Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 28 - KEDATANGAN REYHAN


__ADS_3

Erika turun ke lobby dan mendapati Angga masih disana.


"Mas Angga sendirian?" tanya Erika


"iya ni, Riko udah naik tadi. Masih mau jalan-jalan dulu, soalnya besok udah standby kerja, malem pasti udah cape. Jadi puas-puasin dulu hari ini. Kamu mau kemana ka?"


"mau ke minimarket bentar, ada yang kelupaan. Yuk Mas Angga, saya pergi dulu." ucap Erika.


Erika pergi meninggalkan Angga seorang diri. Erika berjalan menuju arah minimarket, sambil memikirkan perkataan Riko tadi. Ia tidak menyangka Riko mengatakan hal seperti itu.


Memang mungkin sekarang ia memiliki sedikit perasaan kepada Reyhan, tapi ia juga harus tahu diri. Selain karena ia tahu kini dirinya bukan orang kaya seperti Reyhan, dan orang tua Reyhan juga pasti tidak mau menerimanya, ia juga memikirkan nasib keluarganya.


Erika masih ingat bagaimana 'calon istri' Reyhan menculik dan mengancamnya dengan memakai keluarganya. Ia sebenarnya ingin memberitahu Reyhan mengenai hal ini dan apa niat 'calon istri' nya menikah dengannya, tapi apa ia akan percaya?


Erika yang melamun tidak sadar kalau dirinya diikuti oleh seorang laki-laki. Laki-laki itu mengikutinya, lalu berbisik di samping telinga Erika.


"mau kemana ka?" tanya Reyhan


"Pak Reyhan!" ucap Erika kaget


"Dari tadi ngelamunin apa? atau jangan-jangan ngelamunin siapa?"


"Nggak kok, Pak." Erika mengelak


"Jadi, kamu mau kemana?" tanya Reyhan lagi.


"OoHhh, mau ke minimarket aja Pak. Ada yang mau dibeli." jawab Erika

__ADS_1


"Aku temenin ya." Reyhan langsung mengandeng tangan Erika dan menemaninya ke minimarket.


Erika merasakan tangan yang hangat memegangnya, hatinya pun langsung menghangat. Erika langsung melupakan apa yang menjadi pikirannya sedari tadi.


Erika membeli barang yang ia perlukan, lalu berjalan ke arah kasir. Disana telah berdiri Reyhan menunggunya. Kasir menghitung barang yang dibeli oleh Erika, lalu Erika membuka dompetnya untuk membayar. Namun, dengan cepatnya Reyhan langsung membayar belanjaannya.


"Kembaliannya ambil saja, Mas." ucap Reyhan lalu mengambil belanjaan Erika dan menggandengnya keluar dari minimarket.


Erika tahu bahwa laki-laki yang menggenggam tangannya ini tak akan mungkin menjadi miliknya. Bolehkah ia merasakan kebahagiaan seperti saat ini, meski hanya sebentar saja?


Akhirnya mereka sampai ke hotel. Erika tidak melihat Angga, mungkin sudah kembali ke kamar.


"kamu temani aku dulu ya." ucap Reyhan


"kemana?" tanya Erika


Reyhan membawa Erika ke kamar hotelnya. Mereka duduk di sofa.


"Kamu mau kan temani aku malam ini disini? Aku janji nggak akan berbuat yang aneh-aneh." ucap Reyhan


"Baik, Pak. Tapi kenapa Pak Reyhan kesini?" tanya Erika. Erika percaya Reyhan tidak akan berbuat yang tidak baik padanya.


"Aku mau ketemu sama client besok, bukannya kamu juga?" ucap Reyhan.


"Iya Pak, bukannya Pak Adam yang mau kesini?" tanya Erika.


"Nggak jadi. Kebetulan Pak Adam mendadak nggak bisa pergi, anaknya sakit. Jadi saya yang gantiin." jawab Reyhan.

__ADS_1


Erika tersenyum tanda mengerti. Reyhan pun tersenyum padanya.


"Oya satu lagi. Kalau bisa jangan panggil Pak ya, berasa tua." ucap Reyhan seraya tertawa.


Erika benar-benar tak menyangka bahwa laki-laki yang dulu masa perkenalan kampus sering mengganggunya, bahkan merusak hasil kerja kerasnya semalaman, bisa berada di depannya, begitu ramah.


Kalau saja dulu Reyhan nggak suka iseng gangguin Erika, mungkin Erika sudah lama jatuh hati padanya.


"kamu tidur disini aja ka." ucap Reyhan


"tapi, Pak..." jawab Erika


"tuh kan Pak lagi. Udah kamu tidur di ranjang, saya di sofa." ucap Reyhan menegaskan


"tapi..." Erika mengulangi


"nggak usah tapi tapi....apa kamu mau saya tidur di kasur juga barengan." ucap Reyhan tertawa.


"Bukan....Biar saya aja yang di sofa. Pak Reyhan di kasur." ucap Erika.


Reyhan tiba-tiba mendaratkan bibirnya ke atas bibir Erika. Ia hanya mengecupnya, tidak lebih karena ia sudah berjanji tidak akan berbuat macam-macam. Ia ingin melakukannya sedari tadi, hanya saja ia berusaha menahannya.


"setiap kali kamu panggil saya pakai pak, kamu harus membayarnya dengan ciuman." ucap Reyhan


Wajah Erika langsung memerah dan membuat wajahnya semakin manis. Reyhan memegang wajah Erika, dan memberikan kecupan di kening gadis itu.


Akhirnya Reyhan tidur di sofa dan Erika tidur di kasur. Erika tidak menyangka bahwa Reyhan bisa bersikap begitu gentleman, jauh dari perkiraannya saat pertama kali mereka bertemu.

__ADS_1


[FLASHBACK OFF]


__ADS_2