
aku percaya di setiap masalah pasti ada jalan keluar. Tuhan tak pernah memberikan ujian melebihi kemampuan umatNya.
Erika sudah bertekad untuk tidak menyerah dalam apapun, apalagi tenggelam bersama masalahnya saat ini.
"Ma, aku pergi dulu ke kantor om Han ya. Aku akan bicarakan masalah penjualan perusahaan kita, siapa tau om Han bisa bantu."
"Ya sayang, pergilah. Hati-hati. Papa pun sudah ikhlas, semua demi karyawannya juga."
Aku tau papa pasti sedih, apalagi ini menyangkut perusahaan yang sudah ia bangun sejak dulu. Tak mudah memang, tapi lebih sedih jika melihat semua karyawannya kehilangan pekerjaan.
Itulah papaku, selalu memikirkan orang laun. Ntah bagaimana hidup keluarga kami selanjutnya tanpa perusahaan itu....
Namun yang pasti, aku tidak akan pernah berhenti melangkah.
[Aldo is calling.....]
Erika mengangkat telepon nya
"iya do, sorry banget kemarin langsung pergi. Papa lagi ada masalah."
"gpp kok, nanti gue cerita ya. Gue otw ke kantor pengacara bokap dulu. See you."
Erika berangkat ke kantor Om Han, pengacara ayahnya yang juga teman dekat ayahnya. Seperti biasa Erika selalu naik ojek online kesukaannya ( hiduppp ojekkk!! dalam hatinya ).
__ADS_1
----------
suara pintu diketuk...
"ya masuk."
"Pagi Om Han."
"Erikaaa, hai....ayo duduk sini." mengarahkan Erika duduk di sofa panjang.
"Om sudah dengar ceritanya dari mama kamu. Om turut prihatin."
"Om, apa bisa bantu mengenai penjualan perusahaan papa?"
"iya om, terima kasih banyak. Maaf ya om merepotkan. Ika tahu papa sangat sedih sekali kalau perusahaan ini dijual, tapi papa juga nggak mungkin mempertahankannya disaat seperti ini."
"Om ngerti dan Om yakin papa kamu sudah berpikir matang-matang. Papa kamu orang yang baik."
"sekali lagi terima kasih banyak om. Ika nggak bisa lama-lama disini, mau ke kampus dulu."
Erika melangkahkan kakinya keluar ruangan. Ia sudah ikhlas dan pasrah menghadapi semua ini. Sekarang ia harus melakukan langkah selanjutnya, yang mungkin tidak akan disetujui orang tuanya.
----------
__ADS_1
Keluar dari ruang administrasi kampus, Erika berjalan pelan.
mungkin ini langkah terbaik, setidaknya aku tidak akan merepotkan papa dan mama untuk yang satu ini. Aku janji akan kembali dan meneruskannya.
"ikaaa!!!" teriakan Linda, teman dekat Erika, sambil berlari menuju Erika. Diikuti oleh Aldo.
"kemarin kenapa lo buru-buru cabut?"
"hmm.... (sambil mencari tempat duduk di taman kampus), gue lagi ada masalah keluarga."
Erika menceritakan masalahnya secara garis besar saja. Ia tak mau membuat teman-temannya merasa sedih akan keadaannya ataupun merepotkan mereka.
"Jadi sementara gue cuti dulu kuliahnya, biar gue bisa fokus nyelesein masalah ini bareng keluarga....hmm, lo berdua rajin-rajin ya." Erika tertawa meski hati dan pikirannya berkata lain.
----------
kuharap masalah perusahaan segera selesai, biar papa juga tidak ada beban. Kuliah juga sudah kustop sementara, biarlah lisa saja yang sekolah sementara ini. Aku ga mau ngebebanin papa dan mama dengan biaya kuliah yang tinggi.
aku harus cari pekerjaan, tapi apa?!
Sesampainya dirumah, Ibu Widya sedang memberekan barang-barang yang akan mereka bawa. Tidak banyak, hanya pakaian dan beberapa perlengkapan yang diperlukan.
"Om Han udah mau bantu kok ma, kita tinggal tunggu kabar aja. Kapan kita pindah ma?"
__ADS_1
"besok sayang, Om Herman mau jemput besok siang. Kamu coba bujuk lisa ya sayang, adikmu itu seperti sedih sekali sejak tadi pagi."