Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 8 - CIUMAN PERTAMA


__ADS_3

Tangan Riko membelai lembut rambut Erika, turun ke pipi nya yang mulai memerah. Lanjut ke leher hingga ke arah pundak yang terbuka.


"kak, jangan kak." ucap Erika bergetar


"aku suka kamu Erika, sungguh....aku sayang sama kamu." memegang dagu Erika dan tanpa sadar Riko telah menempelkan bibirnya ke bibir kecil Erika.


Erika merasa jantungnya berdegup kencang karena ini pertama kalinya ia dicium oleh laki-laki. Ciuman Riko sangat lembut, tidak kasar dan memaksa.


Erika merebahkan tubuhnya ke atas kasur karena ciuman Riko yang semakin dalam yang seakan mendorong tubuhnya. Erika tidak mampu menolaknya karena kelembutan yang diberikan Riko.


Saat tubuhnya berada di atas kasur, Riko masih mencium bibirnya, melumatnya perlahan, dan mulai masuk menyentuh lidah Erika. Kini tubuhnya tidak diselubungi selimut, hanya sebuah lingerie cantik berwarna pink.


Jantung Erika masih berdebar dan kelembutan Riko seperti menjalar ke seluruh tubuhnya. Sementara Riko terus mencium bibir hingga sekarang turun ke leher.


Ntah mengapa tiba-tiba Erika tersadar, ini salah. Ia langsung mendorong tubuh Riko , meskipun ia yakin ia tidak akan mampu.


"kak, sudah....jangan" ucap Erika sambil sedikit berteriak. Ia mulai meneteskan air mata.


Riko pun seperti terbangun dari perbuatannya. Ia terduduk di lantai sambil menunduk dan termenung.


"maaf ka.....aku nggak bermaksud. Aku sungguh-sungguh suka dan sayang sama kamu." ujar Riko


Erika hanya bisa terdiam. Bulir-bulir air mata membasahi pipinya. Ia duduk membelakangi Riko, memeluk kedua kakinya dan terus menangis.

__ADS_1


Riko akhirnya meninggalkan kamar Erika. Sampai sebelum menutup pintu kamar, ia masih berkata maaf.


----------


Erika duduk di meja makan, terdiam. Ia masih belum bisa melupakan kejadian semalam. Ia sudah siap bekerja hari ini. Hana, Mama Riko, sudah menyiapkan sarapan untuk mereka semua.


Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan. Ia harus segera berangkat, karena ia tidak mau terlambat, apalagi di hari pertama nya bekerja.


"Tante, ika berangkat dulu ya. Takut telat"


"nggak barengan Riko aja? kan kantornya sama."


"nggak usah tan. Ika mau belajar berangkat sendiri, biar ga ngerepotin kak Riko. Lagian ika mesti mandiri, karena kan ika juga nggak mau ngerepotin om sama tante kalau ika tinggal disini terus."


"ya sudah, hati-hati ya."


----------


aku harus segera mencari kost. Aku nggak bisa terus tinggal di rumah Om Herman. Aku takut Riko akan berbuat lebih jauh dari semalam.


Erika sampai di kantor. Dengan rok sepan dan kemeja pink soft, ia menaiki lift dan turun di lantai 12, menuju ruang HRD.


----------

__ADS_1


Riko yang baru duduk sarapan, memandang meja yang kosong, yaaa....hanya ada dirinya. Kemana Erika pikirnya.


"Ma, Erika mana? nggak sarapan dia?"


"Udah berangkat dari tadi dia, katanya takut telat." jawab Hana dari arah dapur.


"Kok nggak bareng Riko aja sih berangkatnya? Riko kan bawa mobil."


"Tadi mama juga bilang gitu, cuma kayaknya dia pengen buru-buru berangkat. Ya sudah, kamu juga cepat selesaikan sarapan, nanti telat."


Ah Riko merasa kesal.


Harusnya hari ini aku bisa berangkat bareng sama Erika. Ini semua gara-gara kejadian semalam. Dasar Riko bodoh (sambil memasukkan gigitan roti terakhir ke mulutnya)


----------


Erika sudah berada di bagian administrasi, di lantai 15. Di lantai 15, terdapat ruangan administrasi, teknik dan ruang meeting. Sedangkan bagian keuangan dan HRD ada di lantai 12. Ruangan direksi sendiri berada di lantai 16.


[WA notification received]


(ka, aku minta maaf masalah semalam. Aku ga bermaksud seperti itu. Aku emang suka dan sayang sama kamu. Aku tahu semalam aku salah. Pikiranku sedang kacau)


Erika membaca, dan ia kembali terbayang kejadian semalam yang ingin ia lupakan. Ia tidak ingin membalas pesan tersebut.

__ADS_1


(ka, tolong maafin aku. Jangan diam. Aku terima kalau kamu marah, kamu boleh pukul aku. Tapi tolong, jangan jauhin aku, apalagi nggak mau ngomong sama aku....please...)


Erika masih belum bisa untuk menjawab apalagi membalas pesan tersebut. Ia masih bisa merasakan saat bibir Riko menyentuh bibirnya. Ini yang pertama, memang terasa lembut, tapi juga sakit di dalam hati.


__ADS_2