Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 17 - SAHABAT SELAMANYA


__ADS_3

Linda berhasil menjemput Erika di taman, dan mereka kembali ke kost Linda.


"Lin, gue .... " Erika menangis.


"kenapa ka? lo ada masalah apa? cerita sama gue." ucap Linda.


"lo tau kan gue ada masalah keuangan keluarga. Bokap nyokap sekarang di Bandung." Erika terhenti sambil sedikit terisak. Linda mengelus pundak Erika.


"Sekarang gue tinggal di rumah temen bokap, Om Herman. Om Herman punya anak namanya Riko. Nah, gue dapet kerja di kantornya Riko karena referensi dia." ucap Erika.


"trus...." ucap Linda.


"gue ga nyaman Lin tinggal disana lebih lama lagi (sembari menangis). Riko....dia... (semakin menangis)." Erika tidak mampu melanjutkan perkataannya


"tenang dulu ka. Pelan-pelan tarik napas, buang, tarik, buang, baru ngomong lagi." ucap Linda.


Erika masih sesengukan, tapi dia berusaha meredakan emosinya.


"sejak gue tinggal dirumahnya, dia udah tiga kali nyium gue secara paksa. Sekali dirumah dan dua kali di kantor. Gue takut Lin, tadi aja dia udah berusaha buka kancing baju gue di pantry kantor." ucap Erika sambil terisak.

__ADS_1


"kurang ajar tuh orang." Linda kesal


"gue nggak mau pulang Lin, gue mau cari kost aja. Cuma gue ga tau mau kemana karena gue belum punya uang. Gue kerja belum sebulan, jadi gaji juga belum ada."


"tapi lo betah kerja disitu?" tanya Linda.


"Nah itu juga. Lo tau Brama kan? yang sering kita panggil mahasiswa abadi itu. Masa ternyata dia bos gue." ucap Linda menerangkan.


"whattt??? Brama jadi bos lo?" Linda kaget.


"hooh. Orangnya sih ramah dan baik, perhatian pula waktu kemarin ini gue sakit. Tapi orangnya suka ngancem. Masa gue selalu diancam, kalau ga mau ikutin kemauan dia, gue bakalan dipecat. Sedangkan gue kan lagi butuh banget kerjaan. Kok kayaknya hidup gue gini amat ya sekarang." Erika terus menangis sesengukan.


"bener Lin? tapi gue belom bisa bayar."


"Lo tenang aja. Makanya kalo ada masalah tuh cerita, jangan dipendem sendiri, yang ada lo jadi sakit." ucap Linda. "kalo besok ibu kost udah acc itu kamar kosong, lo pulang kantor langsung ambil barang-barang lo, tidur disini."


"thanks ya Lin. Gue baru sadar ternyata gue punya temen sebaik lo." ucap Erika sambil tersenyum.


"hmmm....mulai deh..." Linda tertawa dilanjutkan dengan senyum Erika yang semakin merekah.

__ADS_1


----------


"ma, Erika udah pulang ma?" tanya Riko langsung saat ia membuka pintu rumah.


Ibunya yang kaget langsung berkata,"pulang-pulang kok nanyain Erika. Tanyain dulu tuh papamu ngapain, mama ngapain. Erikaaa melulu."


"yaaa si mama mah, nanya doang salahh. Erika soalnya pulang cepet tadi ma dari kantor." ucap Riko.


"Erika nggak pulang malam ini, katanya mau nginep di rumah temannya." jawab Hana.


Riko kesal. Dia menyangka jangan-jangan Erika bersama Reyhan lagi. Tapi masa nginep di rumah Reyhan, tanyanya dalam hati. Tapi nggak mungkin dia mencarinya saat ini, karena ia tidak tahu dimana lokasinya.


----------


Reyhan masih duduk di ruang kantornya. Jam sudah menunjukkan pukul delapan, tapi ia masih belum beranjak dari kursinya. Sedang banyak proyek yang harus ia kerjakan, dan beberapa minggu ke depan, akan banyak meeting yang harus ia datangi.


Hari ini ia tidak bertemu Erika sama sekali. Erika pun tidak datang menghampiri ke ruangannya meski ia sudah mengancamnya, dan Reyhan pun tidak menelepon untuk memaksanya.


Tapi sungguh, hatinya sangat ingin bertemu dengan Erika. Handphone sudah di tangannya, ia ingin menghubungi Erika, sekedar mendengar suaranya, atau bisa chat dengannya. Tapi, ia mengurungkan niatnya, seperti ada yang mengganjal di hatinya.

__ADS_1


__ADS_2