
5 tahun kemudian .....
"Maaa, lihat hasil gambar Nicho, bagus kan ma." ucap Nicholas
"iya sayang, Nic makin jago aja gambarnya." Erika tersenyum sambil mengusap kepala Nicholas
Nicholas sudah berumur 4 tahun saat ini. Ia adalah anak yang sangat aktif, pintar dan ceria.
"Omaaa, mama bilang gambar Nic bagus." ucap Nicholas sambil berlari menuju kamar Widya.
Saat ini kehidupan keluarga mereka sudah lebih baik dan tenang. Kini Erika sudah bekerja di sebuah hotel yang cukup ternama di Bali.
Awal kehidupan mereka di Bali memang tidak mudah, tapi seiring berjalannya waktu, Erika perlahan-lahan bisa naik jabatan dan mendapatkan penghasilan yang lebih baik.
Elisa pun sudah menikah tahun lalu, sekarang ia tinggal bersama suaminya. Erika? tidak, ia belum menemukan seseorang yang pas di hatinya, meskipun ada yang mendekatinya. Ia ingin fokus menjaga anaknya dan juga orangtuanya.
----------
Pesawat penerbangan Singapore - Jakarta baru saja mendarat. Agak terlambat 30 menit dari jadwal yang seharusnya. Mobil sudah menunggu untuk mengantar mereka.
"Helen, kamu sudah siapkan jadwal meeting minggu ini dengan semua klien?" tanya Reyhan
__ADS_1
"Sudah, Pak. Sesuai jadwal yang bapak kehendaki. Apa tidak ingin istirahat dulu Pak?" tanya Helen.
"Tidak, saya rasa istirahat tidak baik bagi saya." ucap Reyhan sambil memandang ke arah jendela.
[FLASHBACK ON]
"Pa, pokoknya Rey nggak mau menikah sama Fiona." ucap Reyhan dengan marah
"Apa-apaan kamu?" Surya mulai geram
"Papa lihat saja sendiri." Reyhan meletakkan sebuah amplop coklat besar di depan ayahnya.
"Apa ini?" tanya Surya
Suryadiningrat membuka amplop tersebut. Di dalamnya terdapa foto-foto Fiona sedang bermesraan dengan laki-laki lain, yang tidak lain adalah musuh bebuyutan Suryadiningrat.
Ada juga beberapa dokumen yang menyatakan bahwa ternyata Fiona telah menikah dengan laki-laki itu.
Surya meremas kertas-kertas itu, ia geram....
"Kurang ajar! Ia mau mempermainkan papa. Apa tujuannya melakukan ini semua?" tanya Surya
__ADS_1
"Seperti yang Papa tahu, orang itu dulu adalah rekan bisnis papa kan. Tapi kabur keluar negeri karena Papa memergokinya sedang melakukan penggelapan uang perusahaan. Ia ingin balas dendam dengan menggunakan Fiona untuk mengambil semua harta papa" ucap Reyhan
"Darimana kamu tahu semua itu?" tanya Surya
"Awalnya Rey hanya ingin membuktikan kalau Rey tidak tidur dengan Fiona. Rey yakin Rey pasti dijebak. Rey membayar orang untuk mencari tahu. Tapi tak disangka ternyata malah Rey dapat bonus." Reyhan tersenyum penuh kemenangan.
Surya duduk sambil melihat foto-foto di hadapannya dan dokumen yang sudah ia remas di tangannya. Ia kesal, Suryadiningrat merasa tertipu.
"Satu lagi Pa, jangan pernah paksa Rey untuk menikah dengan wanita manapun. Rey bisa cari sendiri." Reyhan melangkahkan kakinya pergi, dan meninggalkan ayahnya dengan bukti-bukti yang akan membebaskannya dari sebuah pernikahan yang tidak ia harapkan.
----------
"Kamu yakin Rey mau pergi?" Anne bertanya pada anak semata wayangnya
"iya Ma. Rey udah coba cari Erika di seluruh Jakarta dan sudah suruh orang cati ke Bandung, tapi tidak membuahkan hasil. Rey nggak tahu harus cari kemana lagi."
"Mama ngerti. Tapi bukankah ini sama saja dengan kamu melarikan diri dari keadaan?" tanya Anne
"Rey nggak mau sampai papa maksa-maksa Rey untuk nikah ma. Kalau Rey tetap disini, pasti papa akan selalu paksa Rey. Rey mau kuliah lagi aja ma di Australia. Supaya Rey tidak selalu teringat dengan Erika." ucap Reyhan
"Terserah kamu saja. Mama sayang sama kamu dan berharap yang terbaik buat kamu." Anne memeluk putranya.
__ADS_1
[FLASHBACK OFF]