Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 7 - RIKO DAN ERIKA


__ADS_3

Riko duduk di sebuah cafe, tidak jauh dari kantornya. Ia mengambil kursi dekat jendela, supaya ia bisa menatap wajah Erika yang cantik di bawah cahaya mentari.


Mereka sudah memesan makanan dan menunggu pesanan mereka datang.


"kak, makasih ya udah bantuin ika cari kerja. Kalau nggak ada Kak Riko, nggak tahu deh ika mau kerja apa. Mungkin sekarang ika udah nyampe Bandung dan masih bingung mau ngapain." ucap Erika pelan


"iya ka, jangan sungkan-sungkan gitu ah. Lain kali kalau butuh apa-apa, langsung bilang aja ya. Trus, panggil aku Riko aja, nggak usah pake kak (sambil tertawa), berasa tua soalnya." sambil memegang punggung tangan Erika yang ada diatas meja.


Erika tersontak kaget, kemudian menarik tangannya.


"maaf kak." ucap Erika


"Riko." menegaskan


"iya, Riko."


"Nah gitu kan dengernya enak." sambil tersenyum memandang Erika.


Pesanan mereka sampai dan mereka pun makan. Erika lebih banyak diam, sedangkan Riko banyak berbicara tentang kantor tempat mereka bekerja.


Erika jadi sedikit banyak tahu, siapa-siapa saja yang ada di kantor tersebut. Terutama bos kantor tersebut yang terkenal sangat tegas, Pak Reyhan.


----------


Erika sampai dirumah Om Herman. Ia langsung membersihkan diri, lalu keluar kamar mencari Tante Hana, Ibu Riko.


"Tante, ada yang bisa ika bantu?" Erika menemukan Hana ada di dapur sedang memasak.

__ADS_1


"Nggak usah ika, kamu istirahat saja dulu. Kamu pasti lelah abis itu interview. Sebentar lagi juga tante selesai."


Erika yang sudah terbiasa mandiri tidak bisa membiarkan Tante Hana sibuk seorang diri, meskipun ada asisten rumah tangga. Ia langsung menuju kitchen sink untuk membantu mencuci semua peralatan masak yang masih berantakan.


"terima kasih ika, kamu rajin sekali. Tante jadi ngerepotin."


"nggak tante, ika seneng kok." senyum Erika


Hana sudah tahu Erika diterima bekerja. Darimana? ya pasti dari Riko lah, yang udah heboh langsung telepon ke rumah ngabarin. Maklum kalau lagi happy gitu ya, apalagi ini Erika, diutamakan bener sama Riko. Ntah maksudnya apa.


----------


Erika sudah berbaring di kasurnya, menggunakan baju tidur kesukaannya, yaaa lingerie seperti biasanya. Menyandarkan punggungnya ke kepala kasur, sambil membaca buku.


Mendengar pintu kamar Riko terbuka....ya, sepertinya Riko baru pulang. Erika memandang jam di dinding, jam 10 malam. Dalam hati ia bertanya, kenapa pulang malam sekali. Tapi ya sudah, mungkin Riko lagi banyak kerjaan sehingga perlu lembur.


30 menit kemudian


Erika mengambil handphone yang bergetar di nakas samping tempat tidurnya.


(*ika, udah tidur?)


belum kak, kenapa?


(kak lagi) -pasti Riko sambil cemberut ni mukanya-


iya Riko, maaf. kenapa?

__ADS_1


(gpp, cuma pengen wa aja*)


Erika tidak membalas (kalau orang bilang....ihhh cuma di-read ga di-reply)


(*lagi ngapain?)


baca buku*.


Riko pasti kesel ya, dibalesnya sepotong-sepotong....hehe


(*boleh mampir nggak? pengen ngobrol)


Udah malam, Riko. Besok aja ngobrolnya*.


tookk...tokkkk....tokkk


Erika membuka pintunya. Dia kaget siapa yang ada di depan pintu kamarnya.


Riko melihat Erika dengan balutan lingerie tipisnya. Tubuhnya yang putih sangat menggoda. Darah langsung berdesir. Ia langsung masuk kamar Erika tanpa dipersilahkan dan menutup pintu serta menguncinya.


Erika yang kaget, langsung mundur beberapa langkah menuju tempat tidurnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Kak, sudah malam. Sebaiknya kak Riko kembali ke kamar." ucap Erika agak terbata. Ia belum terbiasa memanggil tanpa sebutan kak.


"ika, aku disini ya....pengen ngobrol sama kamu. Capek banget aku di kantor hari ini. Mau langsung tidur rasanya nggak bisa." Riko menghampiri Erika yang masih menyelimuti tubuhnya dengan selimut.


"tapi kak, sebaiknya jangan. Ntar Om dan Tante nyariin kakak."

__ADS_1


"Mereka sudah tidur, dan jarang sekali mereka terbangun, kecuali berisik banget."


Riko duduk di atas tempat tidur di samping Erika. Ia masih bisa melihat pundak Erika yang putih dengan rambut lurusnya yang terurai indah. Darahnya semakin berdesir melihat betapa sexy Erika dalam balutan lingerie nya.


__ADS_2