Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+15


__ADS_3

"Heh kalo gitu napa lu juga kaga inget gue pas pertama kita ketemu?! Gausah sok tau deh!" kata Vani.


"Maaf Vani gue juga baru kenal sama lu karena penampilan lu berubah drastis." kata Rakha.


Vani masa bodo dan beranjak dari tempat duduk tersebut, Vani berniat mengelilingi taman tapi Rakha selalu menganggunya.


"Bisa gak sih lu kaga ganggu gue! gue mau nenangin diri!" kata Vani.


"Vani, acaranya sudah mau mulai ayo! plisss Vaniiii." kata Rakha.


Vani pun langsung pergi menuju aula dan pergi meninggalkan Rakha.


Di aula, Vani duduk dengan manis dan anggun. Semua orang melihat Vani dan membicarakannya.


"Weh putri dari keluarga mana itu? mengapa anggun dan cantik sekali, sayangnya sepertinya dia habis nangis." kata salah satu tamu disitu.


Vani diam saja dan tetap mengikuti acara dan pada puncak acara Rakha dan 6 penerus keluarga besar ada di panggung.

__ADS_1


"Baiklah dari keenam putra putri keluarga besar ini terikat perjanjian perjodohan oleh nenek moyang, tapii mengapa hanya ada 5 putra? kemana sang putri dari keluarga Wijaya?" kata pembawa acara tersebut.


Vani maju tanpa ada aba aba dan langsung menaiki panggung.


"Aku putri yang mewakili keluarga Wijaya." katanya dengan anggun dan dingin.


"Ooww putri yang amat cantik dan anggun, mari kita mulai acara hari ini." kata pembawa acara tersebut.


Dalam acara kali ini hanya ada satu pasangan karena hanya ada satu putri yang diperebutkan. Tapi tanpa kejelasan yang pasti.


"Hari ini, putri dari keluarga Wijaya yang dijodohkan dengan tuan muda dari keluarga Zena." Kata pembawa acara tersebut.


"Putri dari keluarga Wijaya akan bertunangan dengan Tuan muda dari keluarga Zena." kata pembawa acara itu.


Tanpa ada aba aba untuk meninggalkan panggung Vani langsung pergi begitu saja karena menurutnya acara ini sangat membosankan.


--------------------------------------------------------------------------

__ADS_1


Setelah acara selesai Vani pulang kembali ke rumahnya sendiri. Sesampai dirumah Vani langsung mandi dan tidur.


Keesokan harinya, Vani bangun telat karena kecapekan untung saja hari itu hari libur kalau tidak Vani tidak akan masuk sekolah. Vani lun bangun dan pergi untuk mandi menyegarkan diri, selesai mandi dia pergi ke kafe untuk minum kopi pagi ini, kebetulan dia bertemu dengan Nian.


"Vani?? Ini kamu kan??" tanya Nian.


"Bukan, siapa Vani? Aku bukan Vani." kata Vani mengelabui kakaknya.


"Oh baiklah aku mungkin salah orang, kamu terlihat sangat mirip dengan adikku. Bolehkah aku menceritakan tentang adikku kepadamu?" kata Nian curhat.


"Baiklah cerita saja." Jawab Vani, karena Vani kepo mengapa kakaknya tidak mengenalinya.


"Jadi, Vani dan gue tuh kepisah bertahun tahun, gue baru ngenalin muka dia baru 4 hari jadi gue ga terlalu hafal ya jadinya salah orang. Maaf ya." kata Nian bersedih.


"Ya, cerita saja tentang adikmu." kata Vani.


"Dia anak yang baik dan penurut sayangnya papa tidak menyukainya karena dia seorang bos mafia, gue sayang banget sama Vani tapi kenapa papa gue ga sayang sama Vani ya." kata Nian dengan raut wajah sedih.

__ADS_1


"Mungkin saja karena sifatnya yang bertentangan sama papanya." jawab Vani sok bijak.


"Maybe. Vani diasingkan sejak umur 1 atau 2 tahun gua juga kurang tau, kita baru bertemu pas gue udah umur 18 tahun sedangkan dia baru 16 tahun." kata Nian.


__ADS_2