanpa mendengarkan pengajar sesi.
----------
Hari sudah menjelang sore, Reyhan hari ini tidak terlalu banyak pekerjaan. Justru banyak meeting yang akan dia lakukan seminggu ke depan.
"Kris, sudah dapat yang saya minta?"
"Sudah Pak, dan sudah saya kirim semua via e-mail."
Reyhan dulu tidak mempunyai asisten pribadi seperti sekarang, cukup Helen disampingnya untuk mengatur semua jadwal pekerjaannya.
Reyhan membuka note di tangannya, membuka e-mail yang dikirimkan Kris padanya dan mulai membaca.
Nama : Erika Gracie
Orang tua : Edo Kun dan Widyaningsih
Suami : -
Anak : Nicholas Hansen
Adik : Elisa Kirana
__ADS_1
Ipar : Andri Michael
Keponakan : Mina Michelie
Pekerjaan : Supervisor Housekeeping RB Hotel Kuta, Bali
Alamat : Jl. XXX, Denpasar Bali
"Kris..."
"Ya Bos...eh....Ya Pak." saking kagetnya Kris jadi salah ngomong.
"Nama suaminya mana? kenapa kamu tidak tulis?" tanya Reyhan
"Maaf Pak, Ibu Erika seorang single parent. Nama suaminya tidak tercatat di Bali."
wah kesempatan tuh bos, suaminya nggak ada, cantik dan masih muda pula.
Reyhan membuka note nya lagi dan masih memperhatikan setiap detail sekali lagi, mencernanya.
apa yang kamu sembunyikan dariku?
----------
Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Menggunakan celana jeans selutut, kaos putih dan sebuah cardigan, Erika keluar dari hotel. Hari ini ia pergi mencari makan malam sendiri, Aldo dan Linda kebetulan sedang ada keperluan yang tidak dapat ditunda.
Erika berjalan menyusuri trotoar, menemukan sebuah gerobak nasi goreng di sebuah taman. Kebetulan sedang ada yang pesan jadi si mamang nasgor lagi sibuk memasak.
"Mang, nasi gorengnya satu ya. Jangan pakai kol." ucap Erika
"Kalo nasi pake neng?" ucap Si mamang becanda
"ah neng. Duduk dulu neng, pedes nggak neng?"
"nggak mang. Lambung saya nggak cocok makan pedes-pedes sekarang. Kol juga jangan ya mang."
"siap neng."
Tak lama, nasi goreng pesanan Erika pun sudah siap. Erika memakannya langsung ditempat, sambil memperhatikan suasana Jakarta yang sudah lama tidak dilihatnya.
Selesai membayar, Erika berjalan kaki menuju taman di dekat situ. Ia duduk di bangku taman sambil menengadahkan wajahnya ke langit.
Erika duduk termenung, sampai ia tidak merasakan air hujan mulai turun rintik-rintik. Ketika ia sadar, hujan sudah mulai besar.
aduhh nggak bawa payung. Emang kaga bawa payung dari Bali juga, dasar tulalit.
Erika menutup kepalanya dengan cardigan yang dia pakai. Ia berlari ke bawah sebuah pohon, karena pikirnya percuma dia berlari ke hotel dengan hujan yang cukup deras.
Sambil berdiri di bawah pohon, ia mencari halte bus terdekat untuk berteduh.
mudah-mudahan nggak ada petir, bisa mati gue dibawah pohon.
Ketika Erika sedang berpikir dan memicingkan matanya mencari halte, ia merasakan tubuhnya sudah tidak terkena hujan.
Ada sebuah payung berada diatas kepalanya. Ketika ia menoleh ke arah samping, ia melihat disana berdiri seorang laki-laki yang sangat ia rindu. Tapi ia tidak ingin menunjukkan rasa itu.
Reyhan membuka jas nya dan memakaikannya pada Erika yang sudah basah kuyup. Lalu tanpa bicara ia merangkul tubuh Erika dan membawanya, sementara Erika yang bingung mengikutinya tanpa melawan.
----------
__ADS_1
Di dalam mobil, Erika terdiam.
"Kris, kita pulang." Kris mengangguk dan menjalankan mobilnya. Ia memperhatikan bos nya yang terus memperhatikan wanita di sebelahnya, yang ia tahu bernama Erika.
Erika terus menatap ke arah jendela mobil. Ia terdiam dan tidak melawan. Ia rindu tapi laki-laki ini bukan miliknya, dia milik Fiona. Erika tidak ingin dicap sebagai pelakor.
----------
Sampai dirumah, Kris membukakan pintu untuk Erika. Lalu Reyhan menggandeng tangannya dan membawanya masuk.
Sisi dan Bi Inah menyambut kedatangan majikannya. Dirumah tidak ada siapa-siapa karena Anne, Ibu Reyhan, sedang menemani Ayahnya di rumah sakit. Ibunya selalu menemani ayahnya setiap malam.
"Non Erika." Bi Inah kaget melihat anak yang dia rawat sejak kecil.
"Bi Inah." Erika memeluk Bi Inah sambil mengeluarkan air mata.
"Bi, Sisi, tolong bawa Erika untuk ganti pakaian." Reyhan sendiri berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
----------
Erika membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya yang sudah disediakan oleh Bi Inah.
"Bi, Bi Inah kerja disini sekarang?" tanya Erika
"iya non. Sejak Non sekeluarga tinggal dirumah temen Tuan Edo, Bi Inah cari kerja lagi. Bi Inah sebenarnya pengen ikut kemana aja Tuan Edo pergi, Tuan Edo baik banget sama bibi. Bibi dikasih gaji beberapa bulan, padahal bibi tahu Tuan Edo juga lagi butuh." Bi Inah menghapus air matanya
"Untungnya Bi Inah ketemu sama Sisi. Dia itu ponakan bibi. Dia yang bantu ngomong sama Nyonya Anne, Ibunya Tuan Rey. Akhirnya Bibi kerja disini."
"ika kangen banget sama Bi Inah. Papa, Mama dan Lisa pasti juga sangat kangen aama Bi Inah" Erika memeluk Bi Inah lagi
"Tuan Edo sama Nyonya Widya gimana non kabarnya?"
"Baik Bi, Papa udah sehat, cuma tetap mesti jaga kesehatan."
"Ngomong-ngomong, non kenal sama Tuan Rey?" tanya Bi Inah
"Iya Bi, saya...." belum selesai Erika berbicara, Sisi masuk.
"Budhe, dipanggil Tuan Rey."
"Bibi permisi dulu ya Non. Nanti kalau perlu apa-apa, panggil bibi aja ya." Bi Inah pun berlalu meninggalkan kamar Erika.
Erika sedari tadi merasa rumah ini sepi sekali. Jika ini rumah Reyhan, dimana Fiona?
----------
Dibawah ini saya kasih lihat visual Nicholas ya (ini bayangan saya, kalau ga sesuai, boleh berimajinasi yang lain, tapi jangan oppa min ho ya, kegedean 😂)
Nicholas Hansen
----------
Thanks ya buat semua readers yang udah luangin waktu buat baca. Kalau ada kekurangan atau kelebihan, harap dimaklumi ya, ini karya perdana soalnya.
Mohon tinggalkan like dan comment ya, biar kita bisa kenalan.
Terima kasih
__ADS_1