Bukan Untukku

Bukan Untukku
BAB 9 - HARI PERTAMA BEKERJA


__ADS_3

Riko yang baru datang langsung menuju ke bagian administrasi mencari Erika, tapi ia tidak menemukannya.


"cil, lo liat Erika ga?" tanya Riko ke Cecil, anak admin


"ooo anak baru itu ya? noh lagi di ruang Bu Amy." jawab Cecil sambil memasukkan kripik ke dalam mulutnya.


Tiba-tiba, Laura menghampiri Riko dan langsung bergelayut di pundak dan memegang tangan Riko.


"halo sayang..." ucap Laura dengan manisnya


Riko langsung melepaskan tangan Laura dari tangannya. Riko memang tampan, gagah, dan keren. Dia jadi idola para wanita di kantor, kecuali buat Cecil, karena idola Cecil cuma makanan aja pokoknya....


"ok, thank you cil." sambil berjalan ke arah ruang teknik.


Laura yang dicuekin merasa kesal.


"eh cil, si Riko ngapain kesini tadi?" Laura kepo mode on.


"nanyain anak baru."


"anak baru mane?"


"noh diruang Bu Amy." Cecil menjawab santai sambil terus mengunyah kripik kentangnya.


----------


Hari pertama bekerja, Erika cukup sibuk karena banyak hal yang harus ia pelajari, sampai-sampai ia pun melewatkan makan siangnya. itung-itung irit lha ya, soalnya keuangan Erika juga sangat terbatas.

__ADS_1


Erika beruntung bisa duduk bersebelahan dengan Cecil. Selain karena Cecil anak yang humoris, dia juga punya stock makanan yang melimpah....hahahahaha.


Erika termasuk tipe karyawan yang cepat belajar, karena di sekolah dulu pun Erika termasuk kategori anak yang cerdas, meski nggak juara umum.


Namun, rasanya baru hari pertama, Erika bakalan punya musuh. Yaaa.... siapa lagi kalau bukan Laura. Laura nggak akan mau kalah sama anak baru, apalagi sampai Riko kasih perhatian.


----------


Riko menunggu Erika di lobby kantor. Ia ingin mengajak Erika pulang sama-sama, sekalian mau minta maaf lagi masalah kejadian kemarin malam.


Erika turun ditemani Cecil, yang seperti biasa sambil memegang kripik kesukaannya.


"ka!!" panggil Riko


Erika melihat dan mendengar, tapi ia pura-pura berjalan menjauh. Ia berbisik ke Cecil, dan menghilang ke arah toilet.


Riko yakin Erika dengar, hanya saja Erika seperti menghindarinya. Ia semakin merasa bersalah. Ia menjatuhkan tubuhnya di sofa lobby, masih sambil menunggu Erika.


"Kak Riko." ucap Erika kaget


"ka, pulang bareng yuk. Udah hampir malam, aku nggak mau kamu pulang sendiri."


"tapi...." Erika menahan ucapannya


"iya, aku nggak akan macem-macem kok. Yuk balik. Nanti mama nungguin di rumah." ucap Riko meyakinkan


Akhirnya Erika pulang bersama Riko. Tidak ada obrolan selama perjalanan pulang. Riko terus menyetir, meski kadang-kadang ia memperhatikan Erika yang menghadapkan wajahnya ke arah jendela.

__ADS_1


aku sayang kamu, Erika (batinnya bergejolak, tapi ia harus menahan diri)


----------


Hari demi hari berlalu begitu saja. Sudah lebih dari dua minggu Erika bekerja di kantor, ia pun mulai terbiasa. Dan sejak kejadian waktu itu, Erika selalu mengunci kamarnya, dan tidak pernah membiarkan Riko masuk. Ia tidak mau kejadian tersebut terulang lagi.


[telepon di meja berbunyi]


"iya bu."


(Erika, segera siapkan berkas penjualan yang masuk bulan ini, setelah itu kamu bawa ke ruang Pak Reyhan)


"baik, bu"


haishhh, Bu Amy kalau minta laporan pasti dadakan, mana mesti dibawa ke bos lagi. Ketemu aja belom pernah gue. Jangan ampe gue salah bikin laporan, yang ada baru pertama ketemu langsung kena omel.


Erika langsung ngebut menyiapkan laporan yang diminta. Memang tidak banyak, karena penjualan lagi agak berkurang, tapi tetap aja bikin nervous kalau salah.


Setelah berkas-berkas siap, ia langsung menuju ruang Pak Bos di lantai 15. Riko melihat Erika dari meja kerjanya, ia sangat ingin bisa berdekatan lagi dengan Erika, tapi tidak ingin hal itu justru menjauhkannya.....


Sampai di depan ruang Pak Bos, setelah bertanya dengan sekretaris, ia mengatur nafas di depan pintu dan mengetuk pintu.


[tokk...tokkk]


"ya masuk."


"permisi pak, saya membawakan laporan penjualan bulan ini." sambil meletakkan nya diatas meja

__ADS_1


Reyhan yang sedang menunduk, mengangkat kepalanya, lalu "baik, terima ka ...."


"BRAM...A", ucap Erika


__ADS_2